Dokumen Tidak Lengkap, Perlambat Ganti Rugi Korban Lapindo
PT. Lapindo Brantas INC mengaku menemui kendala dalam membayar ganti rugi 20 persen bagi korban luapan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, mengingat tidak lengkapnya dokumen yang dimiliki oleh warga untuk dilakukan verifikasi.
"Tidak ada niat kita untuk menunda-nunda pemberian ganti rugi itu, tapi yang menjadi permasalahan sesuai dengan peraturan pemerintah, bagi mereka yang tidak mempunyai kelengkapan data harus diurus dulu, " ujar Vice Presiden HR and Relations PT. Lapindo Brantas INC Yuniwati Teryana di sela-sela diskusi publik, di Aula Universitas Paramadina, Jakarta, Senin (30/4).
Menurutnya, untuk mengatur para warga yang belum melengkapi data-data, diperlukan payung hukum tersendiri, di mana selama ini untuk penanganan korban lumpur Sidoarjo mengacu pada Peraturan Presiden No. 14 tahun 2007.
Lebih lanjut Yuniwati menjelaskan, dana yang telah dikeluarkan oleh PT. Lapindo untuk para korban luapan lumpur sampai dengan akhir Maret 2007 sebesar 1, 4 trilyun rupiah, dana tersebut dikeluarkan antara lain untuk memberikan ganti rugi pembayaran awal sebesar 20 persen, sewa kontrakan, dan jatah hidup sebesar 300 ribu rupiah per kepala keluarga.
"Untuk mempermudah pemberian uang jatah hidup bagi warga sekitar luapan lumpur, perusahan telah memberikan kartu atm dari Bank Mandiri dan BCA kepada sekitar 9.500 kepala keluarga, "ungkapnya.
Ia menegaskan, perusahaannya siap menerima gugatan dari warga Sidoarjo yang merasa belum mendapat prioritas dalam penanganan dan penanggulangan lumpur panas, meski demikian pihaknya tetap belum dapat dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut, sebab masalah ini masih dalam dikaji secara mendalam. (novel)
Lainnya (Arsip)
- Menteri-Menteri Korup Harus Segera Diganti
Jumat, 27/04/2007 15:59 WIB - Pengamat Politik: HNW, Jimly Asshidiqy Bisa Diajukan Jadi Capres-Cawapres
Jumat, 27/04/2007 15:57 WIB - Perjanjian Ekstradisi RI- Singapura, Kejagung Siapkan Jaksa S2
Jumat, 27/04/2007 15:51 WIB - Polisi: Motif Dua Tersangka Kasus Munir Mulai Terkuak
Jumat, 27/04/2007 15:46 WIB - Hasyim Muzadi: Konflik Sunni-Syiah Jawa Timur Dipicu Provokator
Jumat, 27/04/2007 13:40 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




