Yahudi Yaman Menolak Dipindahkan ke Israel
.jpg)
Orang-orang Yahudi di Yaman menolak dipindahkan ke Israel meski muncul spekulasi bahwa AS kemungkinan akan menggelar perang baru di negeri itu dengan dalih memberangus kelompok Al-Qaida.
Moshe Nahum, pejabat dari World's Jewish Congress Foundation mengatakan, selama tiga dekade belakangan ini pihaknya sudah mencoba membujuk orang-orang Yahudi di Yaman agar mau pindah ke Israel, mulai dari mendatangkan tim dari New York dan London, menjanjikan sejumlah uang dan keuntungan-keuntungan lainnya jika mereka mau pindah ke Israel. Tapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Komunitas Yahudi di Yaman yang jumlah tidak besar tetap memilih tinggal di negara Arab itu.
"Mereka takut kehilangan apa yang telah mereka miliki di Yaman, kata Nahum dalam wawancara dengan harian Israel Yediot Ahronot, edisi Selasa (5/1)
Di Yaman terdapat sekitar 300 orang Yahudi yang mayoritas tinggal di ibukota Yaman, Sanaa. Diantara komunitas Yahudi itu, beberapa diantaranya sudah masuk Islam.
Yaman kini sedang menjadi sasaran baru 'permainan' perang melawan teror negara AS. Dengan dukungan militer AS dan Arab Saudi, negara Yaman membombardir tempat-tempat yang diklaim sebagai basis para pejuang syiah di negeri itu. Bersama AS pula, militer Yaman menggempur tempat-tempat yang dicurigai sebagai sel-sel jaringan Al-Qaida di Semenanjung Arab.
Tapi sejumlah pejabat lokal dan saksi mata mengatakan, serangan-serangan yang dilakukan pasukan gabungan Yaman-AS-Saudi menewaskan banyak warga sipil. Sejumlah media massa AS bahkan mengatakan bahwa warga sipil yang tewas kebanyakan akibat serangan yang dilakukan tentara-tentara AS.
Hari Selasa kemarin, Menlu AS Hillary Clinton menyatakan bahwa ketidakstabilan kemanan di Yaman merupakan ancaman bagi keamanan di kawasan dan stabilitas keamanan global. Untuk Washington, kata Clinton, akan memperkuat kerjasama dengan sekutu-sekutunya untuk memutuskan "cara apa yang paling baik" untuk merespon ancaman itu.
Clinton juga menekan pemerintah Yaman agar segera menentukan langkah untuk memulihkan keamanan di negeri itu atau Yaman akan kehilangan dukungan Barat. Begitulah cara licik AS untuk mengobarkan perang barunya di negara-negara Muslim dengan cara mengkambinghitamkan Al-Qaida. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Mesjid di Kanada Dilempar Molotov
Kamis, 07/01/2010 05:40 WIB - Intrik Di Balik Pemilu Ikhwan?
Rabu, 06/01/2010 19:44 WIB - Imam Anwar Awlaki; Usamah Bin Laden Selanjutnya?
Rabu, 06/01/2010 19:26 WIB - Arab, Bukan Lagi Negara-Negara Kaya?
Rabu, 06/01/2010 19:22 WIB - Utang-Utang Amerika, Dari Satu Presiden Ke Presiden Lainnya
Rabu, 06/01/2010 19:14 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




