Din Syamsuddin: National Summit Kurang Berwajah Kerakyatan
Dalam perjalanan kembali dari konferensi tentang terorisme di New Delhi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai National Summit (NS) kurang berwajah kerakyatan karena tidak melibatkan unsur-unsur masyarakat madani sebagai stake-holders bangsa. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden SBY sendiri tentang perlunya kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
"Seyogyanya rembug nasional seperti ini benar-benar bersifat nasional dengan melibatkan segenap stake holders bangsa dan memberi ruang bagi partisipasi rakyat dalam proses pembangunan yang merupakan esensi demokrasi," jelas Din Syasuddin.
Beliau menambahkan, National Summit adalah forum yang baik untuk membicarakan segala permasalahan bangsa dan merumuskan strategi nasional untuk mengatasinya. Sepakat agar sumbatan-botol yang ada selama ini segera dibuka, antara lain dengan menyederhanakan dan memudahkan prosedur investasi, proses penunaian hak ekonomi rakyat, dan menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi rakyat.
"Namun juga penting sekarang adalah membuka sumbatan-botol komunikasi antara Pemerintah dan rakyat. Karena tanpa komunikasi yang baik pemecahan masalah bangsa tidak akan bisa dilakukan bersama dan pemerintah akan kehilangan dukungan potensial dari masyarakat," tambah Din dalam rilis yang disampaikan ke Eramuslim.
National Summit kali ini diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah rakyat yang nyata seperti lapangan kerja, akses pendidikan dan kesehatan, pemadaman listrik, dll. "Jadi, selain membicarakan hal-hal yang muluk-muluk, National Summit harus bicara yang riil dirasakan rakyat." (mnh/ds)
Lainnya (Arsip)
- Drajat Wibowo: Tanpa Nunggu BPK, DPR Bisa Langsung Bentuk Pansus Century
Kamis, 29/10/2009 13:24 WIB - National Summit 2009 Resmi Dibuka Hari Ini
Kamis, 29/10/2009 10:11 WIB - Ichsanudin Noorsy: Skandal Century Lebih Besar dari Teror Bom
Rabu, 28/10/2009 20:21 WIB - MER-C: “Ada Aparat Negara yang Dukung NAMRU”
Rabu, 28/10/2009 10:19 WIB - Ketua DPR Membatalkan Rapat Kerja Komisi IX dengan Menkes
Rabu, 28/10/2009 09:11 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




