Warga Irak Lebih Peduli Sepakbola Daripada Pemilu

Rabu, 25/11/2009 11:11 WIB Cetak |  Kirim

Banyak warga Irak lebih prihatin dengan larangan bertanding tim sepak bola nasional mereka oleh FIFA daripada melanjutkan perdebatan atas undang-undang pemilihan umum mendatang.

"Kami tidak tertarik dengan pemilu. Ini cerita lama yang sama dan tidak ada yang bagus dari semua hal itu," kata Israa Munthar kepada Reuters pada Selasa kemarin (24/11).

"Sepak bola 100 kali lebih penting daripada Pemilu."

Pemilihan umum, yang dijadwalkan untuk bulan Januari tahun depan, kemungkinan besar akan tertunda karena sebuah kesepakatan adanya amandemen undang-undang pemilu pada hari Senin yang lalu dan hal ini veto untuk kedua kalinya oleh wakil President Tareq al-Hashemi.

Anggota parlemen Syiah dan Kurdi pada hari Senin lalu mengamandemen sebuah undang-undang yang akan meningkatkan jumlah kursi parlemen untuk wilayah Kurdi yang otonom dan mengurangi jumlah kursi untuk daerah warga Sunni.

Jika kedua hak veto digunakan, DPR dapat membatalkan hal itu dengan mengesahkan undang-undang pemilu dengan 60 persen mayoritas.

Anggota parlemen dari aliansi Syiah dan Kurdi  akan melampaui batas dengan sekitar 30 suara untuk cadangan dalam 275 kursi majelis.

Komisi pemilihan telah memperingatkan bahwa melanjutkan penundaan atas undang-undang pemilu akan mengancam persiapan penjadwalan tanggal pemungutan suara, yang saat ini dijadwalkan untuk paruh kedua bulan Januari tahun depan.

Di bawah konstitusi, pemilihan umum - yang kedua sejak invasi - harus diadakan pada tanggal 31 Januari 2010.

Banyak yang mengatakan pemilu itu penting karena bermaksud untuk membuka jalan bagi penarikan sebagian pasukan AS dari Irak tahun depan.

"Saya ragu akan diadakannya pemilu setelah melihat kinerja orang-orang yang menyebut diri mereka politisi," kata Mamdouh al-asap Qubaysy seorang pensiunan yang sedang kongkow di sebuah warung kopi.

Sedangkan Louay Kareem, seorang buruh harian berpendapat sama dengan Mamdouh.

"Apakah pemilu ditunda atau tidak, tidak ada bedanya."

Mempersatukan

Meskipun pentingnya undang-undang pemilihan dan pemilu dapat membentuk masa depan Irak, banyak orang yang lebih prihatin dengan larangan FIFA.

"Sepak bola lebih penting, dan tidak seharusnya dipolitisasi," tegas al-Qubaysy.

Pekan lalu FIFA Memutuskan untuk menghentikan Irak dari keikut sertaan mereka di persepak bolaan internasional untuk alasan karena campur tangan pemerintah di Asosiasi Sepak Bola Irak.

Persengketaan bermula disebabkan adanya usaha yang dipimpin oleh otoritas pemerintah yang mayoritas Syiah untuk merebut kendali atas sebuah asosiasi sepak bola nasional Irak yang selama ini didominasi oleh tokoh-tokoh olahraga dari era pemerintahan Saddam Husein.

Sepak bola telah dilihat sebagai alat kekuatan pemersatu yang sangat kuat di Irak yang dilanda perang, di mana isu sektarianisme semakin meningkat sejak invasi AS pada tahun 2003.

"Sepak bola lah yang membawa semua orang Irak bersama," kata Al-Qubaysy.

"Sepak bola telah menjadikan kaum kelompok Sunni, Syiah dan Kurdi bersama-sama," ujar Munthar, berbicara kepada sekelompok wanita yang sedang berbelanja.

Puncak dari kekerasan sektarian di tahun 2007, tim sepak bola Irak memberikan kejutan dengan menang di Piala Asia dan membawa senyum yang sudah lama hilang di wajah banyak warga Irak.

Irak dari semua Etnis dan afiliasi keagamaan bersatu dalam merayakan kemenangan tim nasional mereka.

Kareem, seorang buruh, mengatakan sepak bola, seperti politik, adalah hal kecil yang ajaib yang membawa kebahagiaan dan warga Irak telah lama menunggu saat-saat persatuan itu terjadi.

"Sepak bola merupakan satu hal yang membawa kebahagiaan dan membawa negara bersama-sama." (fq/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG