Dugaan Tawar Menawar SBY Soal Bibit Chandra

Senin, 23/11/2009 16:43 WIB | Arsip | Cetak

Hari Senin ini merupakan hari yang sangat ditunggu publik terkait dengan jawaban SBY atas rekomendasi Tim 8. Rencananya, malam nanti istana akan memberikan pernyataan pers soal rekomendasi Tim 8 yang sudah disampaikan ke SBY pekan lalu.

Hari ini pun, bersamaan dengan pemanggilan Bibit dan Chandra ke istana untuk bertemu SBY, tersiar kabar bahwa kasus Bibit Chandra akan menjadi tawar-menawar SBY terhadap keberlangsungan kepemimpinan di KPK. Kasus Bibit Chandra kemungkinan besar akan dihentikan. Dan sebagai kompensasinya, dua pimpinan KPK non aktif tersebut diminta untuk mengundurkan diri.

Namun, dugaan kabar tawar menawar itu langsung disangkal Menkumham, Patrialis Akbar. "Sama sekali tidak dibicarakan itu," kata Patrialis di kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2009). Dalam pertemuan itu, kata Patrialis, Presiden SBY ingin agar hubungan antarlembaga ke depan harmonis.

Menariknya, seusai bertemu Presiden SBY di Wisma Negara, Bibit dan Chandra tidak langsung menuju KPK, melainkan langsung berkumpul di kantor sekretariat pengacara mereka.

Sementara itu, penasihat KPK, Abdulah Hehamahua, bersuara keras soal isu tawar menawar Bibit Chandra yang diminta mundur sebagai syarat penghentian kasus. Abdullah menegaskan tidak boleh ada dagang sapi.

"Mereka tidak boleh mundur. Kalau memang di belakangnya ada bargaining tertentu lebih baik perkaranya diteruskan saja. Biar saja masyarakat menilai," ujar Abdullah di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (23/11/2009).

Dia menegaskan, bargaining dalam perkara ini justru melecehkan hukum. Lebih baik tidak perlu ada bargaining. "Kalau dihentikan karena ada bargaining (tawar-menawar, red), itu penghinaan terhadap hukum, ini sama saja ada proses dagang sapi," ungkapnya. Mnh/detik

foto: kabarnet

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang