Warga Prancis Protes Impor Produk "Haram" Israel

Selasa, 09/03/2010 15:23 WIB | Arsip | Cetak

Ribuan warga Prancis berunjuk rasa, menentang impor produk-produk Israel yang diproduksi di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Para pengunjuk rasa yang datang dari seluruh penjuru Prancis itu melakukan aksi protesnya di sepanjang jalan di Pelabuhan Sete, Mediterania, dimana terdapat perusahaan eksportir terbesar Israel, Agrexco.

Pemerintah Israel menguasai lebih dari 50 persen saham perusahaan yang mendistribusikan lebih dari 300.000 ton buah-buahan dan sayuran asal Israel ke berbagai negara Eropa. "Uni Eropa dan Israel sudah menyetujui bahwa Israel akan mendapatkan preferensi pajak impor dengan satu syarat, produk-produk itu tidak berasal dari wilayah pendudukan Israel di Palestina. Tapi kami tahu bahwa Agrexco menghasilkan produk-produknya dari wilayah-wilayah pendudukan dan masih menikmati fasilitas pengurangan pajak," kata Sekretaris Jenderal Tannich Coupe Sud de France.

Prancis adalah satu dari 10 negara teratas yang menjadi partner bisnis Israel. Selama ini, para aktivis dan warga Prancis yang kritis menyuarakan kampanye menolak produk-produk Israe yang dihasilkan dari wilayah jajahan Israel di Palestina. Bulan Februari kemarin, Mahkamah Agung Uni Eropa mengeluarkan keputusan bahwa produk-produk Israel yang dihasilkan dari kawasan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina di Tepi Barat, tidak bisa dianggap sebagai produk Israel. Itu artinya, produk-produk bersangkutan tidak bisa menikmati fasilitas kemudahan yang tercantum dalam kesepakatan perdagangan antara Israel dan Uni Eropa.

Salah satu peserta aksi unjuk rasa boikot produk Israel adalah sineas asal Israel, Eyal Sivan. "Ini adalah kampanye stigmatisasi. Kemungkinan kehancuran ekonomi Israel bukan sebuah ilusi. Citra Israel yang menjadi target aksi protes kami," kata Sivan.

Perusahaan-perusahaan Israel yang berdiri di wilayah pemukiman ilegal di Tepi Barat memproduksi antara lain minuman anggur, kosmetik, perlengkapan komputer dan produk pangan. Warga Palestina sejak lama sudah memprotes dan mengatakan bahwa produk-produk Israel yang dihasilkan dari pemukiman-pemukiman Yahudi ilegal di wilayah Palestina selayaknya tidak mendapatkan hak istimewa dalam kesepakatan perdagangan. Para aktivis pro-Palestina juga secara ruin melakukan protes terhadap supermarket-supermarket di Eropa yang menyediakan produk-produk "haram" Israel. yang dihasilkan dari wilayah jajahannya di Tepi Barat, Palestina. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang