Unit Anti Teror Turki Memanggil Bayrak
Unit Anti Teror dari Departemen Keamanan Turki akan memanggil Bayrak, isteri pelaku bom bunuh diri, yang menewaskan anggota dan komandan CIA di Afghanistan, demikian ujar Bayrak. Isteri pelaku bom bunuh diri yang menewaskan sejumlah agen dan komandan CIA di Afghanistan, nampaknya akan dipanggil Departemen Keamanan di Istambul.
Defne Bayrak yang merupakan isteri dari Humam Khalil Abu Mulal Al-Balawi, nampaknya akan dipanggil Uni Anti Teror, beberapa hari mendatang. Hal seperti diungkapkan Bayrak, bahwa dirinya telah mendapat pemberitahuann rencana pemanggilan itu.
Peristiwa tewasnya agen CIA dan komandannya akibat ledakan dari bom bunuh diri yang pelakunya, seorang warga Yordania, yang dituduh menjadi agen ganda telah menggegerkan Gedung Putih dan Washington, termasuk Kepala CIA, Leon Panetta. Selama ini intelijen AS, CIA, terkenal karena kemampuannya yang sangat handal, khususnya dalam mempenetrasi gerakan-gerakan yang menjadi musuhnya.
Tapi, CIA telah gagal mendeteksi seorang pria yang berasal dari Yordania, yang konon telah direkrut, dan memiliki informasi penting tentang tokoh penting Al-Qaidah, Ayman Al-Jawahiri, dan justru menjadi pelaku bom bunuh diri, yang menewaskan agen CIA dan termasuk komandannya.
Humam Khalil Abu Mulal Al-Balawi memasuki Turki tahun 1995, kuliah di fakultas kedokteran di Istambul University, dan kemudian ia menikah dengan Defne Bayrak, di tahun 2001. Humam kembali ke Yordania di tahun 2002, ketika pasangan muda itu, mempunyai dua anak perempuan. Kemudian, isterinya dan dua anaknya kembali ke Turki di tahun 2009.
Al-Balawi bekerja sebagai seorang dokter di Yordania, dan tidak pernah kembali ke Turki, sejak tahun 2002. Sementara itu, Defne Bayrak, adalah seorang wartawan dan penulis buku, dan beberapa buku telah terbit dari hasil karangannya.
Al-Balawi yang sudah direkrut menjadi agen CIA itu, justru memberikan 'hadiah' kepada CIA dengan cara meledakkan dirinya, yang mengakibatkan terbunuhnya 8 agen CIA tewas, di pusat CIA di Khost, yang terletak di Afghanistan Selatan, menjelang akhir tahun, 30 Desember 2009. (m/wb)
Lainnya (Arsip)
- Perancis Deportasi Imam Mesir dengan Dalih "Ekstremisme"
Jumat, 08/01/2010 10:57 WIB - Obama Mengobarkan Perang Terhadap Negeri-Negeri Muslim
Jumat, 08/01/2010 10:49 WIB - Defne Bayrak: Saya Bangga Atas Misi Suami Saya Membunuh CIA
Jumat, 08/01/2010 08:44 WIB - Erdogan: Masalah Gaza Adalah Masalah Nurani
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - Mengenang 15 Tahun Yahya Ayyash
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




