Yusuf al-Qardhawi: Banyak Fatwa yang Saya Sembunyikan

Sabtu, 25/04/2009 08:25 WIB | Arsip | Cetak

Doha, Ulama Islam terkemuka Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi menyatakan jika dirinya menyembunyikan beberapa fatwa seputar isu-isu kontemporer (qadhaya mu'ashirah). Hal ini untuk menghindari kesalahafahaman dan penyalahgunaan serta timbulnya waswas dikalangan awam.

Al-Qardhawi menjelaskan hal tersebut saat memberikan materi pada Seminar Peringatan Wafatnya Ulama Qatar terkemuka Syaikh Abdullah ibn Zayid Ali Mahmud yang digelar oleh Kementrian Wakaf Qatar pada Kamis (23/4) kemarin.

"Banyak ulama yang sengaja menyimpan dan menyembunyikan ijtihad dan fatwa mereka yang tidak sejalur dengan pendapat atau ijtihad umum. Hal ini mereka lakukan untuk kemaslahatan umat yang awam," ungkap al-Qardhawi.

Ketua Persatuan Internasional Ulama Muslim (al-Ittihad al-Alami li Ulama al-Muslimin) itu mengaku, dirinya juga melakukan hal demikian.

Salah satu fatwa yang disembunyikannya adalah hukum bolehnya bersalaman seorang lelaki dengan perempuan asing dalam keadaan darurat.

"Tapi hal tersebut di dasarkan pada dua syarat, yaitu dalam keadaan darurat dan aman dari fitnah," paparnya.

Terkait salah satu fatwanya itu, al-Qardhawi mengisahkan saat ia menziarahi kampung halamannya di desa Shaft Turab, Provinsi Mahallah al-Kubra, di delta Mesir.

"Saat saya datang, banyak dari perempuan desa, utamanya para kerabat saya, semisal anak paman, bibi, dan tetangga yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman."

Fatwa tersebut pernah diungkapkan oleh al-Qardhawi dalam beberapa kesempatan majlis, tetapi tidak dipublikasikan karena menimbang kemaslahatan umum.

Terkait masalah fatwa dan ijtihad, al-Qardhawi menyemangati pada ulama untuk dapat berijtihad dengan baik, yang dapat memberikan penerangan kepada publik awam. Justru, al-Qardhawi mengecam pihak ulama yang kerap ber'tasyaddud' (keras) dan 'ta'sir' (menyusahkan) dalam fatwa mereka.

"Herannya, banyak dari kalangan orang-orang yang taat beragama yang justru lebih suka dengan ulama yang keras (mutasyaddid), dan tidak suka dengan ulama yang mujtahid," terang al-Qadhawi. (mht/L2)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang