Yap-Bahjin : Muslimah Filipina Pertama yang Menjadi Duta Besar

Senin, 01/06/2009 13:45 WIB | Arsip | Cetak

Yap-Bahjin nomer tiga dari kiri

Seorang wanita Muslim Filipina untuk pertama kalinya membuat sejarah dalam dunia diplomatik ketika pihak berwenang Filipina mengkonfimasikan bahwa ia menjadi duta besar untuk kerajaan Bahrain.

Corazon Yap-Bahjin menjadi wanita muslim Filipina pertama yang menjabat sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh, kata sebuah pernyataan dari departemen luar negeri Filipina dalam rilisnya pada hari Jumat lalu.

Pada tahun 1979, ia juga menjadi muslim Filipina pertama yang lulus ujian di departemen luar negeri. Ujian tersebut diperlukan untuk bisa bergabung pada departemen luar negeri Filipina.

Neneknya dan suami terakhirnya - Datuk Samsuddin Rasul Bahjin berasal dari provinsi Sulu.

Sebelumnya ia menjabat sebagai asisten sekretaris untuk personil di kantor departemen luar negeri di kota Pasay. Dia juga menjabat sebagai asisten sekretaris perencanaan strategis dan kebijakan koordinasi.

Dia juga pernah menjadi konjen untuk Kairo Mesir, Amman Yordanian, Bangkok dan Xiamen China.

Sebelum ia menjadi diplomat karir, Bahjin adalah seorang pendidik.

Dia lulus cum laude dari University of Santo Tomas pada tahun 1967 dengan gelar Bachelor of Science dalam Pendidikan dan memperoleh Master of Arts dalam Ilmu Sosial dari Universitas Filipina pada 1974. Dia kemudian mengajar di Holy Trinity College di Palawan, kemudian di Centro escolar University, dan kemudian di Palawan State University, di mana ia menjadi asisten profesor.

Bahjin tergabung di dalam daftar singkat muslim Filipina yang berkarir sebagai diplomat, termasuk Bahnarim Guinomla, mantan duta besar Turki dan sekarang asisten sekretaris untuk Mindanao; Usop Kadatua, konsul umum dan wakil ketua dari misi di dhaka; Calon Gutoc, mantan duta besar untuk Oman, dan Mukhtar Muallam , mantan duta besar untuk Libya.

Terdapat beberapa Muslim Filipina di kementrian luar negeri, namun bukan sebagai diplomat tetapi ditunjuk untuk melayani duta besar luar biasa dan berkuasa penuh diantaranya adalah Alunan Glang (Kuwait), Ibarhim Rasul (Kerajaan Arab Saudi) dan Mauyag Tamano (Kuwait).(fq/manilatimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang