Detik-Detik Invasi AS Ke Iraq (8): Korupsi PBB di Iraq & Kebencian Chalabi Terhadap Iran.

Senin, 06/04/2009 19:01 WIB | Arsip | Cetak

Mereka merupakan suku Arab Ty dan memang sudah turun-temurun berkecimpung dalam dunia politik. Tahun 1930, ayahnya memenangkan pemilu dan menjadi perdana menteri. Saudara-saudaranya yang lain mendapat banyak posisi strategis dalam sejarah politik Iraq. Ia bisa dibilang terlibat penuh dalam upaya penggulingan Saddam Hussein.

Chalabi sangat mengagumi dan mencintai Iraq. Ia sangat menginginkan revolusi di Iraq namun Iraq menjadi ladang pembantaian oleh tentara AS pun bukan opsi yang ia inginkan. "Saddam adalah konspirator besar. Ia menyuap semua pejabat pemerintah dan militer Iraq untuk menguasai Iraq." tutur Chalabi. Ketika ia memasuki Partai Kurdi, ia tahu bahwa partai ini tidak akan bisa melakukan apa-apa. Saddam memosisikan dirinya sendiri dalam tiga hal: teror, dukungan luar negeri, dan uang. Chalabi mengetahui benar hal ini karena ia bekerja pula untuk Saddam.

Apa yang diinginkan oleh Chalabi setelah berhasil menggulingkan Saddam? "Saya tidak pernah ingin menjadi presiden Iraq, ataupun perdana menteri. Bagi saya, cukup menjadi seorang ilmuwan. Tujuan saya dalam perubahan di Iraq adalah membantu rakyat Iraq." ujarnya. Ketika Iraq berubah menjadi buram karena ulah AS yang menginginkan kependudukan, Chalabi menjadi orang yang paling menderita. Apalagi ketika Iraq berkubang dalam korupsi, baik di kalangan para pejabat Iraq sendiri ataupun AS.

Setelah AS, Chalabi sangat membenci PBB. Menurut Chalabi, PBB telah juga menyebabkan neraka di Iraq. Berbicara masalah PBB, Chalabi pasti akan menyebutkan Kofi Anan. Sekjen PBB itu juga ikut terlibat dalam aksi penyuapan dan korupsi yang banyak terjadi oleh Saddam.

Saat ini Chalabi menjadi seorang pengusaha. Ia menjual perangkat lunak komputer dan mendirikan sebuah perusahan yang bergerak di bidang teknologi. "Bagi saya, uang hanya sekadar memenuhi kebutuhan mendasar hidup."

Ada satu hal yang paling ia inginkan dalam hidupnya sekarang ini. Yaitu bertemu dengan George Bush. Jika ia bertemu dengan mantan presiden AS itu, ia akan mengatakan, "Terima kasih untuk menggulingkan Saddam, namun saya murka dengan apa yang Anda lakukan setelahnya di Iraq." Menurut Chalabi, jelas AS harus bertanggung jawab. "Bush adalah orang dengan sedikit keahlian dan sedikit pula pengetahuannya." ujarnya menggambarkan Bush.

Setelah PBB, Chalabi juga membenci Iran. Iran mendapatkan keuntungan yang banyak dari jatuhnya Saddam. "Saya yakin, Saddam tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh AS jika AS tidak bekerja sama dengan Iran." (habis)

(sa/ahyt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Laporan Khusus

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang