Doha, Ulama Islam terkemuka Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi menyatakan jika dirinya menyembunyikan beberapa fatwa seputar isu-isu kontemporer (qadhaya mu'ashirah). Hal ini untuk menghindari kesalahafahaman dan penyalahgunaan serta timbulnya waswas dikalangan awam.
Al-Qardhawi menjelaskan hal tersebut saat memberikan materi pada Seminar Peringatan Wafatnya Ulama Qatar terkemuka Syaikh Abdullah ibn Zayid Ali Mahmud yang digelar oleh Kementrian Wakaf Qatar pada Kamis (23/4) kemarin.
"Banyak ulama yang sengaja menyimpan dan menyembunyikan ijtihad dan fatwa mereka yang tidak sejalur dengan pendapat atau ijtihad umum. Hal ini mereka lakukan untuk kemaslahatan umat yang awam," ungkap al-Qardhawi.
Ketua Persatuan Internasional Ulama Muslim (al-Ittihad al-Alami li Ulama al-Muslimin) itu mengaku, dirinya juga melakukan hal demikian.
Salah satu fatwa yang disembunyikannya adalah hukum bolehnya bersalaman seorang lelaki dengan perempuan asing dalam keadaan darurat.
"Tapi hal tersebut di dasarkan pada dua syarat, yaitu dalam keadaan darurat dan aman dari fitnah," paparnya.
Terkait salah satu fatwanya itu, al-Qardhawi mengisahkan saat ia menziarahi kampung halamannya di desa Shaft Turab, Provinsi Mahallah al-Kubra, di delta Mesir.
"Saat saya datang, banyak dari perempuan desa, utamanya para kerabat saya, semisal anak paman, bibi, dan tetangga yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman."
Fatwa tersebut pernah diungkapkan oleh al-Qardhawi dalam beberapa kesempatan majlis, tetapi tidak dipublikasikan karena menimbang kemaslahatan umum.
Terkait masalah fatwa dan ijtihad, al-Qardhawi menyemangati pada ulama untuk dapat berijtihad dengan baik, yang dapat memberikan penerangan kepada publik awam. Justru, al-Qardhawi mengecam pihak ulama yang kerap ber'tasyaddud' (keras) dan 'ta'sir' (menyusahkan) dalam fatwa mereka.
"Herannya, banyak dari kalangan orang-orang yang taat beragama yang justru lebih suka dengan ulama yang keras (mutasyaddid), dan tidak suka dengan ulama yang mujtahid," terang al-Qadhawi. (mht/L2)
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.