Pergantian Pengurus Muhammadiyah cabang Jepang

Kamis, 21/01/2010 12:33 WIB | Arsip | Cetak

Pada hari Ahad, 10 Januari 2010 lalu, telah dilaksanakan rapat finalisasi pembentukan pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Jepang (PCIM Jepang) untuk periode 2010-2012. Rapat yang bertempat di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo (SRIT) tersebut juga dihadiri oleh ketua penasehat Muhammadiyah Jepang, Prof. Khalid Higuchi Mimasaka yang merupakan peneliti di Institute of Islamic Sciences Waseda University.

Dalam arahannya, Prof. Khalid Higuchi menekankan pentingnya Muhammadiyah untuk melebarkan area dakwahnya tidak hanya kepada orang Indonesia yang ada di Jepang saja, tetapi juga kepada orang Jepang itu sendiri. Semenjak didirikannya, Muhammadiyah cabang Jepang ini memang baru berkonsentrasi pada dakwah internal warga Muhammadiyah di Jepang itu sendiri.

Meski demikian, seperti diutarakan oleh Ketua Muhammadiyah cabang Jepang, Muhammad Kustiawan, sejak didirikannya Muhammadiyah cabang Jepang ini telah merintis silaturahim dengan lembaga-lembaga Islam lain di Jepang termasuk Japan Muslim Association yang merupakan salah satu penggerak dakwah Islam di kalangan orang Jepang.

Masih menurut Kustiawan, yang sehari-hari merupakan peneliti di Tokyo Kokushikan University ini, Muhammadiyah di Jepang dalam usianya yang masih tergolong muda, didirikan pada Agustus 2007, akan turut meramaikan dakwah Islam di Jepang yang telah diawali oleh kaum muslimin dari Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Malaysia. Selain itu, Muhammadiyah juga akan bahu-membahu dengan organisasi Islam dari tanah air lainnya seperti Nahdlatul Ulama yang telah lebih dahulu mendirikan cabangnya di Jepang.

Kepengurusan yang baru terbentuk ini adalah kepengurusan periode yang kedua semenjak didirikannya. Menurut sekretaris Muhammadiyah Jepang yang juga kepala SRIT, Nur Hidayat, selain ketua, sekretaris, dan bendahara, saat ini Muhammadiyah cabang Jepang memiliki 3 (tiga) bidang yaitu Bidang Tarjih dan Dakwah, Bidang Pengembangan Ekonomi, Kerjasama dan ZIS, serta Bidang Pendidikan dan Kader. Tidak seperti cabang-cabang Muhammadiyah lainnya di Indonesia, cabang di luar negeri ini disebut sebagai cabang istimewa karena tidak memiliki koordinasi vertikal di atasnya, yaitu pimpinan daerah Muhammadiyah.

Menjelang 100 tahun sejak didirikannnya, selain di Jepang, cabang Muhammadiyah di luarnegeri juga telah ada di beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Syiria, Mesir, Kanada, dan Inggris. Di Jepang sendiri, Muhammadiyah sudah mulai melebarkan aktivitas dakwahnya tidak hanya berpusat di Tokyo dan sekitarnya ( area Kanto ) saja, tetapi juga mulai ada perwakilan-perwakilan Muhammadiyah di Kyoto, Kyushu, dan Sendai.

Diharapkan ke depannya, Kyushu yang terletak di bagian selatan Jepang ini akan berkonsentrasi pada dakwah ke Jepang selatan, sedangkan Sendai yang lebih terletak di utara Jepang yang akan merambah dakwah ke Jepang bagian utara. Sedangkan untuk dakwah Muhammadiyah di Jepang bagian tengah akan dimulai di area Kanto dan Kyoto.

Penulis : Muhammad Kunta Biddinika, salah satu penggiat Muhammadiyah di Jepang, mahasiswa di Tokyo Institute of Technology

Keterangan Gambar : Gambar 1. Suasana rapat finalisasi pembentukan pengurus PCIM Jepang 2010-2012 di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo (SRIT) Gambar 2. Beberapa pengurus PCIM Jepang periode 2010-2012 berfoto bersama setelah rapat. M. Kustiawan (ketua, berbaju koko putih), Nur Hidayat (sekretaris, di tengah, memakai rompi), Khalid Higuchi (penasehat, nomor dua dari kanan)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Info Umat

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang