Ulama Yaman Fatwakan Jihad Hadapi Invasi Asing
.jpg)
Pertemuan para ulama Yaman yang diadakan pada hari Kamis, (14/1) kemarin, dengan pembahasan bagaimana menyikapi masuknya tentara asing ke Yaman, telah menghasilkan sebuah fatwa berupa jihad, atau perang mengangkat senjata untuk menghadapi invasi tentara asing.
Seperti yang diwartakan channel Al Jazeera, sebanyak 150 ulama Yaman telah melakukan perkumpulan di salah satu masjid di Yaman, diantaranya hadir ulama yang disegani di negeri itu, Syeikh Abdul Majid Az Zindani, dan bersama-sama dengan ulama lainnya menyepakati jihad sebagai fardhu 'ain bagi setiap muslim di Yaman. Hukum itu berlaku apabila negeri Yaman dihadapkan dengan musuh atau mendapatkan serangan dari luar.
Pernyataan ini disampaikan oleh anggota parlemen Yaman, Syeikh 'Arif As Shabri dihadapan para wartawan, yang berisikan, bahwa para ulama Yaman menentang kehadiran pihak asing dan menentang adanya jalinan kesepakatan dan kerjasama militer Yaman dengan mereka.
Keterangan itu kemudian menyerukan kepada seluruh kaum muslimin, baik pemerintah, ulama, lembaga dan organisasi yang ada, untuk mendukung saudara mereka di Yaman, bersatu dalam barisan mereka melawan hegemoni dan invasi asing.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh ulama yang merupakan representasi dari ulama berbagai daerah di negeri Yaman, diantarnya adalah Syeikh Zindani, rektor Universitas Al Iman, Yaman yang juga veteran perang Afghanistan yang dicari oleh Amerika karena tuduhan terlibat pembinaan terhadap teroris.
Syeikh Zindani sendiri telah menyampaikan kecamannya terhadap pelaksanaan KTT Internasional yang membicarakan nasib Yaman, yang menurut agenda akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari nanti di London. Dirinya memberi peringatan kepada masyarakat Yaman, untuk tetap waspada sebelum mereka dipaksa menuruti hasil keputusan KTT Internasional itu. Syeikh Zindani sendiri mengatakan, kehadiran pihak asing di Yaman tujuannya tak lain adalah untuk menjajah, dan KTT yang akan digelar nanti bisa jadi menghasilkan kesepakatan pengiriman pasukan asing ke Yaman.
Suasana Yaman hingga kini kian memanas, setelah pemberitaan media tentang rencana Amerika memperluas perang mereka menghabisi organisasi Al Qaeda di mana pun mereka berada, dan target barunya kini adalah Republik Arab Yaman. Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota kongres Amerika, Joseph Lieberman, bahwa Amerika akan terus mengikuti gerak musuhnya di medan yang baru di Yaman dan di wilayah lainnya.
Salah satu koran terbitan Inggris, The Independent, dalam pemberintaannya menuliskan, bahwa organisasi Al Qaeda telah memaksa Amerika untuk menginjakkan kakinya di Yaman, di mana memungkinkan kelompok itu bergerak secara leluasa di balik gunung dan bukit-bukit Yaman, dan keberadaannya turut diuntungkan dengan melemahnya pengaruh dan kekuasaan pemerintah Yaman sekarang. (sn/al)
Lainnya (Arsip)
- Sulitnya Menikah di Saudi
Jumat, 15/01/2010 07:19 WIB - Terima Kasih, Mr Galloway!
Jumat, 15/01/2010 07:04 WIB - Senator AS: Tentara Muslim Harus Diseleksi Dengan Ketat
Kamis, 14/01/2010 17:48 WIB - Sejarah Kelam Amerika di Haiti
Kamis, 14/01/2010 16:22 WIB - Mau Kemana Afghanistan, Ki-Moon?
Kamis, 14/01/2010 15:19 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




