Wajah Baru Taliban Afghanistan, Lebih Ramah?

Jumat, 22/01/2010 10:01 WIB | Arsip | Cetak

Meski berjuang melawan kehadiran pasukan asing di Afghanistan, tidak semua rakyat Afghanistan simpatik dengan kelompok Taliban yang kerap menggunakan cara-cara kekerasan dalam perlawanannya. Taliban nampaknya sadar akan hal itu, sehingga Taliban mengubah "wajah keras"nya menjadi lebih "ramah" untuk mendapatkan dukungan penuh dari kalangan akar rumput di Afghanistan.

Seorang pemuka suku di Shawalikot, sebuah distrik yang terletak di pedalaman provinsi Kandahar, Haji Khan Muhammad Khan mengakui bahwa ada perbuah besar pada perilaku Taliban. "Mereka tidak lagi memenggal kepala orang atau menahan seseorang yang dicurigai sebagai mata-mata tanpa penyelidkan lebih dulu," kata Khan.

"Kadang mereka masih melakukan kesalahan, orang masih banyak yang takut pada mereka, tapi sekarang mereka mulai bersikap baik pada warga," sambung Khan.

Para pemuka Taliban berusaha mengambil hati kalangan akar rumput di Aghanistan dengan mengatakan bahwa mereka adalah gerakan pembebasan. Para pemimpin Taliban juga memberlakukan kode etik bagi para pejuang dan simpatisannya dengan  aturan-aturan yang membatasi penggunaan aksi bom bunuh diri serta panduan bagaimana cara memperlakukan tawanan.

Khan mengatakan, Taliban mengubah cara-cara perlawanannya karena para pemimpin Taliban tidak mau kehilangan dukungan dari para simpatisannya di kalangan akar rumput.

Seorang mantan Taliban, Wahid Mujda mengungkapkan, Taliban mengubah taktiknya karena mereka ingin menyiapkan perlawanan dalam jangka panjang dan untuk itu mereka butuh dukungan dari rakyat Afghanistan karena mereka juga memerlukan sumber-sumber pemasukan dari sumber-sumber lokal.

"Taliban sedang berusaha mengambil hati rakyat. Sehingga mereka belajar untuk mengulangi tidak kesalahan di masa lalu," ujar Mujda.

Taliban berkuasa di Afghanistan pada tahun 1996 dan ditumbangkan oleh invasi AS pada tahun 2001. Sejak kekuasaannya ditumbangkan, Taliban melakukan perang gerilya melawan pasukan koalisi AS dan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat.

Laporan International Council on Security and Development (ICOS) menyebutkan bahwa Taliban berhasil memperluas pengaruhnya untuk menguasai seluruh wilayah Afghanistan. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang