Demonstran: Trio Neolib Harus Mundur
Pergerakan massa demonstran yang berasal dari berbagai elemen massa sudah mulai mendekati istana negara. Mereka hanya bisa berkerumun di sekitar jalan Merdeka Barat dengan jarak 100 meter dari istana. Hal ini karena aparat yang berjumlah sekitar 1000 orang dari polisi dan satpol PP membendung pergerakan massa di depan gedung RRI.
Massa tersebut berasal dari berbagai elemen, di antaranya, Koran (Komite Aksi Anti Neolib), mahasiswa kristen Indonesia, HMI, PRD, serikat buruh, dan lain-lain. Mereka terus merangsek aparat yang membendung arus massa. Sedikit demi sedikit, kumpulan massa mulai mendekat istana. Namun, jumlah mereka tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Dari pantauan, jumlah seluruh elemen demonstran yang ada sekitar 2000 orang.
Salah satu tuntutan massa yang sudah mulai berorasi adalah agar 'trio' atau tiga tokoh neolib yang mereka maksud adalah SBY, Boediono, dan Sri Mulyani turun dari posisi mereka. Massa yang menamakan diri Koran ini terlebih dahulu tiba di depan istana dan lolos dari hadangan aparat.
Selama aksi ini berlangsung, jalan-jalan raya di sekitar istana lengang. Antara lain, jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk begitu lengang, tidak seperti biasanya. Begitu pun jalan MH Thamrin dan Sudirman, jumlah mobil yang berlalu lalang bisa dihitung dengan jari. Dan jalan Rasuna Said pun tidak seperti biasanya, tampak lengang seperti hari libur.
Sementara itu, gedung KPK yang sedianya dijadikan tempat demo oleh sejumlah elemen mahasiswa, masih tampak sepi. Terlihat hanya sekitar 30 orang mahasiswa yang berdemo di depan gedung KPK. mnh
foto ilustrasi: detiknews
Lainnya (Arsip)
- Tifatul: Pemakzulan itu Tidak akan Bisa
Kamis, 28/01/2010 11:49 WIB - Habib Husein Al-Habsyi: Ada Tiga Premanisme di Sekitar SBY
Kamis, 28/01/2010 11:23 WIB - Istana Masih Belum Terkepung
Kamis, 28/01/2010 11:10 WIB - PKS : Presiden Bisa Dimakzulkan
Kamis, 28/01/2010 09:58 WIB - Kerja DPR Masih Dinilai Nol
Rabu, 27/01/2010 12:01 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




