Cerita tentang Mbah Priok Ternyata Fiktif

Jumat, 21/05/2010 14:53 WIB | Arsip | Cetak

Investigasi tentang bentrokan yang terjadi di sekitar makam Habib Hasan Al-Haddad atau Mbah Priok beberapa waktu lalu, memunculkan suatu fakta baru soal siapa sebenarnya Mbah Priok. Dan fakta itu cukup menghebohkan masyarakat Jakarta.

Seperti yang disampaikan sejarawan Betawi, JJ Rizal, kepada detikcom bahwa Habib Hasan Al-Haddad atau yang disebut Mbah Priok bukan tokoh sejarah seperti yang dikisahkan selama ini. Ternyata, habib yang makamnya dikeramatkan itu meninggal sekitar awal tahun 1900. Bukan tahun 1756 seperti yang beredar di masyarakat.

Habib Hasan juga disebut JJ Rizal bukan tokoh penyebar agama Islam di tanah jawa. Memang benar bahwa Habib Hasan Al-Haddad meninggal di kapal. Saat itu, beliau sebagai anak buah kapal yang sedang berlayar dari Palembang menuju pulau Jawa dalam rangka berziarah ke makam Wali Songo. Rute yang ditempuh Habib adalah Palembang, Bangka Belitung, dan ke Batavia atau Betawi. Tapi belum sampai di Batavia, beliau meninggal dunia.

Habib Hasan dimakamkan di Pondok Dayung. Dari situ, makam dipindahkan ke TPU Dobo. Pada tahun 1997, makam beliau dipindahkan ke Semper, Jakarta Utara.

Menurut sarjana lulusan Universitas Indonesia ini, makam yang di Koja hanya petilasan saja.

Selain itu, Habib Hasan Al-Haddad, masih menurut JJ Rizal, ternyata memang tidak ada dalam silsilah dan literatur para habaib yang berkiprah mensyiarkan agama Islam di Batavia. Sebenarnya, leluhur Habib Hasanlah yang punya peran penting dalam syiar Islam di Jawa. Beliau bernama Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang sering disebut sebagai shahibur rotib yang meninggal pada tahun 1711. Dan Habib Hasan adalah generasi keenam dari Habib Abdullah Al-Haddad.


Salah seorang ahli waris Habib Hasan, Alwi Al-Haddad, membenarkan tentang tahun kematian Habib Hasan yang terjadi sekitar tahun 1900. Dan bukan pada tahun 1756. Menurut Alwi, semua itu ditulis oleh pengurus makam yang tidak berkoordinasi dengan pihak ahli waris.

Seperti dimaklumi banyak pengunjung makam, pengurus makam menyebarkan buku kecil yang mengisahkan tentang sosok dan sepak terjang dari Habib Hasan Al-Haddad. Ternyata, semua itu hanya karangan pengurus makam dan tidak berkonsultasi dengan pihak keluarga Habib Hasan Al-Haddad.

Sayangnya, masyarakat bukan sekadar sudah terlanjur percaya dengan karangan pengurus makam, tapi sudah menjadi korban pertumpahan darah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara damai. mnh

foto: wordpress

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang