Wakil Dubes Israel untuk Inggris Diserang Demonstran

Sumber-sumber pemerintah Inggris pada hari Kamis kemarin (29/4) mengumumkan bahwa seorang diplomat Israel mengalami serangan oleh sekelompok demonstran di London, namun dilaporkan diplomat tersebut tidak terluka.
Kuliah umum yang diberikan oleh Wakil Duta Besar Israel untuk Inggris Talya Lador-Fresher di University of Manchester Rabu lalu menjadi memburuk dan berakhir dengan kekerasan , ketika para pengunjuk rasa pro-Palestina berusaha menyerbu dan menyerang diplomat Israel tersebut.
Para pengunjuk rasa telah menunggu Tayla Lador-Fresher di luar aula, namun hal ini tidak menghalangi Tayla masuk ke ruang aula. Segera setelah dirinya keluar dari ruangan, para pengunjuk rasa langsung menyerang diplomat itu, hingga memaksa petugas keamanan membawanya masuk kembali ke dalam aula. Setelah berkonsultasi dengan pihak panitia, maka diputuskan untuk mengantar Tayla keluar dengan menggunakan mobil polisi.
Wakil Duta Besar Israel tersebut dengan pengamanan ketat dibawa melewati aula dan langsung masuk ke kendaraan polisi. Namun, hal ini tidak menghalangi para pengunjuk rasa, menyerang mobil polisi dengan naik di atas kap mesin mobil, bahkan mencoba untuk memecahkan kaca mobil.
Tayla Lador Fresher akhirnya dapat dibawa pergi dari lokasi dengan kondisi aman.
Wakil Duta besar Israel itu menyatakan bahwa kejadian tersebut sangat tidak menyenangkan baginya, dan mencatat bahwa hal itu pertanda tidak baik bagi perdebatan akademis di Inggris terkait Timur Tengah.
Namun duta Besar Israel untuk Inggris Ron Prosor memuji wakilnya tersebut, atas tekad dan semangat juangnya dan menekankan bahwa kedutaan mengharapkan pemerintah lokal dan pihak berwenang di universitas itu segera mengusut kejadian itu.
"Ini merupakan pelanggaran hukum dan mempunyai efek merusak dan sudah terasa dalam jangka pendek, dan untuk efek jangka panjangnya mungkin tidak dapat diperbaiki," kata Prosor.
Kuliah umum Tayla Lador-Fresher di universitas ini sempat tertunda beberapa minggu, setelah adanya peringatan akan keselamatan dirinya, terkait akan adanya demonstasi kekerasan yang akan diselenggarakan.(fq/ynet)
Lainnya (Arsip)
- Ternyata Hakimullah Mehsud Masih Hidup
Jumat, 30/04/2010 08:53 WIB - Prancis Akhirnya Akui Bantai Warga Sipil Afghan
Jumat, 30/04/2010 08:36 WIB - Anggota Parlemen Belgia Sepakat Larang Burqa
Jumat, 30/04/2010 08:15 WIB - Militer Irak Temukan Gudang Senjata AS di Mosul
Kamis, 29/04/2010 16:56 WIB - Obama Diminta Hentikan "Program Pembunuhan" Tersangka Teroris
Kamis, 29/04/2010 15:42 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




