Umat Islam dan Kristen Kenya, Perang Melawan Pernikahan Sejenis

Umat Islam dan warga Kristen di Mtwapa, sebuah distrik di pinggiran kota pelabuhan Mombassa Kenya, baru-baru ini bergandengan tangan dalam menentang berlangsungnya upacara perkawinan menyimpang yang melibatkan dua suku setempat. Di mana perkawinan tersebut sepenuhnya telah menjadi praktik asing dan tidak wajar di sebagian besar masyarakat konservatif.
"Kami biasa mendengar tentang hal ini namun tidak pernah terpikirkan dalam pikiran saya bahwa hal itu akan terjadi di Afrika," kata Mustapha Said, seorang warga Muslim kepada IslamOnline.net.
Dua pria Kenya akan melangsungkan pernikahan "menyimpang" mereka, yang menurut penduduk di sana perbuatan itu merupakan tindakan yang sia-sia.
Komunitas Muslim dan Kristen lokal yang tinggal di kota kecil pantai tersebut melakukan kerusuhan dengan mengacaukan jalannya upacara pernikahan.
Kedua laki-laki, yang identitas belum terungkap itu, akahirnya dibawa ke tahanan setelah insiden kontroversial pernikahan sesama jenis.
"Kami sangat khawatir akan masa depan kami dan kami tidak ingin Afrika menjalani praktik asing yang menyimpang seperti homoseksualitas," kata Maymuna Salim (26 tahun) seorang perempuan Muslim kenya.
Upacara pernikahan gay seandainya berhasil maka akan menjadi pernikahan sejenis pertama di depan publik di negara Afrika Timur.
Homoseksualitas merupakan perbuatan terlarang secara hukum di Kenya dan dan secara undang-undang pada masa kolonial, praktek menyimpang seperti itu akan dikenakan hukuman penjara selama 14 tahun.
Afrika telah melakukan perlawanan yang kuat untuk perkawinan sesama jenis atas dasar agama, keyakinan dan hati nurani warga Afrika.
Pada tahun 2006, Afrika Selatan menjadi negara yang pertama di Afrika, dan kelima di dunia, yang mengesahkan pernikahan sesama jenis.
Namun wilayah Afrika tetap menjadi salah satu tempat yang paling homophobic di dunia.
Mrs Salma Juma (27 tahun) salah seorang warga, bersikeras bahwa pernikahan sejenis bertentangan dengan hakikat manusia.
"Allah telah menciptakan manusia untuk memberikan kenikmatan seksual bagi perempuan, apa yang kita lihat adalah pengalihan dari kesusilaan tersebut," katanya.
"Jika para pria menikah dengan sesama jenisnya bagaimana dengan anak-anak perempuan dari negeri kami?"
Pernikahan gay yang kontroversial telah menjadikan persatuan dikalangan umat Islam dan Kristen, karena kedua agama tersebut sama-sama menentang pernikahan sejenis.
"Pernikahan sejenis tidak akan pernah dapat dipraktekkan dalam masyarakat kami," tegas John Njuguna (39 tahun), salah seorang warga Kristen, mengatakan kepada IOL.
"Orang-orang barat telah menyebarkan budaya amoralitas di tanah air kami, mereka merusak budaya kami. Kami ingin tetap dalam budaya Afrika."
Baik pemimpin agama dari kalangan Kristen dan Muslim mengecam perkawinan kontroversial sesama jenis, karena dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesucian pernikahan.
"Kami bersyukur kepada Allah karena telah menyelamatkan kota ini dari peristiwa seperti Sodom dan Gomorra pada masa lalu," kata Uskup Laurence Chai, seorang pejabat Dewan Nasional Gereja Kenya.
Syaikh Hussein Ali, koordinator regional dengan Dewan Imam dan Ulama Kenya, juga mengkritik rencana pernikahan gay.
"Kami siap untuk menumpahkan darah kami untuk melindungi martabat kota Mtwapa dan kami ingin orang-orang kami untuk bangkit melawan perilaku menyimpang tersebut."(fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- Interpol Akan Keluarkan Perintah Penangkapan Terhadap Pimpinan Mossad
Jumat, 19/02/2010 08:30 WIB - Indonesia Ribut Soal Gelar "Kiyai", Mesir Ributkan Gelar "Habib"
Jumat, 19/02/2010 07:56 WIB - 120 Cambukan Untuk Pria Beristri Enam di Saudi
Kamis, 18/02/2010 18:10 WIB - Mesir Tolak Keikutsertaan Hamas dalam KTT Liga Arab
Kamis, 18/02/2010 16:53 WIB - Khemenei: Clinton Menebar Dusta di Teluk Arab
Kamis, 18/02/2010 16:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




