Akankah Omni dan Prita Berdamai?

Jumat, 11/12/2009 16:07 WIB | Arsip | Cetak

Direktur Rumah Sakit Omni Internasional, dr. Bina Ratna Kusumafitri akhirnya meminta maaf kepada Prita Mulyasari dan tidak ingin memperpanjang masalah terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap institusinya.

Namun, wacana maaf itu tidak serta merta menghentikan kasus yang menjerat Prita. Meski pihak Omni mengaku telah membuka pintu damai dan sebelumnya juga telah ada beberapa pihak yang memfasilitasi perdamaian, seperti Departemen Kesehatan dan Pemkot Tangerang Selatan, namun, perdamaian belum juga terwujud. Pengadilan Tinggi Banten lalu menjatuhkan vonis perdata kepada Prita yang mengharuskannya membayar denda sebesar Rp204 juta kepada Omni.

Pada episode sebelumnya, Prita mengaku keberatan dengan draft 'perdamaian' yang diajukan oleh Menkes karena ada pasal yang dapat memberatkan dirinya di pengadilan. Prita lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Di luar persidangan, berbagai elemen masyarakat menggelar aksi peduli terhadap Prita dengan mengumpulkan koin. Dalam waktu singkat, koin yang terkumpul sudah berjumlah lebih dari Rp500 juta. Penyumbang koin bukan saja dari masyarakat kecil, tapi juga dari anggota dewan. Sebut saja, Fahmi Idris sebesar Rp102 juta, F-PD Rp100 juta, DPD Rp50 juta, Aburizal Bakrie Rp10 juta, dan Komisi VIII DPR RI puluhan juta. Jumlah itu belum termasuk sumbangan dari masyarakat yang terkumpul setidaknya Rp200 juta. Tak ayal, jumlah tumpukan koin itu disebut-sebut sudah mencapai enam ton dan bisa diangkut dengan satu truk.

Di lain pihak, Ketua MA, Harifin A. Tumpa menyatakan jika permintaan maaf Omni diiringi dengan pencabutan perkara, dan perdamaian bisa disepakati kedua belah pihak, selesai sudah perkara ini. "Kalau dicabut ya enggak ada perkara. Kalau para pihak menganggap persoalan selesai, maka pengadilan tidak ada persoalan," kata Harifin.

Kita nantikan, apakah perdamaian antara Omni dan Prita benar-benar terjadi atau Prita dapat memenangkan gugatan di MA? (Ind/berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang