Buku 'Aku Mau Ayah'
Makna judul pada tulisan ini bukan menunjukkan bahwa seorang anak telah yatim. Tapi, lebih menunjukkan kerinduan seorang anak terhadap peran seorang ayah dalam keseharian mereka. Inilah mungkin ungkapan protes seorang anak terhadap ayahnya.
Protes anak terhadap ayahnya ini dituangkan seorang penulis inspiratif religius, Irwan Rinaldi dalam bukunya yang berjudul ‘Aku Mau Ayah’. Buku saku setebal 210 halaman ini sarat dengan autokritik terhadap sosok ayah dalam kehidupan anak-anaknya.
“Saya prihatin dengan kian minimnya peran ayah dalam keseharian anak-anak mereka. Ketika berangkat, anak-anak belum bangun tidur. Dan, ketika sang ayah pulang, anak-anak sudah tertidur,” ucap Irwan begitu prihatin.
Pada kurang lebih satu setengah jam, Irwan memaparkan kegundahannya terhadap sosok ayah dalam acara bedah buku ’Aku Mau Ayah’ di Jakarta, kemarin. ”Sudah begitu banyak anak yatim saat ini. Karena itu, jangan tambah anak-anak ’yatim’ dalam peran seorang ayah,” ujar penulis yang juga aktif dalam dunia akting ini.
Suami dari psikolog anak, Ery Sukresno ini pernah membitangi sebuah film ’Sang Murobbi’ yang menceritakan sosok seorang Ustadz Rahmat Abdullah dalam kancah dakwah Partai Keadilan Sejahtera.
Di antara judul-judul dalam buku itu, ada suatu ungkapan Irwan yang cukup menarik, ’Ayahku Seorang Politisi Busuk’. Inilah di antara judul yang mengambil sudut pandang seorang anak ketika lingkungan mereka memvonis ayah kebanggaan mereka ternyata dicap sebagai politisi busuk.
Dalam bukunya yang ketujuh ini, Irwan Rinaldi ingin menyampaikan pesan bahwa anak-anak adalah anugerah Allah yang begitu mahal. Jangan biarkan nilai tinggi ini menjadi susut karena kelengahan seorang yang bernama ’ayah’. Apa pun alasannya. Apakah karena atas nama bisnis, dakwah, partai, dan karir. mnh
Lainnya (Arsip)
- Ibunda Mensos Meninggal Dunia
Selasa, 24/11/2009 15:29 WIB - Wakaf Juz ‘Amma untuk Korban Gempa Sumbar
Senin, 23/11/2009 18:30 WIB - Mahasiswa Indonesia di Mesir Prakarsai Dialog Internasional I
Rabu, 18/11/2009 14:10 WIB - Soal Pemondokan Haji, PPIH Persilakan DPR Bentuk Tim Investigasi
Rabu, 18/11/2009 10:19 WIB - KISPA Silaturrahim ke Terengganu, Malaysia
Selasa, 17/11/2009 18:23 WIB
Info Umat
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




