Ulama Saudi: Di Negara yang Larang Cadar, Sebaiknya Muslimah Tidak Bercadar

Minggu, 25/07/2010 08:43 WIB | Arsip | Cetak

Seorang ulama Saudi terkemuka mengecam tindakan Perancis yang melarang muslimah mengenakan cadar di muka umum, tapi setuju jika muslimah bercadar menyingkap cadarnya di negara yang melarang pemakaian cadar, surat kabar Saudi melaporkan pada hari Sabtu kemarin (24/7).

"Ini tidak logis dan tidak masuk akal bahwa pemerintah Perancis melakukan hal seperti itu, yang dikutuk oleh orang-orang yang netral, bukan hanya umat Islam, karena negara sekuler seharusnya menjamin kebebasan beragama," kata Syaikh 'Aid al-Qarni kepada Al-Hayat.

"Negara harus menghormati ritual keagamaan dan keyakinan, termasuk Muslim," katanya dalam sebuah wawancara.

Namun, ia menambahkan, jika wanita Muslim di negara yang telah melarang niqab atau cadar, atau jika mereka akan menghadapi pelecehan di tempat seperti itu, "adalah lebih baik bahwa perempuan Muslim menyingkapkan wajahnya."

Sejumlah ulama dari berbagai sekolah keagamaan Islam sepakat mengenai hal ini, kata Qarni.

"Bagi wisatawan Saudi yang menghadapi keputusan seperti itu, ada satu titik di dalam hukum Islam dimana Allah berfirman:" Maka bertakwalah kepada Allah sebanyak yang Anda bisa. "

"Kita tidak harus berkonfrontasi dengan orang-orang di negara mereka sendiri atau negara lain, atau membawa kesulitan pada diri kita sendiri."

Komentarnyaitu datang menyusul suara parlemen Perancis pada tanggal 13 Juli untuk melarang niqab.

Beberapa negara Eropa lain juga mungkin memperdebatkan larangan cadar.

Hampir semua perempuan di Arab Saudi, menutupi wajahnya di depan umum, walaupun minoritas perempuan Saudi yang semakin besar telah berani untuk pergi tanpa mengenakan cadar.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang