Wapres AS: Operasi Militer ke Pakistan Kemungkinan Ditingkatkan

Selasa, 27/01/2009 14:14 WIB | Arsip | Cetak

Perubahan yang dijanjikan pemerintahan Obama terutama terhadap dunia Islam makin jauh dari harapan. Pemerintahan Obama tetap meminta Iran untuk menghentikan program nuklirnya, dan sekarang pemerintahan Obama menyatakan bahwa Pentagon tidak akan segan-segan melakukan serangan baru ke ke wilayah Pakistan, terutama yang berbatasan dengan perbatasan Afghanistan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden AS Joe Biden, dengan alasan untuk mengejar anggota dan pendukung al-Qaidah yang dicurigai AS bersembunyi di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

"Saya katakan bahwa Presiden AS selama masa kampanyenya dan dalam debat-debatnya mengatakan bahwa jika ada target yang karenanya harus dilakukan tindakan, yaitu target tingkat tinggi berupa personel al-Qaida, maka Presiden tidak akan ragu mengambil tindakan untuk menghadapi mereka," kata Biden seperti dikutip sejumlah media massa Pakistan.

Biden menegaskan hal tersebut setelah militer AS lagi-lagi menembakkan misilnya ke wilayah Waziristan, Pakistan hari Jumat kemarin yang menewaskan 22 orang. Para komandan militer AS mengatakan, mereka sudah melakukan konsultasi dengan Obama sebelum melakukan serangan tersebut.

Sama seperti Bush, Obama mengancam akan melakukan invasi dan mengirimkan pasukan daratnya ke wilayah Pakistan untuk memburu para "teroris", meski tidak mendapat izin dari pemerintah Pakistan. Selain mengisyaratkan akan meningkatkan operasi militernya ke Pakistan, Obama menyalahkan pendahulunya, George W. Bush yang dinilainya sudah melakukan kesalahan karena mengalihkan perhatian ke Irak sebelum menyelesaikan perang melawan terornya di Afghanistan dan Pakistan.

Sekarang, di masa pemerintahannya, Obama lebih menekankan wilayah Pakistan dan Afghanistan sebagai front terdepan dari apa yang disebut AS sebagai perang melawan terorisme. AS dan sekutu-sekutunya menuding Pakistan tidak banyak melakukan sesuatu untuk mencegah serangan terhadap konvoi kendaraan milik AS dan negara-negara asing lainnya yang mengirimkan bahan perbekalan untuk pasukan mereka di Afghanistan. Tudingan inilah yang dijadikan dasar bagi AS untuk menyerang wilayah Pakistan sehingga menimbulkan ketegangan hubungan antara kedua negara dan memicu sentimen anti-AS di kalangan rakyat Pakistan.

Pakistan menilai serangan AS merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara Pakistan dan menyebabkan kemarahan rakyat Pakistan. Sejak pemerintahan Pakistan yang baru berkuasa, militer AS di Afghanistan sudah melakukan 33 kali tembakan misil ke wilayah pedalaman Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang