Warganya Terkait Pembunuhan Mabhuh, Australia Kirim Polisinya ke Israel
Australia pada hari Selasa (2/3) mengatakan bahwa mereka akan mengirim polisi ke Israel untuk menyelidiki bagaimana paspor Australia dapat digunakan dalam sebuah plot pembunuhan yang menewaskan seorang tokoh senior Hamas di Dubai.
Sebuah tim dari Australian Federal Police (AFP) dan Kantor urusan Paspor Australia akan pergi menuju Israel untuk melakukan penyelidikan atas pelanggaran paspor menyusul terjadinya pembunuhan terhadap Mahmud al-Mabhuh.
"(Kami) bukan ingin mempengaruhi proses penyelidikan dengan pergi ke Israel," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan.
"Australia mengharapkan pemerintah Israel, para pejabat dan lembaga-lembaga terkait, untuk dapat bekerjasama sepenuhnya dengan para penyelidik dari Australia."
Surat kabar The Australian mengatakan polisi akan mewawancarai tiga warga Australia yang tinggal di Israel - Nicole McCabe, Adam Korman dan Yosua Bruce - karena paspor mereka berada di antara 26 dokumen perjalanan asing yang digunakan oleh para pembunuh Mabhuh.
Agen rahasia Australia ASIO juga terlibat dalam penyelidikan, kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan. Namun dia tidak mengatakan apakah petugas ASIO akan turut melakukan perjalanan ke Israel.
Australia mengecam penyalahgunaan paspor negara mereka dan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith dan Duta Besar Israel Yuval Rotem akhir bulan lalu telah mendiskusikan masalah ini.
Pemerintah telah mengadakan kontak dengan tiga warga Australia bersangkutan dan menawarkan mereka dukungan dan bantuan, kata juru bicara urusan luar negeri.
Agen mata-mata Israel, Mossad secara luas diduga kuat yang melaksanakan pembunuhan terhadap Mabhuh, meski Israel tidak membenarkan ataupun membantah keterlibatan mereka. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- 18 Orang Tewas Dalam Sebuah Ledakan Toko Di Yaman
Selasa, 02/03/2010 15:46 WIB - Ulama di Inggris Terbitkan Fatwa Soal Al-Qaida dan Aksi Bom Bunuh Diri
Selasa, 02/03/2010 14:30 WIB - Pimpinan Gereja Uganda Kecam Hukuman Mati bagi Kaum 'Gay'
Selasa, 02/03/2010 13:56 WIB - Pesta Pernikahan Warga Lebanon Di Jerman Jadi Ajang 'Pertempuran'
Selasa, 02/03/2010 13:33 WIB - Perusahaan Raksasa AS Pecat Seorang Muslimah Karena Berjilbab
Selasa, 02/03/2010 12:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




