Mantan Petinggi Al-Azhar Sepakat Haramkan Pembuatan Tembok Baja

Selasa, 05/01/2010 07:58 WIB | Arsip | Cetak

Syeikh Sayyid 'Askar Mantan Asisten Sekretaris Jendral Majma' al-Buhuts Islamiyah dan Dr. Muhammad Abdul Mun'im Al-Birri (Dosen Universitas Al-Azhar dan Mantan Ketua Dewan Ulama Al-Azhar) memberikan fatwa pengharaman pembangunan tembok baja di sepanjang perbatasan Mesir dengan Gaza.

Menurut Dr. Al-Birri yang dikutip harian Al-Mishriyyah, "Pembangunan dinding baja dan blokade telah membuat rakyat Palestina kelaparan. Usaha melarang masuknya makanan dan obat-obatan kepada mereka, menghancurkan terowongan dan menutup gerbang Rafah untuk kepentingan musuh zionis adalah kejahatan yang dilakukan terhadap saudara-saudara kami di Palestina. Hal tersebut diharamkan Syariat Islamiyah."

Dr. Birri mengecam pemerintah Mesir, "Kapanpun selama kalian memperbudak orang-orang maka selama itu mereka dilahirkan merdeka" ujar beliau.

Hal senada diungkapkan oleh Mantan Asisten Sekretaris Jendral Majma' al-Buhuts Islamiyah, Sayyid 'Askar, "Pembangunan tembok baja, pengepungan, serta usaha membuat kelaparan rakyat Palestina tidak hanya haram secara agama saja, tetapi kejahatan yang merampas hak Islam dan umat Islam. Sebab pembangunan tembok tersebut untuk memblokade rakyat Palestina demi kepentingan Zionis."

Dr. 'Askar mengecam alasan yang diajukan oleh Pemerintah Mesir dan Majma' al-Buhuts Islamiyah yang mendukung pembangunan tembok baja dengan dalih melindungi keamanan Nasional Mesir.

"Semua ini hanyalah alasan untuk memuluskan kejahatan mereka. Semua omong kosong saja. Saya melihat, rakyat Palestina seharusnya tidak selalu menjadi sumber ancaman bagi keamanan nasional Mesir, disaat Zionis, yang masuk Mesir hanya dengan menunjukkan kartu identitas pribadi, mereka menyelundupkan obat terlarang, menyebarkannya di seluruh wilayah Mesir, hal itu yang sebenarnya adalah ancaman terbesar bagi keamanan Nasional Mesir" tegas Dr. 'Askar.

Di lain pihak, pemerintah Zionis mengungkapkan kebahagiaan akan pendapat penasihat Al-Azhar dan Majma' al-Buhuts Islamiyah yang melarang terowongan. (imo/sn/fjr)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang