HTI: Pemerintah Jangan 'Tebang Pilih' Larang Aliran Sesat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) meminta pemerintah juga bersikap tegas terhadap keberadaan aliran sesat lainnya di Indonesia, meski telah mengeluarkan keputusan tentang pelarangan terhadap aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah.
"Tindakan tegas Bakorpakem diharapkan tidak berhenti hanya kasus Al-Qiyadah Al-Islamiyah, tapi juga pada seluruh aliran sesat yang saat ini masih merajalela di tengah masyarakat seperti Ahmadiyah, Kerajaan Syurga Lia Eden, LDII dan lainnya, " ujar Juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto dalam pernyataan persnya, Senin (12/11).
HTI juga mendesak, agar pemerintah melalui Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) dapat melarang aliran-aliran tersebut untuk berkembang di Indonesia.
"Hanya dengan cara itu saja maka kita (HTI) bisa mengatakan, bahwa pemerintah memang sedang benar-benar melindungi Islam dan umatnya dari rongrongan pihak yang tidak bertanggungjawab dari penyimpangan aqidah dan syariah baik karena motif politik, ekonomi atau yang lain, "tegasnya.
Apabila Pemerintah hanya bertindak tegas kepada Al-Qiyadah, lanjut Ismail, maka tidak salah bila di tengah umat muncul anggapan pemerintah melakukan tebang pilih dalam pelarangan aliran sesat.
"Kita mengingatkan seluruh umat Islam untuk mewaspadai upaya stigmasi, dan penyelewengan ajaran Islam oleh orang atau kelompok, yang jelas-jelas meyimpang dari Islam, "imbuhnya. (novel)
Lainnya (Arsip)
- Orientalis, Penasehat Penjajahan di Negara Muslim
Sabtu, 10/11/2007 05:04 WIB - Ahmad Moshaddeq Tobat: Saya Hanyalah Da'i
Sabtu, 10/11/2007 04:57 WIB - Pemimpin Al-Qiyadah Tak Akan Lepas dari Jerat Hukum
Sabtu, 10/11/2007 04:56 WIB - Polisi Kesulitan Ungkap Jaringan Al-Quran Suci
Sabtu, 10/11/2007 04:55 WIB - Indonesia Diminta Galang Solidaritas Internasional untuk Pakistan
Kamis, 08/11/2007 18:33 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




