Ulama Al-Azhar Tolak Pengganti Adzan dengan Cahaya Lampu di Masjid Prancis

Senin, 22/02/2010 13:00 WIB | Arsip | Cetak

Sejumlah ulama Al-Azhar menolak keputusan otoritas Prancis yang akan mengganti suara adzan lewat pengeras suara yang ada di salah satu masjid Prancis dengan kerlipan lampu berwarna hijau, para ulama tersebut secara bulat sepakat bahwa suara adzan dari masjid tidak bisa digantikan dengan bentuk lain, karena hal itu merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan bagian dari ritual ajaran Islam.

Syaikh Abdul Fattah Idris, profesor dan kepala Fiqh perbandingan pada Fakultas Syari'ah dan Hukum di Universitas Al-Azhar menyatakan: "Seruan untuk sholat (adzan) telah dtentukan sebagai ritual sunnah dalam ajaran Islam dan tidak mungkin digantikan dengan cara lain, seperti penggunaan lampu/cahaya berwarna hijau, karena seruan adzan dimulai dengan kalimat membesarkan Allah, oleh karena itu umat Islam tidak boleh mengabaikan teks-teks sunnah yang menunjukkan legitimasi seruan adzan apalagi berusaha menggantinya dengan cara yang lain."

"Barang siapa yang mengklaim dan memberikan legitimasi cahaya lampu sebagai pengganti seruan adzan dari pengeras suara masjid, maka dia bukanlah seorang muslim, jika kondisi masjid di mana jamaah tidak mungkin mengerukan suara adzan lewat pengeras suara, maka seruan adzan tetap harus dilakukan," kata Syaikh Idris.

Sementara itu sekretaris lembaga fatwa Mesir Syaikh Imad Affat menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kotamadya Marseille Prancis yang akan mengganti suara adzan dari masjid dengan tanda lampu berwarna hijau, merupakan tindakan konfrontasi terbuka terhadap Islam di Barat, karena telah berusaha menghapus ritual keagamaan resmi umat Islam.

Ia menambahkan bahwa sepertinya Barat tidak konsisten dengan prinsip kebebasan yang mereka anut, mereka tidak peduli dengan suara-suara bising dari tempat-tempat hiburan malam, namun ketika umat Islam berusaha menerapkan prinsip kebebasan dan HAM yang mereka junjung yang sering mereka sampaikan di berbagai forum, mereka mentah-mentah menolak.

Sebelumnya pemerintah daerah pantai kota Marseille Prancis, telah sepakat dengan pimpinan minoritas Muslim di wilayah itu untuk menggunakan cahaya lampu berwarna hijau sebagai alternatif pengganti suara adzan dari pengeras suara masjid, sebagai kompensasi pemberian izin untuk membangun masjid di wilayah tersebut, yang konon akan menjadi masjid terbesar di Prancis. (fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang