Turki Memperingati Penaklukkan Konstantinopel

Minggu, 31/05/2009 09:12 WIB Cetak |  Kirim

Muhammad Al-FatihJumat (29/5) kemarin, Warga Turki merayakan hari penaklukkan Istanbul-Konstantinopel yang ke-556 dengan menggelar serangkaian acara di sekitar kota bersejarah tersebut. Demikian dilansir oleh media Turki, Dunya Bulteni.

Sultan Utsmani, Muhammad al-Fatih, berhasil mengambil alih kota tua Konstantinopel dari kekaisaran Bizantium pada tahun 1454, dalam umurnya yang baru menginjak 19 tahun. Kota tersebut kemudian dialihnamakan menjadi Istanbul (dari Islampolis atau Islambul).

Istanbul merayakan penaklukkan tersebut dengan pertunjukan cahaya. Sebuah film tentang penaklukkan Konstantinopel pun diputar dengan menggunakan sistem 'watchout' dan layar sebesar 15x60 meter.

Penaklukkan Puitis

Salah seorang profesor terkemuka di bidang sastra Turki, Iskender Pala, mengatakan bahwa Sultan Muhammad al-Fatih sangat tahu bahwa ia tidak akan mampu menaklukkan Istanbul-Konstantinopel hanya dengan modal kekuatan. Maka al-Fatih pun memprioritaskan pembangunan peradaban di kawasan tersebut.

Pala menekankan bahwa "al-Fatih menjelajahi Barat dengan pedang, sedangkan menjelajahi Timur dengan pena."

"Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia Timur telah mencapai kejayaan ilmu pengetahuan ketika Barat masih berada dalam masa kegelapan."

Muhammad Al-FatihPala juga menjelaskan bagaimana keunggulan Fatih sebagai seorang negarawan sekaligus pemikir. Hal tersebut didsarkan kepada intelektualitas yang akhirnya menjalar di Istanbul setelah penaklukkan oleh al-Fatih. Ketika itu, al-Fatih menyuarakan syairnya, "wahai para pemikir, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun ruang-ruang penelitian untukmu! Wahai para seniman, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun bengkel-bengkel seni untukmu!"

Merujuk pada intelgensia al-Fatih dalam bersyair, Pala pun mengatakan bahwa al-Fatih membangun batas-batas kota bukan dengan batu, melainkan dengan kebudayaan.

Profesor sejarah yang tersohor di Turki, Ilber Ortayli mengatakan bahwa al-Fatih menguasai bahasa Italia dan Yunani, serta menulis syair dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki.

Ortayli menyatakan bahwa setelah penaklukkan, al-Fatih mulai membangun kembali setiap sudut-sudur kota Istanbul yang hancur. Ia membangun pasar, masjid, istana dan memeintahkan para pasha (kalangan bangsawan) untuk membangun kamar mandi umum, rumah ibadah, dan madrasah.

Sejak zaman dahulu, Konstantinopel tersohor karena kemegahan dan keindahannya, hingga banyaklah para pujangga Arab-Islam sekalipun yang mengatakan "jika dunia ini adalah negeri, maka Konstantinopel adalah ibu kotanya."

Kota tersebut terletak di daerah perbukitan yang subur dengan pemandangannya yang luar biasa elok di tepi selat Bosphorus, dan diapit sekaligus dibentengi oleh banyak lautan, yaitu Laut Marmara, Laut Aegea, Laut Hitam, Selat Tanduk Emas, dan Selat Bosphorus.

Penaklukan Konstantinopel telah menjadi semacam impian hampir semua penguasa Islam. Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah haditsnya pernah memberikan nubuwat sekaligus kabar gembira akan penaklukan kota kesohor itu, bahwa suatu saat umatku akan menaklukan Konstantinopel, pemimpinnya adalah sebaik-baiknya pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

Para pemimpin dinasti Umayyah (beribukota Damaskus) beberapa kali mencoba menyerbu Konstantinopel, tetapi mereka mengalami kegagalan. Demikian pula para penguasa dinasti Abbasiyyah (Baghdad), Fatimiyyah (Kairo), dan Seljuk (Busra), mereka semua tidak berhasil merebut kota permata itu. Barulah, setelah berdirinya dinasti Utsmani oleh bangsa Turki-Muslim di abad ke-13, Konstantinopel perlahan-lahan mulai diambil alih, hingga puncaknya jatuh ke tangan salah satu sultan dinasti itu, Muhammad al-Fatih, pada tahun 1545. (berbagaisumber/L2-AGS, Kairo)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG