Konsep Politik Ihsan

Redaksi – Selasa, 15 Ramadhan 1434 H / 23 Juli 2013 14:34 WIB

immKonsep Ihsan sudah di kenal jauh sebelum muncul nya sistim Demokrasi di Indonesia ataupun   dunia sekalipun sebagaimana kita ketahui kata Ihsan itu berasal dari bahasa Arab yang berarti “terbaik.” atau “kesempurnaan” sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rosulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah ra.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seseorang dan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Iman itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Yaitu engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, para utusan-Nya, dan beriman kepada Hari Kebangkitan akhir

Orang itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Islam, yaitu engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan salat fardhu, memberikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadhan“.

Orang itu kembali bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia selalu melihatmu“.

Orang itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, kapankah Hari Kiamat itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya. Apabila ada budak perempuan melahirkan majikannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila ada orang yang semula miskin menjadi pimpinan manusia, maka itu termasuk di antara tandanya. Apabila orang-orang yang tadinya menggembalakan ternak saling berlomba memperindah bangunan, maka itu termasuk di antara tandanya.

Ada lima hal yang hanya diketahui oleh Allah“.

Kemudian Rasulullah SAW membaca Surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja lah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal“.

Kemudian orang itu berlalu. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Panggillah orang itu kembali!“. Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat sesuatu pun. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Itu tadi adalah Jibril, yang datang untuk mengajarkan kepada manusia tentang agama mereka“.

Jika kita lihat sistim Demokrasi akhir-akhir ini jauh sekali dari harapan berbagai  kalangan Jika kita   melihat realita yang terjadi hari ini  ternyata  Praktek Demokrasi yang diterapkan di Indonesia merupakan sistim yang sangat mahal bahkan cenderung bertentangan dengan ajaran agama manapun salah satu contoh dalam pengambilan  sebuah keputusan saja perlu melibatkan begitu banyak orang dan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit padahal sesunguhnya pengambilan keputusan bisa diambil dengan cara yang cepat dengan kajian yang bersifat Ilmiah bukan berdasarkan suara terbanyak namun menyesatkan apalagi banyak persoalan yang manyangkut hajat hidup banyak orang.

Jika konsep Ihsan bisa diterapkan Dalam dunia Politik kebanggsaan di Indonesia dimana setiap pihak yang teribat dalam pengambilan keputusan dan Penentuan setiap kebijakan itu perlu menanamkan niat mencari Ridlo ALAH karena berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat dan harus menyadari bahwa apa yang dikerjakan adalah merupakan bentuk pengabdian kepada sang pencipta bukan kepada kelompok atau pimpian Partai politik bahkan yang cukup miris sesama partai islam atau partai Berbasis Islam saja tidak jarang meraka  berselisih akibat berbeda kepentingan.

Keyakinan atas segala perbuatan yang hendak dilakukan disaksikan oleh ALLAH akan menjadi sebuah benteng dari perbuatan yang akan merugikan Rakyat walaupun mereka tidak melihatnya Alla secara langsung tapi minima meraka myakini Allah selau mendampingi maka Sistim apapun yang diterapkan di Indonesia sesunguhnya tidak akan ada satupun kebijakan yang berakhir padakesengsaraan Rakyat sebaggaimana yang terjadi ahir-ahir ini bahkan saya meyakini Korupsi,Kolusi dan Nepotisme akan Terkikis secara perlahan dari Bumi pertiwi ini secara umum  konsep Politik Ihsan Itu adalah segala sesuatu yang berhubungan denggan kebijakan Publik yang diputuskan lewat mekanisme  politik hendaknya adalah sesuatu yang Terbaik  dan  sudah disempurnakan dan tidak bertentangan dengan ajaran  agama yang diakui di Indonesia  Wallahu A’lam

 

FAHMAN HABIBI

Sekjend DPP IMM

( IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH )

Info Umat Terbaru

blog comments powered by Disqus