Walikota di Swedia Kutuk Zionisme

Senin, 01/02/2010 16:00 WIB | Arsip | Cetak

Ilmar Reepalu, walikota Malmö-sebuah kota di selatan Swedia-membuat komunitas Yahudi berang. Dalam sebuah wawancara, Reepalu mengatakan bahwa Zionisme adalah konsep yang rasis dan tidak bisa diterima di kota yang dipimpinnya.

Walikota Malmö imengungkapkan hal itu ketika ditanya tentang kondisi orang-orang Yahudi yang ada di kotanya menyusul klaim sejumlah Yahudi di kota itu yang mengaku diusir karena melakukan pelecehan.

"Kami tidak menerima Zionisme maupun anti-Semitisme. Keduanya sama-sama ekstrim, karena merasa diri mereka lebih unggul dari manusia lainnya. Tapi saya juga mengutuk rasisme dan tindak kekerasan dan tidak ada perlakuan khusus bagi orang-orang Yahudi yang melakukan tindakan itu," kata Reepalu dalam wawancara yang kebetulan bertepatan dengan momen ketika orang-orang Yahudi memperingati hari mengenang tragedi Holocaust tanggal 27 Januari lalu.

Pernyataan Reepalu membuat komunitas Yahudi dan kelompok-kelompok pro-Zionis di Swedia marah besar. "Komentar itu dan berbagai insiden di Malmö membuat komunitas Yahudi merasa tidak nyaman dan membuat sebagian mereka, terutama anak-anak mudanya meninggalkan kota itu," kata seorang pemuka komunitas Yahudi.

Tapi Reepalu mengatakan, dukungan buta komunitas Yahudi pada Israel membuat situasi orang-orang Yahudi makin sulit. "Saya berharap komunitas Yahudi mengecam pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza. Tapi mereka malah melakukan aksi unjuk rasa mendukung Israel di alun-alun kota," tukas Reepalu.

Meski demikian, ia menghimbau komunitas Muslim sepenuhnya menyalahkan komunitas Yahudi atas apa yang dilakukan Israel. "Saya juga berharap komunitas Muslim di Malmö menegaskan bahwa komunitas Yahudi di kota ini selayaknya tidak diseret-seret dalam konflik Israel-Palestina," himbau walikota.

Orang-orang Yahudi Israel menjadikan Zionisme sebagai Zionisme sebagai konsep sosialisme nasional Yahudi. Pada tahun 1975, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 3379, yang menyatakan "Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme dan diskriminasi rasial." Tapi resolusi itu dicabut pada tahun 1991. (ln/imemc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang