Eramuslim » Berita Nasional http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Fri, 29 May 2015 11:27:51 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Wacana Pembubaran Bulog Diduga Kuat Dilontarkan Mafia Beras, Waspadalah http://www.eramuslim.com/berita/nasional/wacana-pembubaran-bulog-diduga-kuat-dilontarkan-mafia-beras-waspadalah.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/wacana-pembubaran-bulog-diduga-kuat-dilontarkan-mafia-beras-waspadalah.htm#comments Fri, 29 May 2015 11:19:15 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=105026 beras-palsuEramuslim.com – Adanya rencana pembubaran Perum Bulog dinilai beberapa kalangan sangat berbahaya dan perlu ditelusuri ada apa dibalik rencana tersebut.  Pembubaran Bulog dinilai akan mengakibatkan distribusi beras dikuasai swasta.

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), Nellys Sukidi, mempertanyakan munculnya wacana pembubaran Bulog. “Saya orang swasta. Tapi saya bilang bahwa rencana itu sangat berbahaya. Ada apa di balik semua itu,” kata Nellys, Jumat (29/05/2015).

Menurut Nellys, jika Bulog dibubarkan, maka negara akan kacau, karena dikuasai pihak swasta. Mengingat pentingnya peran Bulog, ia menyarankan sejatinya peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga, tidak hanya dilakukan terhadap beras. “Keseluruhan bahan pokok, termasuk terigu, kedelai, dan sebagainya, seharusnya berada dalam wilayah kewenangan Bulog,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Hermanto Siregar. Menurutnya pemikiran membubarkan Bulog sangat berbahaya. “Itu kan seperti semangat IMF dahulu,” ungkap Hermanto, Jumat (29/05/2015).

Lebih lanjut Hermanto menegaskan, jika Bulog dibubarkan, maka mekanisme perdagangan beras sepenuhnya berada di tangan pedagang. Hal ini sangat rawan, karena mudah sekali memunculkan penimbunan yang menyebabkan melonjaknya harga.

Padahal, peran Bulog sangat penting, karena menjadi instrumen untuk menstabilkan harga. Melalui Bulog, harga beras bisa dikendalikan sehingga tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. “Jika saat ini Bulog dianggap kurang berperan optimal, hal itu karena Bulog memang tidak diberi keluasaan untuk menjalankan fungsinya,” tuturnya.(rz/FN)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/wacana-pembubaran-bulog-diduga-kuat-dilontarkan-mafia-beras-waspadalah.htm/feed 0
Surat Terbuka Buat Jokowi: Tunda Peresmian PT. SMI http://www.eramuslim.com/berita/nasional/surat-terbuka-buat-jokowi-tunda-peresmian-pt-smi.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/surat-terbuka-buat-jokowi-tunda-peresmian-pt-smi.htm#comments Fri, 29 May 2015 07:00:26 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104985 imagesBAPAK Presiden Jokowi yang baik. Kabarnya, hari Jumat tanggal 29 Mei 2015 akan mampir di Sulawesi Tengah setelah kunjungan di Sulawesi Utara (Manado). Kabar yang mengejutkan lagi, bahwa kedatangan bapak Presiden akan langsung ke Morowali untuk meresmikan pabrik smelter milik PT. Sulawesi Mining Investement di Bahodopi.

Pak Presiden, kami kaget sebagai organiasi yang konsern pada advokasi tambang dan lingkungan hidup. Kami tidak membayangkan, bagaimana mungkin investasi tambang yang padat modal dan rakus tanah tersebut segera diresmikan? Disatu sisi, perusahaan ini bermasalah di hulu.

Pak Presiden yang baik, perlu diketahui bahwa PT. Sulawesi Mining Investment (SMI) adalah perusahaan patungan antara Tsingshan Group dari Cina dan PT. Bintang Delapan Group. Apakah bapak tahu jika PT. Bintang Delapan Mineral sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan Nomor: 540.3/SK/013/DESDM/IV/2010 tentang Persetujuan Penyesuaian Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi, hingga sekarang tidak mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Selain itu, Pak Presiden perlu ketahui, bahwa sawah petani Bahomakmur yang dahulu berproduksi, kini tak bisa lagi diproduksi karena sungai Bahodopi telah berwarna kemerahan dan tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam. Akibatnya, 375 hektar sawah tidak bisa digunakan.

Apakah Pak Jokowi tidak galau jika beras habis di pasaran? Jika Pak Jokowi galau, maka kami meminta Pak Jokowi selaku presiden tidak meresmikan pabrik smelter tersebut, melainkan memberikan teguran kepada PT. BDM agar memperbaiki kembali sungai yang mereka bongkar untuk kebutuhan bertani masyarakat desa Bahomakmur.

Yang terakhir, Pak Presiden juga harus tahu bahwa setiap hari masyarakat desa Bahomakmur yang rumahnya berdekatan dengan jalan Hauling yang dibangun oleh PT. BDM selalu menghirup udara yang tidak sehat karena debu bertebaran akibat jalan Hauling yang tidak pernah disiram oleh pihak perusahaan.

Semoga Pak Jokowi menunda peresmian pabrik PT. SMI di tengah masyarakat Indonesia akan merayakan hari Anti Tambang yang diperingati pada tanggal 29 Mei mendatang, Hari Anti Tambang sebagai refleksi untuk melawan lupa tragedi semburan Lumpur Lapindo yang pertama kali pada tanggal tersebut.(rz)

Salam,
Syahrudin Ariestal Ndouw/Direktur Jatam Sulteng

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/surat-terbuka-buat-jokowi-tunda-peresmian-pt-smi.htm/feed 0
Seharusnya Polri Beri Penghargaan Kepada Pelapor Beras Plastik, Bukan Intimidasi http://www.eramuslim.com/berita/nasional/seharusnya-polri-beri-penghargaan-kepada-pelapor-beras-plastik-bukan-intimidasi.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/seharusnya-polri-beri-penghargaan-kepada-pelapor-beras-plastik-bukan-intimidasi.htm#comments Fri, 29 May 2015 06:30:37 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104988 Hati-HatiXXBerasXPlastikXSudahXBeredarXdiXIndonesiaEramuslim.com – Penelitian Puslabfor Mabes Polri memastikan tidak ada bahan plastik pada sampel beras yang sebelumnya disebut-sebut mengandung beras sintetis. Meski demikian, jangan sampai temuan tersebut membuat pelapor Dewi Septiani trauma, apalagi sampai merasa menerima intimidasi dari aparat.

“Bila hal ini terjadi, orang akan cenderung abai dan tidak mau melapor apabila melihat sebuah kejahatan,” tegas Sekjend Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (Paham), Rozaq Asyhari, dalam siaran persnya (Kamis, 28/5).

Dia mengungkapkan, apa yang dilakukan Ibu Dewi adalah tindakan konsumen yang baik. Itu adalah upaya preventif untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya buruk bahan makanan yang diduga dari platik. Oleh karenanya, langkah waspada yang demikian harus dicontoh oleh anggota masyarakat lainnya.

“Bahwa yang dilakukan oleh Dewi Septiani adalah early warning, yang seharunya merupakan kewajiban apparat terkait untuk menindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara kalau disuruh membuktikan apakah ada kandungan plastik atau tidak tentunya sang pelapor itu tidak memiliki kemampuan ataupun kapasitas. Maka seharusnya, aparat penegak hukum yang memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Tinggal ditindaklanjuti saja laporannya, kemudian di cek di laboratorium, yang punya fasilitas demikian kan aparat negara, bukan perorangan seperti Bu Dewi,” papar pangacara publik di lembaga Paham Indonesia tersebut.

Makanya dia menyayangkan adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh Ibu Dewi. Karena yang dilakukan Ibu Dewi sudah sesuai dengan ketentuan pasal 165 KUHP. Dimana ada kewajiban bagi setiap orang untuk melaporkan kepada polisi jika mengetahui terjadinya suatu tindak kejahatan. Walaupun dalam Pasal 165 KUHP tersebut hanya disebutkan beberapa pasal tindak kejahatan.
“Namun secara umum, hal ini merupakan suatu upaya untuk mencegah terjadinya suatu tindak kejahatan,” terang kandidat Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Karena itu dia mendorong agar Kapolri memberikan penghargaan kepada Dewi Septiani dan memberikan sanksi kepada oknum yang diduga mengintimidasi.

“Saya rasa layak Pak Badrodin Haiti memberikan penghargaan kepada Bu Dewi. Karena sebagai warga negara yang baik telah memberikan laporan sebagai bentuk kewaspadaan sesuai dengan ketentuan pasal 165 KUHP. Hal ini untuk merangsang agar masyarakat peduli dengan persoalan hukum yang ada di sekitarnya. Disisi lain, apabila memang terbukti ada oknum aparat yang melakukan intimidasi selayaknya pula Kapolri berikan teguran atau sanksi”, tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Kepolisian memeriksa pelapor beras plastik karena informasinya dianggap meresahkan masyarakat. Namun pihak Kepolisian sudah memastikan tidak akan memperkarakan Dewi Septiani. “Dia bukan penebar isu. Pelapor beras plastik, Ibu Dewi, enggak salah. Enggak dipidana,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/seharusnya-polri-beri-penghargaan-kepada-pelapor-beras-plastik-bukan-intimidasi.htm/feed 0
Mahathir Muhammad Kecam Rezim Budha Ekstremis Myanmar Terkait Penindasan terhadap Muslim Rohingya http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mahathir-muhammad-kecam-rezim-budha-ekstremis-myanmar-terkait-penindasan-terhadap-muslim-rohingya.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mahathir-muhammad-kecam-rezim-budha-ekstremis-myanmar-terkait-penindasan-terhadap-muslim-rohingya.htm#comments Fri, 29 May 2015 05:00:37 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104974 tun-dr-mahathir-mohamad-2Eramuslim.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad menjadi salah satu orang yang angkat bicara terkait nasib kaum Ronghiya. Ia mewakili dari banyak negara di Asia yang mengutuk kekejaman yang diterima kaum muslim Ronghiya.

Suu Kyi salah satu penerima Nobel pada 1991 didesak pimpinan negara untuk bisa berbuat sesuatu terhadap keberlangsungan hidup kaum muslim Ronghiya. Mahathir mengatakan, Myanmar harus menyadari penindasan yang terjadi merupakan kekejaman kepada manusia.

“Meski banyak yang bersuara, kami butuh kesepakatan dari pimpinan Myanmar untuk bisa melakukan langkah strategis bagi para pengungsi Ronghiya,” ujar Mahatir seperti dilansir The Age, Jumat (29/5).

Pemerintah Militer Myanmar hingga saat ini masih menganggap 1,3 juta warga Ronghiya merupakan imigran gelap. Mereka merupakan penduduk ilegal yang memang bermukim di tempat yang salah. Myanmar menolak mengakui mereka sebagai warga negaranya.

Jika seruan ini tidak dihiraukan oleh Myanmar, bisa jadi hal tersebut akan mengganggu hubungan diplomatik dan akan berdampak pada efek ekonomi.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mahathir-muhammad-kecam-rezim-budha-ekstremis-myanmar-terkait-penindasan-terhadap-muslim-rohingya.htm/feed 0
Bupati Aceh Timur: Muslim Rohingya Adalah Rahmat, Kami Akan Muliakan Tamu Allah Ini… http://www.eramuslim.com/berita/nasional/bupati-aceh-timur-muslim-rohingya-adalah-rahmat-kami-akan-muliakan-tamu-allah-ini.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/bupati-aceh-timur-muslim-rohingya-adalah-rahmat-kami-akan-muliakan-tamu-allah-ini.htm#comments Fri, 29 May 2015 03:30:16 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104961 bupatiacehutara1Eramuslim.com – Kesungguhan menolong pencari suaka Rohingya yang terlunta, tak bisa sekadar memberi mereka layanan medis, pangan, atau pakaian belaka. Ada hak-hak dasar: hidup, bermasyarakat dan beraktivitas bebas selayaknya manusia.

Sadar kebutuhan ini, masyarakat sipil dan birokrasi pemerintahan di Aceh Utara menunjukkan wujud nyata demi kemanusiaan, pada pertemuan, Selasa, 26 Mei di Lhokseumawe.

Kesimpulan ini lahir dari hasil pertemuan Lembaga Kemanusiaan ACT Foundation, Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) dan Pemerintah Kabupaten Utara.

“ACT Foundation hadir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Cangkoy, pada hari pertama ketika para pencari suaka dari Myanmar dan Bangladesh itu direlokasi dari penampungan di Gelanggang Olahraga Lhoksukon. Kami tahu, Bupati Aceh Utara menegaskan, pencari suaka ini adalah rahmat, dan pemerintah Aceh Utara welcome dengan mereka,” kata M. Insan Nurrohman, Vice President ACT.

“Kemanusiaan, mengalahkan alasan apapun. Kami salut, rakyat Aceh Utara dan Bupatinya kompak, meskipun saat itu beredar pernyataan beberapa pejabat Pusat yang belum sepenuhnya menunjukkan sikap yang bulat,” tambahnya.

Insan mengungkapkan itu selepas pertemuan. Menurutnya, sikap pemerintah dan rakyat Aceh Utara, wujud nyata masyarakat humanis. Sekat-sekat kebangsaan bisa gugur demi kemanusiaan.

“Fakta menyolok mata, ada orang-orang sekarat ratusan orang, meminta pertolongan kita dan Aceh Utara memberikan pertolongannya spontan. Ini layak mendapat apresiasi. Sangat humanis,” ungkap Insan.

ACT yang telah menerjunkan tim tanggap darurat di Kota Langsa (Aceh Utara) maupun Birem Bayeun (Aceh Timur), merespon cepat pernyataan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menyatakan kesiapan Indonesia menampung bahkan hingga sepuluh ribu pencari suaka.

“Kami merepresentasikan elemen masyarakat sipil Indonesia, menemui Pemerintah Aceh Utara, untuk bahu-membahu memberi pengayoman lebih layak bagi Muslim Rohingya. Setelah berbulan-bulan di laut, stress, lalu di tenda atau gedung-gedung alakadarnya, sudah sepantasnya kita siapkan hunian lebih layak,” tegas Insan.

Maka, ACT, bersama KNSR – sebuah wadah yang diinisiasi ACT menghimpun berbagai elemen sosial yang satu visi menolong Muslim Rohingya – menemui Pemerintah Aceh Utara. “Kami perlu akses lahan dan dukungan otoritas formal di Aceh Utara,” tutur Insan.

Apa respons Bupati Aceh Utara? 

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thayib mengatakan, ”Pengungsi Rohingya adalah rahmat bagi masyarakat Aceh, jadi muliakan tamu Allah ini dengan perlakuan yang baik. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh, kami mendorong dan menyiapkan lahan untuk tempat tinggal lebih permanen bagi pengungsi Rohingya.”

Pernyataan ini, menunjukkan konsistensi. Muhammad Thayib tidak mengubah dukungan. Malah mempertegas dengan langkah konkret. Sebagai wujud dukungan awal, Pemerintah Aceh Utara menyediakan satu area kluster di Kecamatan Nibung seluas 2500 meter persegi.

“Saat ini kepemilikan masih di Exxon Mobile. Di depan bapak-bapak semua, sudah kami tanda tangani surat tersebut dengan harapan pihak Exxon bisa memberikan lahan yang sudah lama kosong untuk calon tempat tinggal mereka,” kata Muhammad Thayib.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga dihadiri Penasihat Bupati, Tgk Sulaiman Daud dari Partai Aceh, Ketua Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya Wilayah Aceh Utara: Diki Saputra, Kepala Bagian Pemerintahan Aceh Utara: Murtala, Asisten I Bupati Aceh Utara: Anwar, Kepala Bagian Pembangunan Aceh Utara: Syaifullah serta Kepala Bagian Humas Aceh Utara: Amir.

Ketua KNSR Wilayah Aceh Utara, Diki Saputra menegaskan,”Sebagai sebuah komite, KNSR menyambut positif sikap konkret Bupati Aceh Utara dan menjadikan ini modal perjuangan kemanusiaan untuk Rohingya. Sesuai mandat pembentukannya, KNSR berjuang di ranah advokasi dan diplomasi,” ungkapnya.

“Dengan adanya lahan untuk mendirikan shelter terpadu di atasnya, dunia memiliki sebuah pilot project kemanusiaan di mana pembelaan untuk Rohingya lainnya akan memperoleh energi positifnya. Kami optimistis, semua pencari suaka Rohingya yang masuk ke wilayah Republik Indonesia, akan memperoleh perlakuan manusiawi dan sama-sama kita muliakan sebagai manusia. Dengan begitu, bangsa ini memang layak menyandang bangsa humanis,” ungkapnya.(rz/Atjehcyberwarrior)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/bupati-aceh-timur-muslim-rohingya-adalah-rahmat-kami-akan-muliakan-tamu-allah-ini.htm/feed 0
Walikota Sabang Minta Bergabung Dengan Malaysia http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walikota-sabang-minta-bergabung-dengan-malaysia.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walikota-sabang-minta-bergabung-dengan-malaysia.htm#comments Fri, 29 May 2015 03:00:32 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104958 sabang-karte-2Eramuslim.com – Walikota Sabang Zulkifli Adam tak kuasa menyembunyikan rasa jengkelnya saat seminar membahas pelabuhan bebas Sabang yang digelar Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS), Selasa, 4 Juni 2013, di Hotel The Pade, Banda Aceh.
Ditemui seusai acara, Zulkifli berharap forum itu bisa menghasilkan sesuatu yang kongkrit tentang keseriusan dan keikhlasan Pemerintah Pusat dalam mengembangkan Kawasan Sabang.
Menurut Zulkifli, problem utama pengembangan kawasan Sabang tidak lain terkait aturan dan regulasi.
“Selama ini kita sudah berbicara baik-baik. 13 tahun BPKS sudah ada di Sabang, tapi sama sekali tidak ada perkembangan yang signifikan. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan BPKS untuk ini. Itu makanya, kita harapkan pemerintah lebih serius,” katanya.
Entah lantaran kesal atau benar-benar serius, Zulkifli lantas melontarkan pernyataan yang mengejutkan. Kata dia, “Kalau ini belum juga diperhatikan secara serius oleh Pemerintah Pusat, tiga tahun ke depan kita minta pisah saja dari Republik Indonesia untuk bergabung dengan Malaysia.”
Di mata Zulkifli, salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah pusat adalah menyangkut UU Nomor 37 tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.
“Undang-undang sudah dibuat sejak tahun 2000, tapi aturan turunannya baru keluar 10 tahun kemudian yaitu berupa Peraturan Pemerintah (PP) No. 83 tahun 2010,” kata Zulkifli.
Peraturan Pemerintah yang dimaksud Zulkifli adalah tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang. Itu pun, kata dia, Sabang masih “diikat” lagi dengan Peraturan Menteri.
“Kalau hal ini terus terjadi, saya beranggapan untuk permasalahan Sabang, Presiden harus mengeluarkan sebuah surat supaya Sabang diberikan kebebasan kemerdekaan. Keluar dari NKRI menjadi wilayah kesatuan negara lain. Agar lebih cepat maju kawasan Sabang. Apalagi Sabang ini dekat dengan negara Malaysia, Thailand, Srilanka, dan India,” katanya.(rz/Atjehpost)
]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walikota-sabang-minta-bergabung-dengan-malaysia.htm/feed 0
Kami Ingin di Sini, Kami Ingin Mati dan Dikubur di Sini http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kami-ingin-di-sini-kami-ingin-mati-dan-dikubur-di-sini.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kami-ingin-di-sini-kami-ingin-mati-dan-dikubur-di-sini.htm#comments Thu, 28 May 2015 23:00:59 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104949 474554900Eramuslim.com – Sekitar 330 pengungsi Rohingya di Aceh Utara, Aceh menolak dipulangkan ke Myanmar. Kini mereka ditampung dan menempati bangunan di pelelangan ikan di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara.
Dari penuturan pengungsi Rohingya Muhammad Husen, mereka pergi dari Myanmar pada Februari 2015 lalu.
Selama 3 bulan terkatung-katung di Selat Malaka dengan makanan dan minuman yang terbatas, mereka terpaksa mencampur air tawar dengan air laut. Warga Rohingya berharap tidak dikembalikan ke Myanmar.
“Aku tak mau pigi (pergi). Kalau mau pigi antar lebih baik mati di Aceh. Kalau diantar ke sana dalam 1 atau 2 hari sampai 1 bulan kita akan mati,” kata Muhammad Husen dengan bahasa melayu terbata-bata.
Sementara, salah satu pengungsi Muslim Rohingya di penampungan Pelabuhan Kota Langsa Khairul Basyar, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mendarat di Aceh.
Jiddan sururan… Jiddan sururan, (kami sangat berbahagia)” kata-kata itu terus diulang Khairul.
Khairul mengisahkan, di Myanmar ia dan warga Rohingya lainnya tidak diperbolehkan shalat.
“Tidak ada sekolah. Kami tak boleh shalat,” lanjut Khairul.
Namun sekarang, Khairul bersama ratusan warga Rohingya lainnya bisa melaksanakan shalat dan membaca Al Qur’an setiap hari.
“Saya bisa makan dan minum sehari tiga kali. Sebelumnya, berbulan-bulan di lautan tak ada yang bisa kami makan. Kami di sini telah cukup. Kami bisa shalat, bisa membaca Al-Qur’an dan berdoa setiap hari,” tutur pria yang fasih berbahasa Arab itu.
Sementara itu, Muhammad Hasan, remaja Rohingya yang fasih berbahasa Inggris, mengungkapkan keinginannya untuk untuk tinggal dan menetap di Aceh.
Hati emas para nelayan Aceh yang telah membawa para pengungsi itu ke daratan, betul-betul membuat mereka haru dan terkesan.
“Kami tidak ingin ke Saudi Arabia, kami tidak ingin ke Amerika. Kami hanya ingin di sini. Kami ingin mati dan dikubur di sini,” tandasnya lirih.
Ketika ditanya apakah ia rindu kampung halaman? Hasan, dengan tegas menjawab, “Daripada Anda kembalikan kami ke pemerintah Myanmar, lebih baik Anda bunuh kami di sini.”(rz/Atjehcyberwarrior)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kami-ingin-di-sini-kami-ingin-mati-dan-dikubur-di-sini.htm/feed 0
Sucofindo: Kajian Beras Plastik Mabes Polri Yang Harus Diulang http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sucofindo-kajian-beras-plastik-mabes-polri-yang-harus-diulang.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sucofindo-kajian-beras-plastik-mabes-polri-yang-harus-diulang.htm#comments Thu, 28 May 2015 10:34:35 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104917 berasXplastikEramuslim.com – Sucofindo, salah satu lembaga riset bereputasi internasional, yang ditunjuk oleh Pemkot Bekasi untuk meneliti adanya kandungan plastik dalam beras, menolak banyak bicara soal perbedaan hasil penelitian. Perbedaan hasil penelitian terhadap sampel beras diakui Ardy, Selaku Kepala Humas Sucifindo sebagai perbedaan analisis dan metode saja.
“Ya kita masih konsolidasi internal dulu, tapi sebnarnya harusnya yang perlu dikaji ulang dan didalami hasil dari Mabes Polri saja,” ujar Ardy seperti dimuat di ROL di kantor Sucofindo, Pancoran (28/5).
Ardy mengatakan, hasil sampel beras yang diteliti oleh Sucofindo memang begitu adanya. Hasil penelitian pun sudah diekspose ke publik. Sayangnya, munculnya perbedaan hasil penelitian dari Puslabfor Mabes Polri dan BPOM membuat Sucofindo lebih bungkam bicara. Sucofindo tahu diri tengah berhadapan dengan siapa, jadi memilih untuk bungkam suara untuk sementara.
Sebelumnya, pihak Pemkot Bekasi menerima aduan dari masyarakat soal adanya beras plastik yang beredar di pasaran. Sebab kekhawatiran ini, pihak pemkot akhirnya mengambil langkah meneliti beberapa sampel beras yang ada di lapangan.
Penelitian merujuk pada sebuah lembaga riset bernama Sucofindo. Selang sepekan, hasil penelitian tersebut keluar dan positif adanya kandungan plastik dalam beras yang beredar di Bekasi. Komposisi beras yang mengandung plastik tersebut antara lain terbukti dari adanya kandungan BBP (Benzyil butyl phtalate ), DEHP (bis (2-ethylexyl phatalate)), DINP (Diisionyl Phatalate). Kandungan itu sama seperti bahan dasar untuk pembuatan pipa, kabel, dan lainnya.
Sedangkan Puslabfor Mabes Polri sendiri juga melakukan penelitian atas dugaan tersebarnya beras plastik yang ada di pasaran. Mabes menunjukan tidak ada kandungan plastik dalam beras. Artinya, isu beras plastik bagi Polri hanyalah kabar meresahkan.

Agar masyarakat percaya dengan pemerintah, sebaiknya mulai sekarang seluruh pejabat pemerintah, dari presiden, menteri, Gubernur, sampai dirjen beserta keluarganya disuruh saja makan beras dari pasar Mutiara Gading tersebut. Jika mereka sudah mengkonsumsi beras itu dan ternyata tidak apa-apa, maka baru masyarakat percaya. Mudah bukan? (rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/sucofindo-kajian-beras-plastik-mabes-polri-yang-harus-diulang.htm/feed 0
MenkumHAM Anggap Pengungsi Muslim Rohingya Jadi Beban Negara, Bagaimana Dengan Imigran Syiah Yang Jumlahnya Ribuan Pak? http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menkumham-anggap-pengungsi-muslim-rohingya-jadi-beban-negara-bagaimana-dengan-imigran-syiah-yang-jumlahnya-ribuan-pak.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menkumham-anggap-pengungsi-muslim-rohingya-jadi-beban-negara-bagaimana-dengan-imigran-syiah-yang-jumlahnya-ribuan-pak.htm#comments Thu, 28 May 2015 10:00:04 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104894 INDONESIA GOVERNMENT NEW CABINET MINISTERSEramuslim.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly, politikus Kristen asal PDIP melakukan kunjungan kerja untuk melihat pengungsi Rohingnya asal Myanmar dan juga Bangladesh di Hotel Beraspati, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Ahad (24/5).

Pada kunjungan itu, Yasonna Laoly menyampaikan Pemerintah Indonesia akan melakukan kerjasama dengan institusi luar negeri. Alasannya, lanjut dia, Pemerintah Indonesia tidak mampu menampung seluruh pengungsi Rohingnya yang berdatangan di Indonesia.

“Saat ini penduduk Indonesia jumlahnya semakin meningkat di mana membutuhkan biaya yang sangat besar. Hal ini saja sudah membuat Pemerintah Indonesia bekerja keras. Apalagi ditambah dengan jumlah pengungsi Rohingya. Jelas semakin menambah beban negera,” katanya kepada awak media, sebagaimana dilansir SP.

Dia menyebutkan masih banyak masalah pengungsi yang belum dapat diselesaikan di Indonesia, di antaranya masalah pengungsi Afganistan, Iran, dan sekarang masalah pengungsi Rohingnya serta Bangladesh.

Kini mendekati 15 ribu pengungsi, dulunya ada 11 ribu dan ditambah sekitar 1700. Masih banyak yang belum terselesaikan masalahnya seperti dari Afganistan, sebagian dari Iran, kini Rohingya dan Bangladesh.

“Seperti diketahui pengungsi dari Bangladesh mereka sudah mau untuk dikembalikan ke negaranya. Kita sudah berkoordinasi dengan Menkopolhukam, Menteri Sosial (Mensos) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) pagi tadi,” ujarnya.

Ia menuturkan, sekarang Pemerintah Indonesia sedang menunggu kelengkapan dokumen, apalagi karena hanya dengan dokumen mereka dapat dikembalikan ke negara asalnya.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menkumham-anggap-pengungsi-muslim-rohingya-jadi-beban-negara-bagaimana-dengan-imigran-syiah-yang-jumlahnya-ribuan-pak.htm/feed 0
Kebanyakan Ngomong, Ahok Ternyata Belum Gaji Petugas Kebersihan Monas Selama 3 Bulan http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kebanyakan-ngomong-ahok-ternyata-belum-gaji-petugas-kebersihan-monas-selama-3-bulan.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kebanyakan-ngomong-ahok-ternyata-belum-gaji-petugas-kebersihan-monas-selama-3-bulan.htm#comments Thu, 28 May 2015 07:00:23 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104862 ahok-gila2Eramuslim.com – Sejumlah petugas kebersihan di kawasan Monas menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk segera membayarkan gaji mereka yang sejak tiga bulan lalu belum dibayar.
Mereka pun melakukan aksi unjuk rasa bersama ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Monas di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta. “Ahok, kami belm digaji tiga bulan. Mau makan apa anak-anak kami?” teriak seorang ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan Monas (26/5).
Sementara itu, ratusan PKL juga menuntut Ahok untuk segera turun dari jabatannya. Bahkan mereka meminta Ahok segera meninggalkan Jakarta dan kembali mudik ke Belitung
Ratusan PKL itu mengaku kecewa dengan keputusan Ahok yang dianggap semena-mena menyingkirkan mereka dari PKL. Meski sebagian PKL diberikan tempat untuk berjualan di acara Lenggang Jakarta, namun tidak semua PKL bisa mendapatkan kios di acara tersebut.
“Jangan singkirkan kami, PKL bukan koruptor BLBI, PKL bukan maling. Turunkan Ahok, tidak pantas jadi Gubernur,” ujar salah seorang PKL dengan menggunakan alat pengeras suara.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kebanyakan-ngomong-ahok-ternyata-belum-gaji-petugas-kebersihan-monas-selama-3-bulan.htm/feed 0