Wawancara Al-Mabhuh: "Kami Menyamar Seperti Pemukim Yahudi"

Jumat, 19/03/2010 15:59 WIB | Arsip | Cetak

Situs Israel mengutip wawancara Mahmoud Al-Mabhuh, komandan Hamas yang dibunuh di Dubai, dengan stasiun televisi Al-Jazeera. Wawancara yang dilakukan setahun yang lalu itu, untuk pertamakalinya ditayangkan oleh stasiun televisi yang berbasis di Qatar.

Dalam wawancara itu Al-Mabhuh mengungkapkan pengalamannya melakukan operasi penculikan terhadap prajurit Israel. Pada tanggal 16 Februari 1989, dua anggota Hamas menculik seorang prajurit Israel-diduga bernama Avi Sasportas-yang sedang berjalan-jalan di dekat pos militer Israel. "Kami berpakaian seperti layaknya pemukim Yahudi dan mengenakan kippa di kepala kami seperti yang dikenakan para rabbi," kata Al-Mabhuh.

Lalu, kata Al-Mabhuh, rekannya dalam operasi itu yang biasa dipanggil "Abu Sihab" mengatakan bahwa "Kita melihat seorang tentara Israel". "Dia memberi insyarat pada kami di tepi jalan dan kami berhenti. Kami bertanya 'mau kemana?' dan tentara itu menjawab 'Ashkelon'. Dan kami mengajaknya untuk menumpang ke mobil kami," tutur Al-Mabhuh dalam wawancara itu.

Ia melanjutkan, sesuai rencana, para penculik membawa prajurit Israel itu sejauh tiga kilometer sebelum menembaknya sebanyak dua kali di bagian muka dengan pistol. Keesokan harinya, jenazah prajurit Israel itu dimakamkan.

Tapi pihak Israel baru menemukan mayat yang mereka sebut mayat Avi Sasportas, setelah 81 hari melakukan pencarian dengan mengerahkan ribuan polisi, tentara dan tenaga relawan. Mayat Sasportas ditemukan tepatnya pada bulan Mei 1989 di sebuah lapangan terbuka dekat persimpangan jalan tempat prajurit Israel itu diduga diculik. Sejak itu, Israel menuding Al-Mabhuh sebagai dalang penculikan dan pembunuhan Sasportas.

Dalam wawancara di Al-Jazeera, Al-Mabhuh mengatakan bahwa tujuannya menculik prajurit Israel adalah membebaskan saudara-saudaranya yang berada di penjara Israel serta menggeser perang ke wilayah perbatasan 1948 untuk mempermalukan Israel. "Persiapannya tidak gampang dan membutuhkan waktu satu bulan. Kami harus menggali tanah di sebuah perkebunan yang akan digunakan sebagai tempat untuk menawan tentara-tentara Israel yang akan kami culik," ungkap Al-Mabhuh.

Situs Israel menyebutkan, Al-Jazeera menayangkan wawancara itu sebagai tayangan terakhir dari serial yang menceritakan tentang "Unit 101" Hamas. Unit itu didirikan oleh Al-Mabhuh dan salah seorang rekannya atas perintah pemimpin senior Hamas, Salah Sahade. Misi dari unit itu adalah menculik prajurit Israel yang akan digunakan untuk menekan Israel agar membebaskan para tahanan Palestina. (ln/Ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang