Heboh Oleh Testimoni Susno Duadji

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Drs. Susno Duadji, SH, MH, MSc, telah memberikan fakta baru tentang skandal pengucuran dana (bailout) Bank Century terungkap. Justru fakta itu diungkap dalam satu bundel dokumen testimoni yang memperkuat kesaksiannya di depan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century, 20 Januari lalu.
Sebuah catatan berjudul ‘Bhayangkara Sejati Setia dan Loyal’, Susno menyebutkan bahwa Bareskrim Polri tidak memprioritaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi atau bailout Rp 6,7 triliun. Menurut Susno mengaku ada fihak yang tengah diselidiki sedang mengikuti proses Pemilihan Wakil Presiden 2009.
Dalam catatan itu terbetik kalimat, “Ada diantara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian menang, sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,7 triliun ke Bank Century itu tidak terlalu sulit."
Sementara itu, anggota Pansus dari Fraksi PKS Andi Rahmat, membenarkan catatan yang dibuat oleh Susno Duadji. Menurut Andi Rahmat karena diserahkan secara terbuka, maka materi testimoni tidak lagi b ersifat rahasia. “Usai diperiksa Pansus, Pak Susno menyerahkan testimoni itu kepada anggota. Testimoni Susno ini menjelaskan skandal Century sampai jadi besar”, ujar Andi, di Jakarta, Selasa (26/1).
Meskipun, secara eksplisit dalam testimoni itu, Susno Duadji tidak menyebutkan sosok nama secara eksplisit ‘anggota KSSK’, tapi dapat dibaca yang dimaksud adalah Wakil Presiden Boediono yang juga mantan Bubernur BII serta anggota KSSK.
Sebelumnya, Muarar Sirait, anggota Pansus dari PDIP, meminta izin kepada ketua Pansus Mahfudz Sidik untuk membacakan testimoni, dan diizinkan, kemudian Muarar membacakan isi testimoni itu. Ini suatu babak baru yang sangat memberikan arti penting, terhadap kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.
Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Edward Aritonang, menolak menyikapi testimoni tersebut. Edwad masih akan menunggu penjelasan Susno, karena dirinya belum mengetahui tentang terstimoni tersebut.
Memang, belakangan ini nampak adanya kegelisihan dari Presiden SBY, yang sampai perlu harus mengumpulkan para pimpinan Lembaga Tinggi Negara di Istana Bogor, seperti Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Komisi Yudisial dan lainnya. Isu tentang adanya impeachment terus menggelinding, karena jelas-jelas kasus Bank Century ini adalah sebuah kejahatan yang kemungkinan melibatbatkan pejabat negara. (m/rpbk/mrk)
Lainnya (Arsip)
- Testimoni Susno Duadji Soal Boediono dan Century
Selasa, 26/01/2010 16:47 WIB - Lingkaran Istana Semakin Penuh Sesak
Selasa, 26/01/2010 15:00 WIB - Rencana Aksi Mahasiswa Menumbangkan Rezim Neolib
Selasa, 26/01/2010 14:42 WIB - Raihan Iskandar: Pemerintah Harus Angkat Guru Honorer
Senin, 25/01/2010 17:38 WIB - Mahfud MD: Kalau Ada Unsur Kriminal, Century Bisa Berujung Impeachment
Senin, 25/01/2010 15:50 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




