Jengkol dan Poligami di KCB

Disebut-sebut poligami adalah rumor paling istimewa di kalangan agamis. Bahkan beberapa film religius menyisipkan hal itu untuk menggiring masyarakat yang penasaran untuk ke bioskop.
Ketika Cinta Bertasbih tak mengungkit masalah ini sebagai isu utama dari filmnya. Perjalanan kehidupan anak muda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University-Kairo, yang berpikiran mandiri dan kewirausahaan, dengan tidak mengabaikan keluarga dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama diakui menjadi daya tarik dari film yang memang nyaris menghabiskan satu bulan untuk syuting di Mesir.
Tetapi pada kenyataannya beberapa penonton wanita justru membawa “oleh-oleh” cerita poligami, yang memang disisipkan sebagai salah satu pesan positif yang bisa didapat dari film ini, untuk dibawa pulang dan menjadi rekomendasi di kantor atau lingkungannya, sehingga penonton film ini tidak pernah surut dari hari ke hari.
Heni (23th), yang bekerja di sebuah bank swasta menyatakan terharu sekaligus tergugah ketika tokoh Anna Althafunisa menyatakan ketidakrelaannya dipoligami. “Ternyata perempuan juga berhak mengajukan syarat saat dilamar, dan analogi jengkol itu mengena sekali lho! Itu yang saya ceritakan pada teman-teman kantor, akhirnya mereka pun menontonnya.”
Hal yang sama dikatakan Putri (18th), mahasiswi yang baru tiga bulan bertunangan, dan menonton Ketika Cinta Bertasbih di Bekasi. “Boleh-boleh aja sih kita dipoligami, tapi setelah syarat yang kita ajukan dipenuhi oleh laki-laki, dan pastinya itu tidak ringan!” Ujarnya sambil melirik sang kekasih yang menemaninya nonton. “Apa salah kalau kita keberatan dengan bau jengkol? Bukan berarti kita mengharamkan jengkol kan..” Katanya lagi, seakan mengulang dialog Anna Althafunisa dalam film.
Masalah jengkol yang memang menjadi analogi poligami di film ini malah menjadi penyampai pesan poligami yang pas di kalangan wanita, penonton film KCB. Saking merasa terwakili oleh tokoh Anna, sepulang menonton beberapa wanita saling berbisik, “Saya juga gak suka bau jengkol nih..”
Film yang memang dibuat menjadi dua bagian, persis seperti novelnya ini menyisakan banyak rasa penasaran bagi penontonnya. Namun tak lama lagi akan segera terjawab, karena Sinemart Pictures akan merilis seri keduanya, Film KCB 2 dalam waktu dekat.
Kembali ke jengkol, dalam promo tour-nya ke beberapa kota, Oki Setiana Dewi, yang berperan sebagai Anna pun sempat ditanyai penggemarnya, apakah ia memang aslinya tidak menyukai jengkol? “Duuh.. ada-ada saja,” ujarnya sambil senyum. foto: republika
Lainnya (Arsip)
- Hasil Kesimpulan Diskusi Tentang Penggunaan Vaksin Berenzim Babi
Senin, 29/06/2009 15:48 WIB - Menyoal Sekolah Bertaraf Internasional
Jumat, 19/06/2009 15:36 WIB - Masjid Muammar Qaddafi yang Indah
Rabu, 10/06/2009 11:24 WIB - Kesucian Cinta dalam Mega Film KCB
Rabu, 03/06/2009 13:54 WIB - Pemeran KCB Ngajar di SMUN 6 Jakarta
Rabu, 27/05/2009 10:33 WIB
Info Umat
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




