Ulama Al-Azhar Menolak Berdirinya Pusat Studi Syi'ah di Mesir

Senin, 08/02/2010 14:10 WIB | Arsip | Cetak

Ulama Al-Azhar menolak proyek berdirinya pusat studi resmi Syi'ah di Mesir, setelah sebelumnya salah seorang pimpinan Syi'ah Mesir Ahmad Rasim Nafis menyatakan bahwa mereka berencana untuk mendirikan pusat studi Syi'ah di Mesir.

Syaikh Mahmud 'Asyur mantan wakil Al-Azhar dan ketua pemulihan hubungan antar berbagai sekte Islam, dalam pernyataan eksklusifnya kepada IOL mengatakan: "Tidak bisa diterima bahwa akan ada pusat studi Syi'ah di Mesir, ini sangat menggelikan dan tidak memiliki dasar sama sekali."

Dia menambahkan: "Pendirian pusat studi Syi'ah ini sebenarnya berhubungan dengan Mesir dan Al-Azhar, dan sebenarnya tidak perlu ada pusat studi Syi'ah dan yang berhubungan dengan Syi'ah, khususnya setelah mempertimbangkan bahwa sebagian doktrin Syi'ah ada yang agak moderat dan ada yang sangat sesat."

"Kami tidak memerlukan pusat studi Syi'ah di Mesir, karena kami memang sudah mencintai Ahlul Bait," kata Syaikh 'Asyur menegaskan.

Pada bagian lain, Dr.Nassir seorang profesor agama pada universitas Al-Azhar dengan tegas menolak pendirian pusat studi Syi'ah, entah di Mesir ataupun negara Sunni lainnya, dan ia menggambarkan hal tersebut sebagai usaha Syi'ah memasarkan ideologinya di Mesir.

Studi tentang Syi'ah

Ahmad Rasim Nafis, pimpinan Syi'ah Mesir telah mengungkapkan bahwa proses pendirian pusat studi Syi'ah akan bermarkas di kota Kairo, dan setelah itu akan diperluas dengan membuat cabang-cabang di berbagai provinsi di Mesir.

Dalam sebuah pernyataan kepada pers Nafis mengatakan: "Tugas pusat ini adalah studi yang terkait tentang Syi'ah dan menerbitkan beberapa publikasi yang menjelaskan tentang doktrin Syi'ah termasuk memperjelas mengenai hubungan Syiah dan politik."

Dia menjelaskan bahwa Syi'ah bermaksud untuk mendirikan secara legal perkumpulan Syi'ah di Mesir, namun menemukan masalah terhadap gagasan tersebut oleh kementerian Solidaritas Mesir.

Populasi penganut Syi'ah di Mesir lebih kurang 750 ribu orang, meskipun belum ada sensus resmi mengenai jumlah pemeluk Syi'ah di Mesir. Para mahasiswa Syi'ah di Mesir sering melaksanakan seminar dan eksibisi budaya dan berbagai kegiatan khusus maupun umum.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia B


Peluang