Jengkol dan Poligami di KCB

Senin, 29/06/2009 18:41 WIB | Arsip | Cetak

Disebut-sebut poligami adalah rumor paling istimewa di kalangan agamis. Bahkan beberapa film religius menyisipkan hal itu untuk menggiring masyarakat yang penasaran untuk ke bioskop.

Ketika Cinta Bertasbih tak mengungkit masalah ini sebagai isu utama dari filmnya. Perjalanan kehidupan anak muda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University-Kairo, yang berpikiran mandiri dan kewirausahaan, dengan tidak mengabaikan keluarga dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama diakui menjadi daya tarik dari film yang memang nyaris menghabiskan satu bulan untuk syuting di Mesir.

Tetapi pada kenyataannya beberapa penonton wanita justru membawa “oleh-oleh” cerita poligami, yang memang disisipkan sebagai salah satu pesan positif yang bisa didapat dari film ini, untuk dibawa pulang dan menjadi rekomendasi di kantor atau lingkungannya, sehingga penonton film ini tidak pernah surut dari hari ke hari.

Heni (23th), yang bekerja di sebuah bank swasta menyatakan terharu sekaligus tergugah ketika tokoh Anna Althafunisa menyatakan ketidakrelaannya dipoligami. “Ternyata perempuan juga berhak mengajukan syarat saat dilamar, dan analogi jengkol itu mengena sekali lho! Itu yang saya ceritakan pada teman-teman kantor, akhirnya mereka pun menontonnya.”

Hal yang sama dikatakan Putri (18th), mahasiswi yang baru tiga bulan bertunangan, dan menonton Ketika Cinta Bertasbih di Bekasi. “Boleh-boleh aja sih kita dipoligami, tapi setelah syarat yang kita ajukan dipenuhi oleh laki-laki, dan pastinya itu tidak ringan!” Ujarnya sambil melirik sang kekasih yang menemaninya nonton. “Apa salah kalau kita keberatan dengan bau jengkol? Bukan berarti kita mengharamkan jengkol kan..” Katanya lagi, seakan mengulang dialog Anna Althafunisa dalam film.

Masalah jengkol yang memang menjadi analogi poligami di film ini malah menjadi penyampai pesan poligami yang pas di kalangan wanita, penonton film KCB. Saking merasa terwakili oleh tokoh Anna, sepulang menonton beberapa wanita saling berbisik, “Saya juga gak suka bau jengkol nih..”

Film yang memang dibuat menjadi dua bagian, persis seperti novelnya ini menyisakan banyak rasa penasaran bagi penontonnya. Namun tak lama lagi akan segera terjawab, karena Sinemart Pictures akan merilis seri keduanya, Film KCB 2 dalam waktu dekat.

Kembali ke jengkol, dalam promo tour-nya ke beberapa kota, Oki Setiana Dewi, yang berperan sebagai Anna pun sempat ditanyai penggemarnya, apakah ia memang aslinya tidak menyukai jengkol? “Duuh.. ada-ada saja,” ujarnya sambil senyum. foto: republika

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Info Umat

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang