Fraksi-fraksi Pengusung Century Pecah

Kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Sidang Paripurna DPR yang membahas perubahan APBN memunculkan perpecahan antar fraksi-fraksi pengusung skandal Century. Setidaknya, sudah tidak kompak lagi seperti ketika paripurna skandal Century beberapa waktu lalu.
Dari fraksi-fraksi utama pengusung skandal Century seperti PDIP, PKS, Golkar, dan Hanura; hanya PDIP dan Hanura saja yang menyatakan secara tegas konsistensinya. Mereka menolak kedatangan Sri Mulyani dengan melakukan walk out. Sidang paripurna itu dihadiri oleh dua wakil pemerintah, Menko Perekonomian Hatta dan Sri Mulyani, yang pada rapat sebelumnya hanya diwakili Hatta Rajasa.
Perubahan siapa yang mewakili pemerintah inilah yang menurut FPDIP sebagai bentuk ketidakkonsistenan pimpinan DPR, dalam hal ini Bamus. Menurut ketua fraksinya, Cahyo Kumolo menyatakan bahwa kehadiran Sri Mulyani juga menunjukkan ketidakjelasan siapa yang sebenarnya mewakili pemerintah, Menko atau Menkeu?
Senada dengan FPDIP, fraksi Hanura yang diwakili Akbar Faisal menyatakan bahwa walkout mereka karena pemerintah dinilai tidak menghormati keputusan DPR yang memvonis Boediono dan Sri Mulyani sebagai orang yang perlu diusut bertanggung jawab terhadap skandal Century.
Sementara itu, wakil ketua DPR dari PKS, Anis Matta menyatakan bahwa kehadiran Sri Mulyani merupakan undangan dari Bamus DPR. Dan karena Bamus diwakili seluruh fraksi, maka kekuatannya sangat legal. Tidak ada alasan, menurut Anis, untuk tidak menghadirkan Sri Mulyani atas semata-mata kasus Bank Century. mh
Lainnya (Arsip)
- Ketua MK: Pengganti KUHP Belanda Sudah Siap
Sabtu, 01/05/2010 20:50 WIB - KPK: Nunun Masih Tetap Kita Kejar
Rabu, 28/04/2010 14:52 WIB - Sri Mulyani dan Boediono Diperiksa KPK?
Rabu, 28/04/2010 09:54 WIB - PKS Bukan Organisasi Malaikat?
Selasa, 27/04/2010 11:44 WIB - Hari-Hari Menentukan Nasib Jeng Ani
Kamis, 15/04/2010 13:25 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




