Warga Somalia Menolak Al-Shabab

Ratusan warga Somalia berunjuk rasa di kota Mogadishu, memprotes kelompok Islamis Al-Shabab. Para pengunjuk rasa membakar bendera Al-Shabab yang dianggap menjadi biang keladi atas aksi-aksi teror serangan bom termasuk serangan bom bunuh diri yang terjadi pekan kemarin, yang menewaskan 22 orang, tiga diantaranya menteri kabinet pemerintah Somalia.
Selain membakar bendera Al-Shabab, mereka melakukan long-march sambil meneriakan kecaman terhadap kelompok Islamis yang mulai menguasai sebagian besar wilayah Somalia itu. "Tolak Al-Shabab", "Kami tidak butuh kekerasan", demikian teriakan para pengunjuk rasa. Aksi long march berhenti di depan Universitas Benadir tempat terjadi insiden bom bunuh diri yang menewaskan banyak mahasiswa universitas yang sedang diwisuda.
Para pengamat di Mogadishu menyatakan, aksi protes warga Mogadishu terhadap kelompok Islamis Al-Shabab merupakan aksi yang tak terduga dan baru kali ini warga memprotes Al-Shabab yang dituding berada di belakang aksi-aksi kekerasan di Somalia.
"Kami tidak bisa mentoleransi pembunuhan yang membabi buta, mulai sekarang semua orang harus bilang 'tidak' pada kekerasan," kata Muhubo Adan Kheyre, salah seorang peserta aksi unjuk rasa.
"Serangan bom bunuh diri kemarin merupakan 'pesan yang jelas bagi seluruh penduduk negeri ini' bahwa kekerasan tidak pandang bulu, oleh sebab itu kita harus mulai melawan pelaku kekerasan," tambah peserta aksi protes bernama Yusuf Sahal.
Sebagian besar yang ikut aksi unjuk ras di Mogadishu adalah keluarga korban serangan bom bunuh diri yang terjadi saat acara wisuda di Universitas Benadir pekan kemarin. Al-Shabab sudah membantah terlibat dalam insiden berdarah tersebut. (ln/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Kisah Seorang Wanita Miskin di Yaman, Sapi tua dan Jalur Gaza
Selasa, 08/12/2009 13:56 WIB - Suami-Suami 'Sayang' Istri di Arab
Selasa, 08/12/2009 13:30 WIB - Erik Prince, Lelaki Di Balik Blackwater Amerika
Selasa, 08/12/2009 13:05 WIB - Anak-Anak Prajurit AS Mengalami Gangguan Mental
Selasa, 08/12/2009 10:09 WIB - Rasmussen Membuka KTT Kopenhagen
Selasa, 08/12/2009 09:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




