HMI : Tolak Capres/Cawapres Antek Asing

Kamis, 14/05/2009 16:45 WIB | Arsip | Cetak

Gelombang penolakan atas rencana Capres Partai Demokrat SBY menetapkan pasangannya Boediono untuk berduet dalam ajang pemilihan presiden 2009 terus mengalir. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabotabek dan Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPU, Jakarta, Kamis (14/5) menolak capres/cawapres yang merupakan antek-antek asing.

"Sudah saatnya kita terus menyuarakan perlawanan dengan lantang terhadap segela bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh para pemain politik negara ini, yang akan berdampak pada keterpurukan ekonomi bangsa. sudah saatnya elit-elit politik memikirkan nasib rakyat," tegas Ketua Umum BADKO HMI Jabodetabek-Banten M. Chairul Basyar dalam aksi.

Dia menduga, intervensi asing dalam pemilihan presiden semakin nampak jelas, hal itu muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya melalui aliran dana yang masuk ke Tim Sukses Capres/cawapres, maupun berupa konsep/pemikiran dan opini yang disampaikan melalui agen-agennya.

Dalam aksinya mereka melakukan orasi secara bergantian dan meneriakan yel-yel. Tampak juga atribut berupa baliho bertuliskan Tiga Harapan Masyarakat Indonesia. Aksi mereka dijaga ketat petugas kepolisian yang bersiaga di depan gerbang KPU. Bahkan agak menyulitkan orang-orang yang hendak masuk ke KPU.

Tak hanya KPU, sebelumnya Istana Negara dan Bunderan HI juga menjadi sasaran pendemo anti Boediono. Sekitar 30 orang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Jabodetabek berdemo di Bundaran HI. Mereka membentangkan spanduk penolakan Boediono jadi calon wakil presiden. Spanduk tersebut bertuliskan "Tolak cawapres antek IMF"

Selama aksi, pendemo meneriakkan yel-yel penolakan. Menurut Koordinator lapangan Novis, Boediono tidak layak menjadi wapres karena representasi gerakan ekonomi liberal yang telah membuat Indonesia makin terpuruk.

"Kami minta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memilih pemimpin yang menganut paham neoliberal," ujarnya.

Usai berdemo sekitar 50 menit, mereka membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian kecuali segelintir polisi berpakaian bebas. (nov)

foto: masmpep

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang