Walikota di Swedia Kutuk Zionisme

Ilmar Reepalu, walikota Malmö-sebuah kota di selatan Swedia-membuat komunitas Yahudi berang. Dalam sebuah wawancara, Reepalu mengatakan bahwa Zionisme adalah konsep yang rasis dan tidak bisa diterima di kota yang dipimpinnya.
Walikota Malmö imengungkapkan hal itu ketika ditanya tentang kondisi orang-orang Yahudi yang ada di kotanya menyusul klaim sejumlah Yahudi di kota itu yang mengaku diusir karena melakukan pelecehan.
"Kami tidak menerima Zionisme maupun anti-Semitisme. Keduanya sama-sama ekstrim, karena merasa diri mereka lebih unggul dari manusia lainnya. Tapi saya juga mengutuk rasisme dan tindak kekerasan dan tidak ada perlakuan khusus bagi orang-orang Yahudi yang melakukan tindakan itu," kata Reepalu dalam wawancara yang kebetulan bertepatan dengan momen ketika orang-orang Yahudi memperingati hari mengenang tragedi Holocaust tanggal 27 Januari lalu.
Pernyataan Reepalu membuat komunitas Yahudi dan kelompok-kelompok pro-Zionis di Swedia marah besar. "Komentar itu dan berbagai insiden di Malmö membuat komunitas Yahudi merasa tidak nyaman dan membuat sebagian mereka, terutama anak-anak mudanya meninggalkan kota itu," kata seorang pemuka komunitas Yahudi.
Tapi Reepalu mengatakan, dukungan buta komunitas Yahudi pada Israel membuat situasi orang-orang Yahudi makin sulit. "Saya berharap komunitas Yahudi mengecam pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza. Tapi mereka malah melakukan aksi unjuk rasa mendukung Israel di alun-alun kota," tukas Reepalu.
Meski demikian, ia menghimbau komunitas Muslim sepenuhnya menyalahkan komunitas Yahudi atas apa yang dilakukan Israel. "Saya juga berharap komunitas Muslim di Malmö menegaskan bahwa komunitas Yahudi di kota ini selayaknya tidak diseret-seret dalam konflik Israel-Palestina," himbau walikota.
Orang-orang Yahudi Israel menjadikan Zionisme sebagai Zionisme sebagai konsep sosialisme nasional Yahudi. Pada tahun 1975, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 3379, yang menyatakan "Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme dan diskriminasi rasial." Tapi resolusi itu dicabut pada tahun 1991. (ln/imemc)
Lainnya (Arsip)
- Perusahaan Malaysia Produksi Mesin Wudu Model Baru
Senin, 01/02/2010 14:24 WIB - Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam
Senin, 01/02/2010 13:37 WIB - Gedung Putih Ingin Khalid Syaikh Mohammed "Dieksekusi"
Senin, 01/02/2010 12:32 WIB - Kelompok Misionaris AS Perdagangkan Anak-Anak Haiti
Senin, 01/02/2010 11:02 WIB - Usamah bin Ladin: Solusi Krisis Kuangan Global, Tinggalkan Dolar!
Senin, 01/02/2010 10:58 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




