Bendera : Datanya Valid
Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Ferdi Semaun, mengklaim bahwa data yang dimilikinya tentang aliran dana Bank Century ke berbagai pihak adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena, Bendera akan mempraperadilankan pihak kepolisian, apabila mereka ditangkap.
“Kami yakin data itu otentik dan tidak direkayasa. Namun, kami tidak mengungkap sekarang siapa yang memberi data itu. Masalah ini cuma soal strategi saja, tolong dipahami. Kami yakin data kami benar dan jelas memang ada aliran dana kepada nama-nama seperti kami sebutkan dalam jumpa pers sebelumnya”, tutur Ferdi.
Semalam, di dalam dialog di sebuah stasiun telivisi, salah seorang tokoh Bendera, Adian Napitulu, yang juga akitivis 98, bersama dengan Ruhut Sitompul, anggota DPR dari Demokrat, menyatakan, yakin data yang dimilikinya itu valid. Meskipun, Adian tidak mau siapa pemberi data informasi itu. Karena, berkaitan dengan masalah keamanan.
Baik Ferdi maupun Mustar Bonanventua, maupun sejumlah aktivis yang hadir mendesak pemeringtah dan semua lembaga terkait seperti PPATK, bertindak cepat mengusut dan mengungkap skandal Bank Century. Mereka meminta pihak kepolisian untuk tidak berbuat kesalahan, dengan mendahulukan kasus pencemaran nama baik, daripada kasus dugaan skandal Bank Century.
“Kalau polisi profesional, mereka pasti akan mendahulukan mengusut aliran dana ilegal dalam kasus Bank Century itu. Kami bersedia datang untu diperiksa jika kasus Bank Century itu sudah tuntas, sehingga status kami bisa lebih jelas. Apakah benar kami mencemarkan nama baik merek yang mengadukan kami kemarin”, ujar Ferdi.
Selasa kemarin (1/12), Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Rizal dan Choel Mallarangeng mengadukan Mustar dan Ferdi telah mencemarkan nama baik ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pengaduan itu berkait menyebutkan nama mereka sebagai penerima dana dari Bank Century. Sementara itu, Rabu sore (2/12) seorang pengusaha Hartati Murdaya, yang menjadi bendahara Demokrat, dua aktivis Bendera itu ke Polda Metro Jaya. Hartati mengalami pemeriksaan lebih lama, dua jam.
Dibagian lain, Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tumpak Hatorongan Panggabean, dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi, Rabu di Jakarta, menyatakan, untuk menajamkan penyelidikan dugaan perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dalam penyelamatan Bank Century, KPK bersama BPK akan melakukan gelar perkara bersama. Selain itu, bilamana diperlukan KPK akan memanggil Boediono yang ;pernah menjadi Gubernur BI terkait dengan pengucuran dana talangan kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
Saat ditanya, apakah ada indikasi perbuatan melawan hukum dalam kasus Bank Century, sehingga KPK melakukan penyelidikan, Tumpak menegaskan, “Ya tentu saja. Untuk apa KPK menyelidiki kalau tidak ada indikasi ke sana. Pada waktunya KPK akan mengumumkan”, ucap Tumpak. (m/kmps)
Lainnya (Arsip)
- Mahkamah Konstitusi Siap Menangani Pemakzulan
Kamis, 03/12/2009 08:23 WIB - Lima Isi Hak Angket Bank Century
Selasa, 01/12/2009 14:03 WIB - Sri Mulyani dan Boediono Terancam?
Selasa, 01/12/2009 12:39 WIB - Anas Urbaningrum: Itu Fitnah yang Keji
Selasa, 01/12/2009 12:16 WIB - Hak Angket Century Disahkan
Selasa, 01/12/2009 11:29 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




