Utang selalu menjadi sesuatu yang akrab dengan kehidupan bernegara—kecuali mungkin beberapa Negara Arab. Menarik untuk melihat utang-utang Amerika dari satu tahun ke tahun lainnya, dan dari satu presiden ke presiden lainnya.
Pada tahun 1900 jumlah utang AS mencapai 2 Miliar. Pada tahun 1920 mencapai 25 Milyar. Pada tahun 1940 adalah 42 miliar. Pada tahun 1943 mencapai 136 Milyar dan tahun sudah mencapai 258 Milyar. Tahun 1968 mencapai 347 Miliar, dan pada tahun 1976 mencapai 620 Miliar.
Pada tahun 1992 Clinton membuat utang Amerika menjadi 4,064 Triliun dan hanya menambah 1 triliun untuk utang dalam 8 tahun. Pada tahun 2000 itu adalah Bush Jr 5,674 Triliun hanya menambah 5 triliun untuk utang tahun 2008 yang mencapai 10,024 Triliun. Dan sekarang pada tahun 2009 akhir utang Amerika sudah mencapai 11,909 Triliun.
Rakyat Amerika jelas melihat pada utang ketika seorang presidennya mulai dan ketika dia selesai berkuasa. Nixon melipatgandakan utang dari 347 juta menjadi 620 miliar dalam 8 tahun.
Carter kira-kira mengangkat utang 4 kali dari 900 billion menjadi 2 trilliun dan Bush SR, dua kali lipat dalam 4 tahun sampai 4 Triliun. Clinton mengangkatnya 1,5 triliun dalam 8 tahun menjadi 5,6 Triliun dan Bush JR, dua kali lipat lagi seperti ayahnya menjadi 10 Triliun.
Jika diperhatikan maka hampir selalu pasti bahwa utang-utang Negara yang menggelembung disebabkan oleh anggaran perang yang membabi buta. Empat tahun berikutnya dari sekarang, rakyat Amerika akan melihat berapa banyak utang yang ditinggalkan oleh presiden mereka yang dianggap paling bersahaja dan simpatik sepanjang sejarah. (sa/politicalforum)
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.