Indonesia-Australia Bangun 500 Madrasah Tsanawiyah Satu Atap

Rabu, 29/07/2009 09:12 WIB | Arsip | Cetak

Lamongan--Departemen Agama bekerjasama dengan pemerintah Australia, dalam hal ini AusAID membangun Madrasah Tsanawiyah Satu Atap sebanyak 500 buah di sembilan propinsi. Sebanyak 33 Madrasah Mts di antaranya diresmkikan secara serentak oleh Menteri Agama Dr. Muhammad Maftuh Basyuni di Mts Tsanawiyah Satu Atap Pondok Pesantren Kebon Dalem, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (28/7).

Dikatakan M. Firdaus, Direktur Pendidikan Madrasah, Depag bahwa biaya pembangunan ke-33 madrasah ini sebesar 28 miliar rupiah lebih. Madrasah Tsanawiyah satu Atap ini berlokasi di Lampung (8 Mts SA), Banten (1), Jawa Barat (8), Jawa Tengah (8) dan di Jawa Timur 14 Mts SA. ``Pondok pesantren Kebon dalem sebagai salah satu lokasi telah mendapat dana hibah dari Australia sebesar satu miliar lebih.

Menurut Firdaus, pada tahun 2006 sampai 2007 telah dibangun sebanyak 46 MtS SAdan Madrasah Tsanawiyah pesantren Baru di lima provinsi. Yaitu di Sumsel (8 lokasi), Lampung (12), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (7) dan Jawa Timur sebanyak delapan lokasi. Sampai bulan Desember 2009 ini menurut Firdaus, diharapkan seluruh bangunan yang berjumlah 500 madrasah terebut sudah dapat diserahterimakan dan difungsikan seluruhnya.

2000 Madrasah

Sementara itu perwakilan Aus AID di Indonesia Blair Exel dalam sambutannya pada kesempata tersebut mengatakan, pemerintah Australia melalui Aus AID bekerjasama dengan pemerintah Indonesia telah membangun 2000 madrasah di 21 provinsi. Yaitu berupa Madrasah Satu Atap dan Madrasah Baru.

``Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia yang telah membantu pembangunan madrasah-madrasah ini, 33 Madrasah Tsanawiyah Satu Atap ini akan menampung sekitar 50 ribu siswa `` papar Blair. Menurut Blair, Indonesia dan Australia bermitra erat dalam dunia pendidikan di Indonesia. ``Kami bangga bisa bermitra dan ikut berpartisipasi dalam pendidikan di Indonesia,`` kata Blair.

Menurut Blair, pihaknya sudah berbicara dengan Mendiknas maupun Menag terkait hubungan kerjasama ke depan antar kedua negara. ``Kita ada ikatan darah. Seperti misalnya akibat kejadian dua minggu lalu (pengeboman red.), baik Indonesia maupun Australia mengalami masa-masa sulit karena kita memang ada ikatan darah. Kegiatan ini menjadi pengingat kerjasama kedua negara dan kedua bangsa,`` ucap Blair.(Siaran Pers Humas Dep.Agama)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang