Benarkah SBY Menarik Agus ke Politik Karena Isu Cedera Punggung?

agusEramuslim.com – Agus Harimurti Yudhoyono menepis tudingan maju menadi Cagub Jakarta, lantaran karirnya di kemiliteran terancam mandeg. Belakangan ini Agus diisukan mengalami cedera punggung sehingga bisa membuat karirnya di dunia militer mulai meredup.

“Kita kan tentara banyak latihan segala macem. Enggak masalah semuanya,” papar Agus yang ditemui di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu (25/9/2016) di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Agus bersama Sylviana Murni ke BNN untuk menjalani tes kesehatan bebas narkoba.

Datang didampingi isterinya, Anissa Pohan, Agus mengenakan baju hitam ke kantor BNN. Sebalumnya, sebagai Cagub, Agus mengikuti tes psikologi di RSAL Mintoarjo bersama pasangannya, Sylviana Murni (Cawagub).

Belakangan memang muncul kabar miring tentang cedera Agus tersebut. Baik diberbagai media sosial maupun mulut ke mulut. Disebutkan, sang ayah atau SBY sengaja menarik Agus dari dunia kemiliteran untuk terjun ke dunia politik menjadi calon gubernur DKI Jakarta karena menderita cidera punggung.

Berdasarkan isu miring tersebut, SBY sadar bahwa Agus tidak akan bisa berkarir hingga Perwira Tinggi akibat cidera punggungnya itu. Alasan inilah yang disebut-sebut sebagai pertimbangan lain SBY mengarahkan putra sulungnya itu memasuki karir dunia politik. Momentumnya tepat yakni saat terjadi PIlkada DKI Jakarta.

Agus yang telah mengundurkan diri sebagai prajutir dengan pangkat terakhir Mayor TNI AD selama ini juga dikenal memiliki tiga gelar Master yang diperoleh dari Nanyang Technological University, Singapore (2006), Harvard University, US, (2010), dan George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University (2015).

Pasangan Agus-Sylvi diusung oleh koalisi Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN hasil pertemuan di Cikeas, Bogor, pada hari Kamis (22/9/2016). Agus-Sylvi akan bersaing melawan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi untuk memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada pemungutan suara bulan Februari 2017.(ts/pm)