Udara Panas yang Ekstrim, Jeddah Ibarat Kota Mati
Dua hari ini, kota Jeddah, Arab Saudi nampak sepi dan lengang, tak ada orang yang lalu lalang. Warga Jeddah ternyata memilih berdiam diri dalam gedung untuk menghindari udara panas di kota itu.
Badan Meteorologi Kerajaan Saudi menyatakan sedang terjadi cuaca panas yang ekstrim di sejumlah wilayah negara itu. Mereka juga mengeluarkan peringatan akan kemungkinan terjadinya badai udara panas di bagian Barat negara itu mulai dari kota Mekkah sampai Madinah dalam beberapa hari kedepan dan temperatur udara akan mencapai lebih dari 46 derajat celcius.
"Udara panas yang terjadi hari ini, tak tertahankan panasnya, apalagi jika pendingin udara tidak bekerja seperti AC di kendaraan saya sekarang," kata Hussain, seorang pemuda berusia 26 tahun, warga kota Jeddah.
"Saya akan terlambat datang ke kantor dan memastikan pakaian yang saya kenakan cukup nyaman," sambungnya mengeluhkan udara panas yang ekstrim di Jeddah.
Bukan cuma Hussain yang enggan keluar rumah, sebagian penduduk Jeddah nampaknya lebih memilih di dalam rumah menghindari udara yang sangat panas. Tak heran sejak hari Selasa kemarin, Jeddah ibarat kota mati. Jalan-jalan utama di kota itu tampak kosong dari lalu lalang orang. (ln/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Media Israel: Miss America Terlibat Gerakan Teroris
Rabu, 19/05/2010 15:39 WIB - Rela Tinggalkan Kampung Halaman Demi Jilbab
Rabu, 19/05/2010 15:39 WIB - Pemimpin Jundullah: Agen Mata-Mata AS dan Israel Perintahkan Pembunuhan di Iran
Rabu, 19/05/2010 15:38 WIB - Akhir Pekan, Eropa akan Diguncang Aksi Protes Larangan Cadar
Rabu, 19/05/2010 14:14 WIB - Erdogan: Dunia Harus Fokus Terhadap Nuklir Israel
Rabu, 19/05/2010 14:13 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




