Yahudi Zionis Dalangi Penyebaran DVD Film Anti-Islam di AS

Sabtu, 27/09/2008 16:06 WIB Cetak |  Kirim

Di tengah antusias masyarakat AS mengikuti proses pemilihan presidennya yang baru, mereka dikejutkan dengan kiriman DVD film yang isinya membeberkan bahaya dari apa yang oleh film itu disebut sebagai radikal Islam. Film berjudul "Obsession:Radical Islam's War against the West" yang dibuat tahun 2006 itu, isinya sangat menyudutkan umat Islam.

DVD itu diproduksi dan dikirim secara gratis ke sekitar 28 juta warga AS dan 70 kantor surat kabar di negeri itu, oleh lembaga non-profit Clarion Fund. Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan oleh pembuat film asal Kanada bernama Raphael Shore. Dalam film itu ditampilkan wawancara dengan sejumlah nara sumber yang selama ini dikenal dengan pandangan-pandangannya yang anti-Islam, seperti Martin Gilbert, Daniel Pipes dan Steve Emerson. Selain itu, juga ditampilkan potongan-potongan berita dari sejumlah televisi Arab dan potongan-potongan film sejarah tentang aksi-aksi serangan terorisme yang pernah terjadi yang tujuannya untuk menakut-takuti warga AS dan warga Muslim tentang betapa bahayanya kelompok-kelompok radikal Islam.

Beredarnya DVD ini memicu protes dari warga Muslim AS. Wadah organisasi Muslim AS Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah menyampaikan protesnya pada Komisi Pemilu Federal AS (FEC) hari Rabu kemarin. CAIR mendesak agar dilakukan penyelidikan apakah Clarion Fund telah melakukan pelanggaran. Sejauh ini belum terungkap apa sebenarnya motif Clarion Fund mengedarkan DVD film tersebut di tengah berlangsungnya proses pemilu presiden AS. Namun, berita surat kabar St Petersburg Times edisi Jumlat (26/9) memberikan titik terang tentang siapa yang berada dibalik tindakan Clarion Fund menyebarkan DVD yang bisa memicu kebencian terhadap umat Islam itu.

St. Petersbur Times dalam laporannya menyatakan, sebuah lembaga amal Yahudi diduga berada dibalik penyebaran DVD yang dilakukan Clarion Fund. Menurut surat kabar itu, Jubir Clarion Fund  Gregory Ross terdaftar sebagai penggalang dana internasional untuk lembaga  Aish Ha Torah, sebuah lembaga sosial Israel yang didirikan di Israel tahun 1970-an. Lembaga ini ikut dalam penggalangan dana federal untuk pemilu sejak Juni 2007.

 Meski demikian, Ross menolak untuk buka mulut siapa penyandang dana DVD "Obsession" yang disebarkannya. "Kita tidak perlu mengatakan siapa sutradaranya atau memberikan informasi-informasi finansial sampai tanggal 6 November 2008.

Selain Ross, ada nama Elke Bronstein yang naman dan emailnya tercantum dalam film "Obsession". Bronstein bekerja untuk Aish Discovery yang memproduksi program acara tentang perkembangan teknologi dan film-film untuk Aish Ha Torah. Sementara alamat Clarion Fund, menurut bantuan direktori Manhattan, sama dengan dengan alamat Aish Ha Torah Internasional. Setelah ditelusuri, masih menurut surat kabar St Petersburg Times, Clarion Fund dan Aish Ha Torah Internasional juga terhubung dengan kelompok HonestReporting, yang memproduksi berbagai film dokumenter anti-Islam.Bukti lainnya, yang mengaitkan Clarion Fund dengan kelompok Yahudi adalah, dua dari tiga direktur Clarion Fund tertera sebagai pegawai di situs Aish pada tahun 2006. Sedangkan direktur satunya lagi, tercatat sebagai anggota komite eksekutif Aish.

Jati diri lembaga Clarion terungkap dua hari setelah CAIR menyampaikan protesnya pada FEC dan meminta dilakukan penyelidikan terhadap Clarion Fund, apakah lembaga itu lembaga penggalang dana untuk Israel.

"Warga AS peserta pemilu berhak tahu apakah mereka menjadi target dari sebuah kampanye bernilai jutaan dollar dan apakah mereka sudah disetir oleh kelompok asing yang ingin menimbulkan histeria anti-Islam sebagai cara untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden kita," kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif CAIR.

Dalam protes yang diajukan CAIR ke FEC disebutkan bahwa Clarion Fund bertindak atas nama Aish Ha Torah untuk membantu kandidat presiden dari Partai Republik, John McCain dalam pemilu bulan November mendatang. (ln/iol)

 


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG