Delapan Anggota F-PKS Dukung Hak Angket Century

Kamis, 12/11/2009 19:28 WIB | Arsip | Cetak

 

Sebanyak 139 dari 560 anggota DPR sepakat mengusulkan hak angket Bank Century kepada pimpinan DPR Kamis (12/11/09) petang. Tujuh fraksi telah bergabung dalam usulan tersebut, hanya satu fraksi yang seluruh anggotanya tidak mengikuti usulan ini, yaitu F-PD.

Pengusul hak angket terbanyak berasal dari F-PDIP yaitu 80 orang, lalu F-PG sebanyak 24 orang, kemudian berturut-turut F-Hanura 14 orang, F-PKS 8 orang, F-Gerindra 8 orang, F-PAN 3 orang, F-PPP 1 orang, F-PKB 1 orang.

Usulan hak angket adalah hak setiap anggota DPR, bukan berdasarkan kewenangan fraksi. F-PKS sebagai fraksi yang sebelumnya menegaskan akan menunggu hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) rupanya memberikan kesempatan kepada anggota untuk mempergunakan haknya. Hal ini ditegaskan oleh Andi Rahmat, anggota Komisi XI dari F-PKS. “Fraksi sikapnya tidak melarang, silakan menggunakan haknya. Penggunaan hak angket, eksekusinya di anggota, jadi kita pakai, kita pergunakan hak itu. Sembari kita menunggu hasil audit BPK,” ujarnya.

Namun, Andi juga menyinggung bahwa F-PKS tetap menunggu hasil audit BPK sebagai bahan untuk langkah selanjutnya. Sikap PKS sendiri akan dijelaskan secara rinci ketika hak angket dibawa ke paripurna. “Kalau fraksi, saya dengar, akan menjelaskan sikapnya secara detail nanti pada saat rapat paripurna,” ungkap Andi.

Hak angket skandal Century menyoroti beberapa hal, yaitu: mengetahui sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan perundang-undangan terkait keputusannya mencairkan dana talangan Rp6,76 trilyun untuk Bank Century, menyelidiki keterlibatan Kabareskrim Mabes Polri yang berhenti sementara, Komjen (Pol) Susno Duadji dalam pencairan dana nasabah Bank Century Rp2 trilyun, menyelidiki ke mana saja aliran dana talangan Bank Century, mengingat sebagian dana talangan itu oleh direksi Bank Century justru ditanamkan dalam bentuk SUN (Surat Utang Negara) dan dicairkan bagi nasabah besar, dan sejauh mana kemungkinan penyelamatan uang negara bisa dilakukan.

Salah satu pengusul hak angket, Gayus Lumbuun (F-PDIP) menganggap, tindakan Polri dan Kejaksaan yang menunggu audit BPK, sementara BPK menanti hasil dari PPATK ( Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) adalah hal yang sia-sia. “Jika terus menurus ditunggu, proses itu tidak akan pernah selesai,” ujar Gayus.

Meskipun usulan hak angket Century diterima oleh tiga pimpinan DPR, yaitu Marzuki Alie, Anis Matta, dan Pramono Anung, namun Ketua DPR, Marzuki Alie, yang berasal dari F-PD menolak menandatangani usulan tersebut dengan alasan teknis. (Ind)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang