Wajah Baru Taliban Afghanistan, Lebih Ramah?
.jpg)
Meski berjuang melawan kehadiran pasukan asing di Afghanistan, tidak semua rakyat Afghanistan simpatik dengan kelompok Taliban yang kerap menggunakan cara-cara kekerasan dalam perlawanannya. Taliban nampaknya sadar akan hal itu, sehingga Taliban mengubah "wajah keras"nya menjadi lebih "ramah" untuk mendapatkan dukungan penuh dari kalangan akar rumput di Afghanistan.
Seorang pemuka suku di Shawalikot, sebuah distrik yang terletak di pedalaman provinsi Kandahar, Haji Khan Muhammad Khan mengakui bahwa ada perbuah besar pada perilaku Taliban. "Mereka tidak lagi memenggal kepala orang atau menahan seseorang yang dicurigai sebagai mata-mata tanpa penyelidkan lebih dulu," kata Khan.
"Kadang mereka masih melakukan kesalahan, orang masih banyak yang takut pada mereka, tapi sekarang mereka mulai bersikap baik pada warga," sambung Khan.
Para pemuka Taliban berusaha mengambil hati kalangan akar rumput di Aghanistan dengan mengatakan bahwa mereka adalah gerakan pembebasan. Para pemimpin Taliban juga memberlakukan kode etik bagi para pejuang dan simpatisannya dengan aturan-aturan yang membatasi penggunaan aksi bom bunuh diri serta panduan bagaimana cara memperlakukan tawanan.
Khan mengatakan, Taliban mengubah cara-cara perlawanannya karena para pemimpin Taliban tidak mau kehilangan dukungan dari para simpatisannya di kalangan akar rumput.
Seorang mantan Taliban, Wahid Mujda mengungkapkan, Taliban mengubah taktiknya karena mereka ingin menyiapkan perlawanan dalam jangka panjang dan untuk itu mereka butuh dukungan dari rakyat Afghanistan karena mereka juga memerlukan sumber-sumber pemasukan dari sumber-sumber lokal.
"Taliban sedang berusaha mengambil hati rakyat. Sehingga mereka belajar untuk mengulangi tidak kesalahan di masa lalu," ujar Mujda.
Taliban berkuasa di Afghanistan pada tahun 1996 dan ditumbangkan oleh invasi AS pada tahun 2001. Sejak kekuasaannya ditumbangkan, Taliban melakukan perang gerilya melawan pasukan koalisi AS dan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat.
Laporan International Council on Security and Development (ICOS) menyebutkan bahwa Taliban berhasil memperluas pengaruhnya untuk menguasai seluruh wilayah Afghanistan. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Ulama Saudi: Tidak Ada Alasan Agama Menikahi Anak Kecil
Jumat, 22/01/2010 08:32 WIB - Erdogan: Kami Bersama Arab Karena Keadilan
Jumat, 22/01/2010 07:59 WIB - Giliran Mesir Diredam Banjir
Jumat, 22/01/2010 07:57 WIB - Betulkah Michael Jackson Telah Masuk Islam?
Jumat, 22/01/2010 07:43 WIB - Massachusetts; Sebuah Pukulan Untuk Obama
Jumat, 22/01/2010 07:21 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




