Aliansi Pemuda Peduli Moral Bangsa Dorong Disahkan RUU Pornografi
Diantara penolakan yang mewarnai proses uji publik ulang yang dilakukan Panja RUU tentang Pornografi, ternyata masih ada dukungan yang kuat untuk menggolkan RUU yang
sudah hampir sepuluh tahun mengalami tarik ulur dalam pengesahannya. Aliansi pemuda Peduli Moral Bangsa yang merupakan gabungan dari ormas pemuda, pelajar, dan mahasiswa Islam menyatakan komitemennya mendukung pengesahkan RUU Pornografi.
"Kami sebagai elemen pemuda memandang pentingnya lahirnya produk hukum yang secara tegas mampu mengatur agar pornografi tidak semakin berkembang luas, karena itu kami mendukung segera disahkannya RUU Pornografi demi penyelamatan aset bangsa terutama generasi muda," kata Koordinator Nur Amelia Kahar dalam jumpa pers, di Sekretariat MUI, Jakarta, Kamis (16/10).
Ia menilai, ancaman pornografi saat ini dianggap paling membahaya, setelah bahaya narkoba. Berdasarkan data dari surve yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 menunjukan lebih dari 80 persen anak berusia 9-12 tahun di Jabodetabek telah mengakses materi pornografi, baik melalui handphone, situs internet, majalah, dan film.
Kenaikan angka konsumsi media porno ini, juga sejalan dengan meningkatnya angka aborsi yang setiap tahun mengalami peningkatan.
"Karenanya kami mengutuk dan mengecam keras perseorangan maupun koorporasi yang telah turut andil dalam merebaknya peredaran materi pornografi yang telah merusak moral dan karakter pemuda Indonesia," tandas Amelia.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap kristis dan obyekif terhadap masalah dekandesi moral yang terjadi bangsa ini.
Disamping itu juga, menuntut peran aktif aparat penegak hukum kepolisian, jaksa dan hakim dalam menjalankan Undang-undang yang telah ada.
Aliansi Pemuda Peduli Moral Bangsa ini antara lain, Persatuan Pelajar Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, KORPUS PIIWATI, LDK IPB, Forum Indonesia Muda, KOHATI MPO, Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa, Salam UI, Brigade PII, Rumah Belajar, dan GPI Putri. (novel)
Lainnya (Arsip)
- Jubir HTI : RUU Pornografi Bukan Talibanisasi, Tidak Berbau Syariah
Kamis, 16/10/2008 16:30 WIB - Abaikan Sistem Ekonomi Syariah, Indonesia Terkena Dampak Krisis Global
Kamis, 16/10/2008 05:47 WIB - Krisis Financial Global Bukti Rapuhnya Kapitalisme
Kamis, 16/10/2008 05:29 WIB - Maskapai Penerbangan Haji Diminta Tepat Waktu
Kamis, 16/10/2008 05:28 WIB - Petugas dan Tim Kesehatan Haji Harus Lebih Perhatikan Jamaah
Kamis, 16/10/2008 05:28 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




