Eramuslim » Berita Nasional http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Wed, 22 Oct 2014 04:00:31 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Ironis, Siswi SD Berjilbab Dikeroyok Siswa Sekelasnya http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ironis-siswi-sd-berjilbab-dikeroyok-siswa-sekelasnya.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ironis-siswi-sd-berjilbab-dikeroyok-siswa-sekelasnya.htm#comments Sun, 12 Oct 2014 06:00:37 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85223 Peristiwa mengagetkan terjadi di sebuah SD. Sejumlah siswa ‘menghajar’ siswi di ruang kelas. Videonya beredar luas di dunia maya.

Video tersebut diunggah ke Facebook dan situs Youtube. Pengguna Facebook dan Youtube mengaku kaget dan ngeri sebab pelaku dan korban adalah bocah SD. Apalagi peristiwa terjadi di ruang kelas.

Di salah satu video berdurasi 4 menit 15 detik, tampak seorang siswi berjilbab berdiri di pojok kelas. Tak jelas masalahnya, ia jadi sasaran pukulan dan tendangan teman-temannya. Berkali-kali ia menerima pukulan dan tendangan.

Siswi korban pemukulan tak melawan. Ia hanya berusaha menangkis serangan teman-temannya yang datang bergelombang. Di akhir video, ia menangis tapi teman-temannya tetap memukul dan menendangnya.

Meski di ruang kelas, pelaku pemukulan begitu leluasa. Mereka sempat menampakkan mukanya ke kamera sambil tersenyum seolah tak berdosa. Tak diketahui, siapa yang memgambil gambar aksi kekerasan tersebut. (detik/kh)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ironis-siswi-sd-berjilbab-dikeroyok-siswa-sekelasnya.htm/feed 0
Tanggapi Isu IS(IS), Ustadz Syuhada Bahri : Kita Harus Tabayun Apapun Berita, Apalagi dari Sumber Fasiq http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ustadz-syuhada-bahri-terkait-is-kita-harus-tabayun-apapun-berita-apalagi-dari-sumber-fasiq.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ustadz-syuhada-bahri-terkait-is-kita-harus-tabayun-apapun-berita-apalagi-dari-sumber-fasiq.htm#comments Sun, 07 Sep 2014 07:09:29 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83032 syuhada ustKetua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz Syuhada Bahri, mengajak kaum muslimin Indonesia untuk mewaspadai upaya mengadu domba antar-umat Islam. Potensi konflik horisontal ini disulut dengan isu terorisme internasional dan sentimen kedaerahan.

Hal tersebut dikemukakan Ustadz Syuhada Bahri, saat menjadi pembicara utama dalam Hilal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan, di Masjid Raya Islamic Center Baturaja, Rabu 20 Agustus lalu.

Hadir dalam silaturahim tersebut sekitar seribu orang yang terdiri jajaran pengurus MUI OKU, Kepala Kantor Kemenag H Darami, Plt Bupati OKU Kuryana Azis, Ketua DPRD Johan Anwar dan Indrawati, Dandim 0403/OKU Letkol Inf Imanulhaq, Kapolres OKUAKBP Mulyadi MH, dan unsur-unsur Muspida lainnya, Majelis Taklim sekabupaten OKU, dan utusan Ormas Islam setempat termasuk dari Dewan Dakwah yaitu Ustadz Mansur Suryadi, Ahmad Romadhon, dan Ustadz Abdul Karim.

Ustadz Syuhada mengatakan, umat, ulama, dan zuama Kabupaten OKU harus solid, jangan terprovokasi sehingga melakukan reaksi yang berlebihan terhadap isu-isu kontemporer.

‘’Kita harus melakukan tabayyun terhadap sebuah berita, apalagi berita dari sumber fasiq, agar tidak terjerumus dalam fitnah,’’ tandas Ustadz Syuhada.

Sebelumnya, Ketua MUI Sumsel KH Sodikun menyebut isu ISIS didramatisasi oleh media. “Makanya, kami berhati-hati bicara di media, nanti jadi provokasi,” ujar Sodikun dalam rapat membahas ISIS di kantor Kementrian Agama Sumsel, Jumat (8/8/2014). (Nur Bowo)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ustadz-syuhada-bahri-terkait-is-kita-harus-tabayun-apapun-berita-apalagi-dari-sumber-fasiq.htm/feed 0
Suara Berbeda dari MUI Sumsel Mengenai Pelarangan ISIS http://www.eramuslim.com/berita/nasional/suara-berbeda-dari-mui-sumsel-mengenai-pelarangan-isis.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/suara-berbeda-dari-mui-sumsel-mengenai-pelarangan-isis.htm#comments Sat, 09 Aug 2014 01:35:41 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=81373 isis1Palembang - Pemerintah telah menyatakan menolak berkembangnya gerakan the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Namun sikap ini dipertanyakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan.

MUI Sumsel mempertanyakan apa alasan yang melatar belakangi penolakan pemerintah terhadap gerakan Islam yang berasal dari Timur Tengah itu. “Pemerintah jangan salah kaprah, jangan dikriminalkan. Ada apa ini? Pesanan dari mana?” ucap Ketua MUI Sumsel Sodikun di Palembang, Jumat (8/8/2014).

Sodikun mencurigai, penolakan terhadap ISIS kemungkinan merupakan sebuah konspirasi global dari oknum tertentu yang kemungkinan didukung oleh negara besar yang membenci Islam, yaitu Amerika.

“Seandainya gerakan ini memang tulus ingin membangun Islam, pasti menjadi ancaman besar bagi negara yang benci dengan Islam. Wajar kalau seandainya getol betul para birokratnya menentang ISIS,” urainya.

Dia menilai, ISIS tidak mustahil bisa menjadi gerakan dunia Islam yang pengaruhnya luar biasa di dunia dan semakin banyak negara yang benci dengan Islam, akan menuduh gerakan ini sebagai terorisme. Namun, Sodikun meyakini gerakan ini bisa berkembang lebih besar lagi jika memang benar murni untuk membangkitkan negara Islam di dunia.

“Mungkin hari ini (ISIS) hanya 2 negara, tapi mungkin besok seluruh negara yang mendukung gerakan untuk membangkitkan kejayaan Islam di dunia,” paparnya.

Kendati banyak pandangan buruk terhadap ISIS, namun MUI Sumsel masih ingin meneliti tujuan dan visi misi utama gerakan tersebut. “Gerakan ini agak berat, harus diteliti betul. Apalagi pemimpinnya yaitu Abu Bakar al Baghdadi yang katanya merupakan keturunan Nabi. Pengaruh ISIS ini memang luar biasa, muatan kebenaran, menegakkan negara kekhalifahan, ideologi itu diadopsi dari Al-Qaidah dan besar kemungkinan bisa mendapat respon dari negara Islam lainnya,” ucapnya.

“Jika memang visi misinya membangun negara Islam dari kehancuran Irak dan negara Timur Tengah sebagai negara boneka oleh negara adidaya. Kita belum mendapatkan secara utuh tentang ideologi ISIS tapi sementara seperti itu. Namun banyak yang salah kaprah tentang ISIS, bukan mereka yang membantai kaum Sunni, ini jangan disalahartikan. Padahal yang membunuh itu adalah kelompok Syiah,” tukasnya.

Di Sumsel sendiri, isu masuknya ISIS sempat berhembus. Namun, menurut Sodikun, sejauh ini belum ada laporan masuknya anggota ISIS di Sumsel.

“Berdasarkan data yang valid, sampai hari ini belum ditemukan laporan tersebut. Tapi biasanya kalau ada, akan ada koordinasi dari MUI ke Kapolda dan Kodam,” lanjutnya.

Peryataan Sodikun ini bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pusat Kamis kemarin, 7 Agustus 2014, menolak tegas dan bahkan mengharamkan paham ISIS. MUI juga mendukung langkah cepat, tepat, dan tegas dari pemerintah serta pihak keamanan Indonesia untuk melarang gerakan ISIS di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua MUI KH Maruf Amin, ISIS menjadi haram lantaran apa yang dilakukan kelompok tersebut seperti melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan sudah keluar dari ajaran Islam.

“ISIS tidak sesuai dengan karakter Islam. Tindakan itu diharamkan oleh Islam. Nah, jadi kalau ada yang mendukung ISIS tentunya haram, karena mendukung yang diharamkan,” ujar Wakil Ketua MUI, KH Maruf Amin di kantornya, Jakarta, Kamis 7 Agustus. (Mut/Sunariyah/LP6/KH)

 

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/suara-berbeda-dari-mui-sumsel-mengenai-pelarangan-isis.htm/feed 0
MUI Haramkan Gerakan ISIS http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mui-haramkan-gerakan-isis.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mui-haramkan-gerakan-isis.htm#comments Fri, 08 Aug 2014 00:02:58 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=81268 maruf-amin121219bKini , Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut  melarang tumbuh dan berkembangnya gerakan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam di Irak dan Suriah. Gerakan jihadis  ini juga disebut sebagai salah satu perbuatan yang dilarang bagi umat Islam atau dinyatakan sebagai gerakan haram.

Menurut Wakil Ketua MUI KH Maruf Amin, ISIS menjadi haram lantaran apa yang dilakukan kelompok tersebut seperti melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan sudah keluar dari ajaran Islam.

“ISIS tidak sesuai dengan karakter Islam. Tindakan itu yang diharamkan oleh Islam. Nah, jadi kalau ada yang mendukung ISIS tentunya haram, karena mendukung yang diharamkan,” ujar Wakil Ketua MUI, KH Maruf Amin di kantornya, Jakarta.

MUI merasa pihaknya tidak perlu lagi mengeluarkan fatwa mengenai perbuatan haram yang dilakukan ISIS. Namun, bagi perwakilan MUI di daerah yang ingin mengeluarkan fatwa haram, hal itu diperbolehkan.

“Sudah terlalu jelas, tidak perlu difatwa. Melarang umat mengikuti karena ISIS gerakan menyimpang yang tak sesuai dengan konsep rahmatan lil alamin. Dan gerakan ini juga berpotensi memecah-belah umat Islam,” tegas Maruf Amin.

Kemarin MUI dan sejumlah ormas Islam mengadakan pertemuan terkait perkembangan gerakan ISIS di Indonesia. Setidaknya 2 Ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga telah sepakat menolak gerakan tersebut. (Lp6/KH)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mui-haramkan-gerakan-isis.htm/feed 0
Menag RI : ISIS Harus Dicegah Karena Bertentangan dengan Pancasila http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menag-ri-isis-harus-dicegah-karena-bertentangan-dengan-pancasila.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menag-ri-isis-harus-dicegah-karena-bertentangan-dengan-pancasila.htm#comments Fri, 01 Aug 2014 09:36:21 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=80896 menagMenteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyerukan umat muslim di Indonesia untuk mencegah penyebaran pengaruh ISIS. Organisasi tersebut harus dilawan karena bertentangan dengan Pancasila.

“ISIS itu suatu organisasi pergerakan yang berpaham radikal, yang gunakan kekerasan demi memperjuangkan apa yang diyakini. Mereka ingin perjuangkan negara Islam di Irak dan Suriah. Umat Islam Indonesia tak perlu terpengaruh dan ikut-ikutan,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8/2014).

Menurut politisi PPP ini, ISIS bertentangan dengan Pancasila karena menganggap ideologi (Pancasila)  tersebut sebagai berhala. Hal tersebut sudah kelewat batas dan harus ditindak oleh aparat hukum.

Karena itu, Lukman menyerukan  pada umat muslim agar benar-benar mawas diri terhadap ajaran tersebut. Menurutnya, dakwah Islam itu mengajak dan merangkul semua kalangan dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah, bukan dengan menebar ketakutan dan kekerasan.

“Saya berharap dalam memanfaatkan momentum Idul Fitri ini, setiap ormas Islam dengan bimbingan dan arahan ulamanya masing-masing mampu lebih mengintensifkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama dalam bingkai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Di era globalisasi ini, kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anasir yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara,” pesan Lukman.

ISIS yang kini telah berubah menjadi IS (Islamic State) atau Daulah Islam yang telah mendirikan Kekhilafahan Islam , yang telah memiliki wilayah yang dikuasai di Suriah dan Irak , yang telah meluluhlantakkan pasukan pemerintahan Syiah Irak, yang dibanyak negara langsung  dituduh sebagai pengusung paham terorisme , juga terjadi pencekalannya di pemerintahan negeri  mayoritas Muslim ini (Dtk/KH)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/menag-ri-isis-harus-dicegah-karena-bertentangan-dengan-pancasila.htm/feed 0
Tindakan POLRI dan Kominfo Terkait Situs Situs Pemberitaan ISIS http://www.eramuslim.com/berita/nasional/tindakan-polri-dan-kominfo-terkait-situs-situs-terkait-pemberitaan-isis.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/tindakan-polri-dan-kominfo-terkait-situs-situs-terkait-pemberitaan-isis.htm#comments Thu, 31 Jul 2014 23:37:43 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=80827 ronnyKepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Frangky Sompie mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait dengan beredarnya ajakan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) oleh warga Indonesia dalam situs situs online maupun YouTube. Soalnya, Kominfo yang punya wewenang menutup situs situs terkait.

“Kalau berkaitan dengan IT, polisi akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi, terutama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik,” kata Ronny , Kamis, 31 Juli 2014.

Kepolisian, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi sejak munculnya isu dan pemberitaan di media sosial perihal ISIS. Ini dilakukan sebagai langkah untuk memberikan pengamanan dan perlindungan kepada masyarakat. “Salah satu tugas kami melakukan pencegahan,” ujarnya.

Sebuah video berisi ajakan dari sekelompok orang Indonesia untuk bergabung dengan ISIS beredar melalui situs YouTube. Dalam video berdurasi delapan menit berjudul “Join the Ranks” itu, seseorang yang menyebut dirinya Abu Muhammad al-Indonesi meminta warga Indonesia untuk mendukung perjuangan ISIS dengan menjadi khilafah dunia. 

“Kami ikhwan-ikhwan kalian, saudara-saudara kalian dari Indonesia yang bergabung dan berada di Daulah Islamiyah menyampaikan salam,” kata Abu Muhammad al-Indonesi.

Video ajakan jihad itu merupakan video terbaru dan diunggah oleh Jihadology pada 22 Juli 2014. 

Sebelum video ini beredar, Abu Bakar Baasyir juga telah menyatakan dukungannya kepada ISIS pekan lalu. (Tmp/KH)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/tindakan-polri-dan-kominfo-terkait-situs-situs-terkait-pemberitaan-isis.htm/feed 0
Pemerintah RI dan Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Esok Senin 28 Juli 2014 http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-dam-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-esok-senin-28-juli-2014.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-dam-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-esok-senin-28-juli-2014.htm#comments Sun, 27 Jul 2014 12:00:11 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=80737 rukyathilalAlhamdulillah pemerintah RI dalam sidang isbat dan Muhammadiyah serentak menyatakan 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin 28 Juli  2014. Tidak ada perbedaan penetapan waktu untuk wilayah Indonesia.

Kami kru eramuslim mengucapkan: TAQOBBALLAHU minna wa minkum, Minal Aidhin wal Faizin.

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-dam-muhammadiyah-tetapkan-1-syawal-esok-senin-28-juli-2014.htm/feed 0
Pemerintah RI Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada 29 Juni 2014 http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-tetapkan-awal-ramadhan-jatuh-pada-29-juni-2014.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-tetapkan-awal-ramadhan-jatuh-pada-29-juni-2014.htm#comments Fri, 27 Jun 2014 12:57:03 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=79078 lukmanMenteri Agama RI , Lukman Hakim Syaifuddin bersama dengan banyak ormas Islam di Indonesia memutuskan sidang Isbat awal berpuasa ramadhan jatuh pada Ahad , tanggal 29 Juni 2014, keputusan ini diambil karena tidak ada satupun tim pemantau hilal di Indonesia yang melihat penampakkan hilal di lokasi pantauan tersebut. Sehingga dalam sidang Isbat tersebut bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

Menteri Agama juga menyerukan kepada pihak yang berbeda menentukan awal Ramadhan 1435 H ini untuk saling menghormati satu sama lainnya.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan di Sabtu tanggal 28 Juni 2014. (KH)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pemerintah-ri-tetapkan-awal-ramadhan-jatuh-pada-29-juni-2014.htm/feed 0
Walau Hadiri Sidang Isbat, Muhammadiyah Tetap Mulai Berpuasa Sabtu 27 Juni 2014 http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walau-hadiri-sidang-isbat-muhammadiyah-tetap-mulai-berpuasa-sabtu-27-juni-2014.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walau-hadiri-sidang-isbat-muhammadiyah-tetap-mulai-berpuasa-sabtu-27-juni-2014.htm#comments Fri, 27 Jun 2014 12:27:07 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=79076 muhammadiyahxxPerwakilan organisasi Islam Muhammadiyah tetap menghadiri sidang isbat yang digelar Kementerian Agama sore ini. Meski hadir dalam sidang yang menentukan awal Ramadan tersebut, Muhammadiyah tetap bergeming memulai puasa Ramadan pada Sabtu (28/6/2014) besok.

“Kehadiran kita di sini bukan untuk berunding itu karena sudah buat keputusan. Kehadiran ini hanya untuk menghormati undangan menag. Jadi tidak mendebatkan,” ujar Ketua bidang Tarjih dan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di Kantor Kemenang, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014). 

Yunahar mengatakan Muhammadiyah telah menetapakan awal Ramadan melalui metode hisab pada 8 Mei 2014 lalu. Dia menjelaskan, metode yang digunakan Muhammadiyah adalah hisab hakiki wujudulhilal yang berbasis pada penghitungan eksistensi. Berbeda dengan rukyah, melalui metode hisab tidak perlu melakukan pengamatan langsung terhadap hilal (bulan baru). Karena berdasarkan teori, kemunculan hilal dapat diprediksi. 

“Kalau ini kan basisnya, observasi dilihat, kalau kita eksistensi. Kalau sudah ada (penghitungan), enggak perlu (bulan baru/hilal) dilihat. Bulan baru itu ditetapkan berdasarkan 3 kriteria: terjadi ijtimak. Ijtimak itu harus sebelum magrib dan pada saat matahari terbenam, bulan masih ada di atas ufuk plus berapa derajat saja, misal nol koma nol sekian, itu tidak apa-apa. Sekarang menurut hisab Muhammadiyah, ijtimak terjadi pukul 15.10 di Yogja, berarti syarat pertama dan kedua terpenuhi. Yang ketiga, bulan masih ada 0 derajat 31 menit 17 detik (ketinggiannya) berarti sekitar 1/2 derajat. Tapi bagi Muhammadiyah itu sudah wujud. Dengan demikian malam ini sudah 1 Ramadan,” jelasnya.

“Jadi berbeda dengan rukyah. Menurut saya enggak perlu lihat-lihat (hilal) lagi di beberapa titik, itu mubadzir saja. Secara teoritis sudah bisa diputuskan tapi karena sudah tradisi ya silakan,” pungkas Yunahar. (Dtk/Kh)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/walau-hadiri-sidang-isbat-muhammadiyah-tetap-mulai-berpuasa-sabtu-27-juni-2014.htm/feed 0
Thomas Jamaludin : Ramadhan Versi Pemerintah dimulai Ahad, 29 Juni 2014 http://www.eramuslim.com/berita/nasional/thomas-jamaludin-ramadhan-versi-pemerintah-dimulai-ahad-29-juni-2014.htm http://www.eramuslim.com/berita/nasional/thomas-jamaludin-ramadhan-versi-pemerintah-dimulai-ahad-29-juni-2014.htm#comments Fri, 27 Jun 2014 11:13:06 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=79064 thomasBandung – Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, kemungkinan besar bulan puasa versi pemerintah dimulai pada Ahad, 29 Juni 2014. Alasannya, posisi bulan di seluruh Indonesia pada saat magrib hari ini, Jumat, 27 Juni 2014, masih di bawah ufuk. 

“Kecuali di selatan Sumatera dan Jawa, namun ketinggiannya masih rendah, masih kurang dari 2 derajat,” katanya , Jumat, 27 Juni 2014. 

Dengan kondisi hilal atau bulan sabit baru penanda bulan Islam yang baru sudah berada di atas ufuk seperti itu, kata Djamaluddin, organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah akan mengawali puasa pada Sabtu, 28 Juni 2014. 

Sedangkan ormas Islam lain dan pemerintah kemungkinan besar menetapkan awal Ramadan jatuh pada Ahad, 29 Juni 2014. “Perbedaan ini bukan antara hisab dan rukyat. Hisab sama, tetapi beda kriterianya saja,” ujarnya.

Muhammadiyah, kata dia, cukup dengan wujudul hilal, atau melihat piringan di atas bulan yang muncul saat matahari terbenam. Sedangkan ormas lain, seperti Nahdlatul Ulama, mensyaratkan kemunculan bulan baru dengan ketinggian tertentu, yakni 2 derajat.

Walau awal puasa berlainan, kata Djamaluddin, hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan secara serentak. 

Menurut Djamaluddin, awal puasa dan Idul Fitri akan seragam dari 2015 hingga 2022. “Selama delapan tahun itu akan terjadi keseragaman, karena posisi bulannya (penentu Ramadan dan Syawal) sudah cukup tinggi,” katanya. 

Masa keseragaman selama delapan tahun itu, kata dia, belum bisa dipastikan sebagai periodesasi, karena masih perlu diperhitungkan kembali kesamaan masa berikutnya pada masa depan.

Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah akan menggelar sidang isbat pada Jumat malam ini dengan mengundang semua organisasi masyarakat keagamaan. Pemerintah akan melakukan penentuan posisi hilal secara ilmiah dengan bantuan peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, mengadakan pemantauan hilal di semua provinsi dan beberapa perguruan tinggi berbasis Islam, serta menetapkan awal puasa.  (ANWAR SISWADI/Tempo)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/thomas-jamaludin-ramadhan-versi-pemerintah-dimulai-ahad-29-juni-2014.htm/feed 0