Dokumen Tidak Lengkap, Perlambat Ganti Rugi Korban Lapindo

Senin, 30/04/2007 14:03 WIB | Arsip | Cetak

PT. Lapindo Brantas INC mengaku menemui kendala dalam membayar ganti rugi 20 persen bagi korban luapan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, mengingat tidak lengkapnya dokumen yang dimiliki oleh warga untuk dilakukan verifikasi.

"Tidak ada niat kita untuk menunda-nunda pemberian ganti rugi itu, tapi yang menjadi permasalahan sesuai dengan peraturan pemerintah, bagi mereka yang tidak mempunyai kelengkapan data harus diurus dulu, " ujar Vice Presiden HR and Relations PT. Lapindo Brantas INC Yuniwati Teryana di sela-sela diskusi publik, di Aula Universitas Paramadina, Jakarta, Senin (30/4).

Menurutnya, untuk mengatur para warga yang belum melengkapi data-data, diperlukan payung hukum tersendiri, di mana selama ini untuk penanganan korban lumpur Sidoarjo mengacu pada Peraturan Presiden No. 14 tahun 2007.

Lebih lanjut Yuniwati menjelaskan, dana yang telah dikeluarkan oleh PT. Lapindo untuk para korban luapan lumpur sampai dengan akhir Maret 2007 sebesar 1, 4 trilyun rupiah, dana tersebut dikeluarkan antara lain untuk memberikan ganti rugi pembayaran awal sebesar 20 persen, sewa kontrakan, dan jatah hidup sebesar 300 ribu rupiah per kepala keluarga.

"Untuk mempermudah pemberian uang jatah hidup bagi warga sekitar luapan lumpur, perusahan telah memberikan kartu atm dari Bank Mandiri dan BCA kepada sekitar 9.500 kepala keluarga, "ungkapnya.

Ia menegaskan, perusahaannya siap menerima gugatan dari warga Sidoarjo yang merasa belum mendapat prioritas dalam penanganan dan penanggulangan lumpur panas, meski demikian pihaknya tetap belum dapat dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut, sebab masalah ini masih dalam dikaji secara mendalam. (novel)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang