Ulama Saudi: Keluarga Saudi Haram Membawa PRT Non Muslim

Ulama Saudi mengeluarkan fatwa tidak boleh bagi umat Islam untuk membawa pembantu rumah tangga yang non-Muslim, dan tidak boleh ikhtilat dengan laki-laki yang ada di rumah di tempat mereka bekerja.
Syaikh Dr. Yusuf Ahmad Profesor fikih di Fakultas Hukum, Universitas Imam Ibn Suud mengatakan: "Membawa PRT asing tidak boleh kecuali dengan syarat-syarat tertentu, hal itu disebabkan karena mereka adalah wanita asing dan bekerja di rumah orang asing."
Dia menambahkan: "Harus ada keperluan yang jelas untuk membawa PRT asing bekerja, dan pembantu rumah tangga yang diizinkan adalah merupakan seorang muslim dan dilarang untuk mengambil yang non-muslim," menurut sebuah wawancara dengan sebuah situs berita.
Syaikh Dr. Yusuf Ahmad juga menjelaskan persyaratan yang harus dimiliki oleh PRT dari warga asing, mereka harus berjilbab dan tidak boleh dicampur dengan orang rumah, terutama laki-laki, karena mereka tidak harus dan tidak boleh datang melayani laki-laki di kamar mereka atau di ruang olahraga, atau muncul untuk melayani mereka."
Kerajaan Arab Saudi, merupakan negara yang paling sering menggunakan pembantu rumah tangga wanita, dan kebanyakan PRT di Saudi berasal dari negara-negara Asia Timur khususnya Indonesia, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga Riset dan Pusat Studi Kamar Dagang dan Industri di Riyadh.
Konon katanya (karena fakta yang membuktikan banyak PRT asal Indonesia yang tidak digaji bahkan mengalami kekerasan seksual dan fisik), keluarga Saudi menghabiskan uang antara 1500 dan 5000 riyals per bulan untuk menggaji pembantu rumah tangga. (fq/islamtoday)
Lainnya (Arsip)
- Jelang Ramadhan, UEA Terapkan Sanksi Keras Terhadap Pengemis
Kamis, 29/07/2010 12:21 WIB - Pemain Bola Muslim Jerman Boleh Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan
Kamis, 29/07/2010 10:10 WIB - Laporan: Israel Rencanakan Kudeta di Uni Emirat Arab
Kamis, 29/07/2010 10:10 WIB - Bom Pinggir Jalan Tewaskan 2 Tentara Asal Italia di Afghanistan Barat
Kamis, 29/07/2010 09:25 WIB - Senjata Kimia AS di Fallujah Lebih Dahsyat Dibanding Bom Atom Hiroshima
Kamis, 29/07/2010 08:10 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




