Veteran Perang AS: Jangan Kirim Kami Ke Afghanistan Untuk Peti Mati

Menanggapi keputusan Presiden AS Barack Obama pada 1 Desember untuk mengerahkan 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan, March Forward,! sebuah institusi yang terdiri dari veteran dan juga tertara aktif AS, menyerukan kepada semua prajurit untuk menolak perintah ini.
"March Forward! meminta kepada semua anggota untuk menolak perintah pergi ke Afghanistan dan Irak," begitu siaran pers dari institusi ini. "Kami menawarkan dukungan tanpa syarat kami dan solidaritas. Bergabunglah dengan kami dalam perjuangan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi tentara atau penduduk sipil kehilangan nyawa dalam perang kriminal ini."
Michael Prysner, seorang mantan kopral Angkatan Darat yang menjabat pada 2001-2005 dan veteran pendudukan Irak, mendirikan institusi ini bersama veteran perang Irak lain, James Circello.
March Forward! didirikan pada 2008, dan tujuan organisasi ini adalah "untuk mempersatukan semua orang yang mengabdi di militer AS, dan yang ingin membela hak-hak kami." "Kami masih baru dan berkembang," Prysner menjelaskan. "Kami telah melihat pertumbuhan yang agak konsisten, dan kami mengharapkan untuk mempercepat kemajuan itu sekarang ini."
"Pada tanggal 1 Desember, kami mendapat perintah yang jelas dari Presiden Obama. Selama bertahun-tahun lagi, kami akan dikirim untuk membunuh, untuk mati, untuk menjadi cacat dan terluka, dalam sebuah perang di mana 'kemenangan' adalah mustahil, melawan orang-orang yang bukan musuh kami. Selama lebih dari delapan tahun, kami sudah pulang dalam peti mati, di kursi roda, dengan kulit kami terbakar dan dengan malam hari dan kami dihantui oleh trauma perang. Kami bahwa tentara tugas aktif yang mengalah untuk bunuh diri lebih banyak daripada mereka yang tewas dalam pertempuran. "
Itulah suara isi hati dan nurani jujur dari veteran perang Amerika di Afghanistan. Nah, apakah akan didengarkan? (sa/bfme)
Lainnya (Arsip)
- Bagaimana Jika George Bush
Rabu, 16/12/2009 20:38 WIB - Pertama Kalinya, ICRC Kunjungi Para Tawanan Taliban
Rabu, 16/12/2009 17:20 WIB - Sayap Kanan Jerman: Masjid Simbol Kekerasan
Rabu, 16/12/2009 16:14 WIB - Profesor Al-Hassani: Ilmu Pengetahuan, Warisan Budaya Islam Yang Terlupakan
Rabu, 16/12/2009 15:38 WIB - Ryan Crocker : Pemerintah Iraq Menjadi Target Al-Qaidah
Rabu, 16/12/2009 15:15 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




