Vonis Hukuman Mati untuk Informan Israel
.jpg)
Pengadilan militer Palestina di Tepi Barat menjatuhkan vonis hukuman mati bagi seorang anggota Pasukan Keamanan Nasional Presiden Mahmud Abbas, karena telah berkhianat dan berkolaborasi dengan pihak Israel.
Pengadilan menyatakan Imad Saad-nama aparat keamanan Palestina itu-bersalah karena telah memberikan informasi pada Israel yang menyebabkan terbunuhnya empat pejuang Palestina dan penangkapan beberapa pejuang lainnya oleh rejim Zionis Israel.
"Terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pengkhiatan. Dia tidak menolak semua tuduhan, " kata Kepala Pengadilan Militer Palestina, Ahmad Abu Daya dalam persidangan di kota Hebron.
Abu Daya pada kantor berita Reuters mengatakan, Saad adalah bagian dari jaringan informan Israel. Selain Saad, kata Abu Daya, keluarga Saad yang lain termasuk ayah dan pamannya juga informan Israel dan selama bertahun-tahun telah memberikan banyak informasi tentang para pejuang Palestina pada badan intelejen dalam negeri Israel, Shin Bet.
Menurut Abu Daya, ada empat orang lainnya yang sedang menjalani proses hukum di pengadilan sipil Palestina, dengan tuduhan yang sama. Palestina menerapkan hukum yang ketat dan berat bagi warganya yang terbukti menjadi mata-mata Israel.
Namun Presiden Palestina Mahmud Abbas, sebagai pihak yang memiliki wewenang untuk mengesahkan vonis hukuman mati, tidak pernah memberikan otorisasi atas eksekusi bagi para terhukum kasus pengkhianatan pada negara. (ln/al-arby)
Lainnya (Arsip)
- Iran Versus Barbie, Batman, Spiderman dan Harry Potter
Selasa, 29/04/2008 11:59 WIB - Denmark Perintahkan Seorang Lelaki Irak Ceraikan Salah Satu Isterinya
Selasa, 29/04/2008 11:20 WIB - Muslim Uighur Merasa Terasing di Tanah Airnya Sendiri
Selasa, 29/04/2008 10:34 WIB - Kisah Pilu yang Tersisa dari Tragedi Pembantaian Israel
Selasa, 29/04/2008 09:42 WIB - Majalah Kanada Tolak Protes Warga Muslim Atas Artikel Islamofobia
Senin, 28/04/2008 19:14 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




