Mahasiswa RI asal Sulawesi di Mesir Gelar Dialog "Karakteristik Studi Islam di Indonesia"

Selasa, 15/12/2009 16:25 WIB | Arsip | Cetak

ERAMUSLIM – KAIRO – Mahasiswa dan pelajar RI yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir, Sabtu, 12 Desember 2009 mengadakan acara dialog umum bertajuk "Karakteristik Studi-studi Islam di Indonesia.

Bertempat di Baruga Sulawesi, Sekretariat KKS yang dibangun atas swadaya masyarakat Sulawesi di Mesir dan donasi Jusuf Kalla ini, ketiga nara sumber yang terdiri dari: Prof. Dr. H. A. Salman Maggalatung, SH. MH., Dr. Wajidi Sayadi, M.Ag. dan Drs. Malkan, M. Ag dalam pengantar dialog masing-masing memaparkan perkembangan terkini seputar studi Islam di sejumlah perguruan tinggi Islam Indonesia.

Dialog berjalan lancar ditandai dengan antusias warga KKS mengikuti jalannya acara. Warga Sulawesi yang rata-rata pelajar dan mahasiswa di Mesir ini menyambut baik acara dengan melontarkan sejumlah pertanyaan dan tanggapan seputar studi Islam di Indonesia. Menariknya, ketiga nara sumber tersebut memberi klarifikasi atas stigma pendidikan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) yang dinilai banyak kalangan cenderng liberal belakangan ini.

Dengan tegas Prof. Salman mengatakan bahwa visi dan misi utama IAIN yang sebagian kini berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri itu, adalah mencetak ulama yang handal. "Visi IAIN kan jelas, bagaimana mencetak ulama yang handal", papar dosen IAIN Ambon ini.

Sejalan dengan itu, Dr. Wajidi sedikit menyinggung sejarah pergeseran pemikiran dan pola pendidikan di IAIN. Menurutnya, sejak tahun 1975, pasca terbitnya buku wajib di IAIN "Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya" yang ditulis oleh Prof.Dr.Harun Nasution, sedikit banyak mempengaruhi perkembangan pemikiran keislaman di IAIN. "Nah, nanti pada sekitar tahun 1975, muncullah sejumlah kalangan muda yang pikirannya sering kontroversial itu" ungkap penulis buku Hadis Tarbawi yang juga dosen di STAIN Pontianak ini.

Drs. Salman M.Ag, dosen STAIN Datokarama Palu, juga menambahkan dan setuju dengan pemaparan Dr. Wajidi bahwa pada dasarnya pendidikan Islam di IAIN tidak lepas dari tradisi kaum santri yang kental dengan penguasaan kitab kuning dan bahasa Arabnya.

Kedatangan ketiga nara sumber tersebut dalam rangka mengikuti program Short Course dari tanggal 1 sampai 16 Desember 2009 di sejumlah universitas dan lembaga keislaman di Mesir, seperti Universitas al-Azhar, Universitas Kairo, Dar el-Ifta dan lain-lain. Ketiganya tergabung dalam rombongan yang berjumlah 20 orang. Rombongan ini terdiri dari sejumlah Profesor Perguruan Tinggi Islam (UIN, IAIN, STAIN) yang tersebar di sejumlah provinsi di tanah air.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Info Umat

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang