Din : Perlu Gerakan Baru untuk Cegah Kerusakan Dunia

Senin, 03/11/2008 16:06 WIB | Arsip | Cetak

Mengatasi kerusakan dunia dewasa ini yang cukup serius diperlukan gerakan baru dari bangsa-bangsa cinta damai dan keadilan untuk bersatu dan bekerjasama melakukan langkah-langkah nyata. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Din Syamsuddin dalam pidatonya pada konferensi Russia-Dunia Islam yang berlangsung di Jeddah, 27 sampai 29 Oktober lalu.

Konferensi adalah Forum ke-4 Aliansi Strategis Russia-Dunia Islam, diikuti 300 tokoh dari berbagai negara Islam dan Russia.

Din Syamsuddin sebagai wakil Indonesia dalam Aliansi menjelaskan bahwa kerusakan dunia bersifat akumulatif dan multidimensional serta melanda berbagai aspek peradaban, baik ekonomi/keuangan, politik, budaya maupun lingkungan hidup, dll.

Kerusakan ini, lanjutnya, berpangkal pada sistem dunia yang sekuler dan mengabaikan agama. Begitu pula, penerapannya bersifat liberal seperti pada ekonomi liberal, demokrasi liberal, dan budaya liberal.

"Kerusakan menjadi lebih serius dengan adanya adikuasa dunia yang mengepak sayap hegemoninya atas negara-negara lain," ujarnya.

Oleh karena itu, Din menambahkan, diperlukan gerakan dunia baru sebagai alternatif terhadap kecenderungan merusak tadi, karena kalau tidak peradaban dunia akan meluncur ke arah kerusakan.

"Gerakan Dunia Baru perlu membawa paradigma baru yang menekankan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, kedamaian dan keadaban," katanya.

Ia menyatakan, paradigma baru perlu perlu bertumpu pada prinsip Jalan Tengah, yaitu prinsip yang tidak terjebak pada dua ekstrimitas, radikal dan liberal. Prinsip Jalan Tengah yang berasal dari agama-agama dapat menjadi solusi dan alternatif terhadap Sistem Dunia yang rusak selama ini.

Dalam kaitan itu, Aliansi Strategis Russia-Dunia Islam dapat menjadi kekuatan dunia baru yang mendorong munculnya Gerakan Dunia Baru, tentu tanpa meninggalkan dan bahkan perlu mengajak pihak-pihak lain, seperti Asia Timur yang akan menjadi kawasan pertumbuhan masa depan.

Khusus tentang Indonesia, Din menambahkan, sebagai negara besar dan kaya dengan sumber daya alam dapat dan harus memainkan peran determinan dalam arus baru dunia ini.

Untuk itu perlu konsolidasi nasional, baik penggalangan potensi antar kelompok, peningkatan kualitas SDM, pendayagunaan SDA untuk kepentingan rakyat, dan penyelesaian masalah-masalah domestik secara kekeluargaan dan berkeadilan.(nove/mds)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang