Yahudi Yaman Menolak Dipindahkan ke Israel

Kamis, 07/01/2010 07:14 WIB | Arsip | Cetak

Orang-orang Yahudi di Yaman menolak dipindahkan ke Israel meski muncul spekulasi bahwa AS kemungkinan akan menggelar perang baru di negeri itu dengan dalih memberangus kelompok Al-Qaida.

Moshe Nahum, pejabat dari World's Jewish Congress Foundation mengatakan, selama tiga dekade belakangan ini pihaknya sudah mencoba membujuk orang-orang Yahudi di Yaman agar mau pindah ke Israel, mulai dari mendatangkan tim dari New York dan London, menjanjikan sejumlah uang dan keuntungan-keuntungan lainnya jika mereka mau pindah ke Israel. Tapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Komunitas Yahudi di Yaman yang jumlah tidak besar tetap memilih tinggal di negara Arab itu.

"Mereka takut kehilangan apa yang telah mereka miliki di Yaman, kata Nahum dalam wawancara dengan harian Israel Yediot Ahronot, edisi Selasa (5/1)

Di Yaman terdapat sekitar 300 orang Yahudi yang mayoritas tinggal di ibukota Yaman, Sanaa. Diantara komunitas Yahudi itu, beberapa diantaranya sudah masuk Islam.

Yaman kini sedang menjadi sasaran baru 'permainan' perang melawan teror negara AS. Dengan dukungan militer AS dan Arab Saudi, negara Yaman membombardir tempat-tempat yang diklaim sebagai basis para pejuang syiah di negeri itu. Bersama AS pula, militer Yaman menggempur tempat-tempat yang dicurigai sebagai sel-sel jaringan Al-Qaida di Semenanjung Arab.

Tapi sejumlah pejabat lokal dan saksi mata mengatakan, serangan-serangan yang dilakukan pasukan gabungan Yaman-AS-Saudi menewaskan banyak warga sipil. Sejumlah media massa AS bahkan mengatakan bahwa warga sipil yang tewas kebanyakan akibat serangan yang dilakukan tentara-tentara AS.

Hari Selasa kemarin, Menlu AS Hillary Clinton menyatakan bahwa ketidakstabilan kemanan di Yaman merupakan ancaman bagi keamanan di kawasan dan stabilitas keamanan global. Untuk Washington, kata Clinton, akan memperkuat kerjasama dengan sekutu-sekutunya untuk memutuskan "cara apa yang paling baik" untuk merespon ancaman itu.

Clinton juga menekan pemerintah Yaman agar segera menentukan langkah untuk memulihkan keamanan di negeri itu atau Yaman akan kehilangan dukungan Barat. Begitulah cara licik AS untuk mengobarkan perang barunya di negara-negara Muslim dengan cara mengkambinghitamkan Al-Qaida. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang