UNRWA; Pemulihan Gaza Butuh Dana 350 Juta Dollar

Rabu, 28/01/2009 08:47 WIB | Arsip | Cetak

Wakil Komisaris Umum UNRWA, Filippo Grandi menyatakan bahwa UNRWA telah menyiapkan rencana untuk usaha pemulihan kondisi Gaza dalam waktu sembilan bulan, dan diperkirakan akan memakan biaya sebesar 350 juta dollar. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers seusai acara seremonial pembukaan Konferensi Dewan Pengawas Palestina ke 18 di Kairo (25/1). Ia menyatakan bahwa UNRWA telah mendapatkan sepertiga dana yang diperlukan. Saat ini UNRWA memerlukan banyak dana untuk pemulihan kondisi kota-kota lainnya selain Gaza.

Grandi menyatakan bahwa saat ini ada tiga hal yang perlu diprioritaskan. Pertama, mewujudkan kesatuan Palestina, kedua, mewujudkan pemerintahan yang Palestina yang sah, dan terakhir memberikan bantuan finansial ke Gaza. Dalam hal ini UNRWA mempunyai beberapa langkah yang akan dilakukan. Langkah-langkah tersebut adalah: memberikan keamanan, dan membukan pintu-pintu masuk yang ada fi Gaza, dan memberikan bantuan finansial. Hanya saja saat ini UNRWA belum bisa memberi bantuan berupa uang karena jatuhnya nilai nominal mata uang di Gaza akibat perang.

Menteri Luar Neger Mesir, Ahmad Abul Ghaith juga menegaskan bahwa konferensi berikutnya yang akan dilaksanakan bulan Februari nanti tidak hanya membahas usaha pemulihan Gaza, namun sekaligus untuk menyepakati mekanisme operasional dalam membangun Gaza kembali.

Di hari yang sama, Tim Saudi Arabia juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan perwakilan UNRWA di Riyadh. Dr. Sa'id Al-Arabi Al-Haritsi, penasehat menteriluar negeri sekaligus ketua Tim Kemanusiaan Saudi Arabia, menyatakan bahwa bentuk kerjasama yang diberikan adalah dengan menyumbangkan dana untuk UNRWA sebesar 24.375.000 riyal saudi arabia atau senilai dengan 65 juta dollar AS.

Al-Haritsi menyatakan bahwa bantuan ini terbagi dua. Pertama, bantuan finansial yang nilainya lebih dari 200 juta riyal atau 59 juga dollar dan yang kedua, bantuan bahan pokok sebanyak 70 truk yang membawa 770 Ton bantuan. Ia juga menyatakan bahwa selama perang, pihak kerajaan Saudi Arabia telah memberikan bantuan makanan untuk 270 ribu keluarga setiap hari bersama dengan WFP (World Food Programme) milik PBB. (SN/MKH)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang